Dinikahi Sugar Daddy

Dinikahi Sugar Daddy
Ungkapan Cinta


__ADS_3

Sudah tiga malam sejak mereka menginap di camp car. Semua kegiatan yang bagi kebanyakan orang belum pernah mereka lakukan sudah mereka lakukan. Seperti memetik daun teh, membantu warga menanam dan memanen sayur. Belajar mengembala bebek, bahkan pergi mengambil ikan di sungai.


Malam ini adalah malam terakhir. Brian melirik Mike dengan tatapan tajam. Mike yang menyadari itu berusaha untuk tidak menatap ke arah Byan. Beberapa hari yang lalu. Ketika dia selsai di interogasi Dito dan Aldi.


Flashback on


"Kau yang membuat Byan terluka kan?" Brian bertanya dengan wajah iblisnya. Dito dan Aldi mundur, mereka tahu, bukan hal yang baik untuk berada dalam radius terdekat dengan Brian jika dia sedang emosi seperti sekarang. Dito maupun Aldi tahu jika Brian ini adalah seseorang yang sangat mudah marah dan sulit mengendalikan emosi.


"Aku tidak sengaja!"


Jawaban singkat, jelas nan padat. Mike menatap mata Brian. Namun belum sempat 5 detik, kepalanya kembali tertunduk.


"Kau tahu di mana letak kesalahan mu bocah kecil?"


Mike menggelengkan kepalanya.


"Cih, jangan pura-pura tidak tahu. Kau menyukai Byan bukan?"


Aldi langsung membulatkan matanya. Brian melirik ke arah Aldi sekilas, lalu dia kembali fokus pada Mike.


"Aku sempat menyukainya!"


Bughhhhh!


Dito dan Aldi meringis melihat kejadian itu. Sementara Mike, dia sudah terkapar di dalam camp car yang teman-teman Brian pakai.


"Kau urus dia Dito! Setelah dia bangun, beri dia makan dan peringatkan dia untuk tidak mendekati Byan lagi!"


Dito mengangguk paham. Ini sudah malam, sejak siang, Brian tidak membiarkan Mike makan atau minum. Mungkin itu juga alasan kenapa Mike bisa K.O dalam satu pukulan. Atau mungkin, Brian ini memang sesosok kang geprek yang kekuatannya di atas rata-rata.


"Aku sudah pernah memperingatkan mu Mike!"


Aldi berlalu dari sana meninggalkan Mike dan Dito.


Flashback off


Semua orang sedang berkumpul untuk menikmati api unggun terakhir di pedesaan itu. Semua orang terlihat sangat bahagia. Aldi dan beberapa temannya sedang bermain gitar dan bernyanyi bersama.


Byan tersenyum melihat suaminya duduk sambil menatapnya. Gadis itu menarik ujung bibirnya. Byan merasa ini sangat luar biasa. Menikmati keindahan alam dengan ciptaan nya yang hampir mendekati sempurna. Byan mengambil beberapa makanan dari pemanggangan, seperti jagung bakar, sosis dan lain sebagainya. Dia berjalan mendekati Brian lalu memberikan makanan itu pada suaminya.

__ADS_1


"Makanlah! Aku akan menyanyikan sebuah lagu untuk Om! Om dengarkan ya!"


Brian mengangguk. Sementara Byan, dia berlari mendekati Aldi kemudian mengambil gitar yang sedang Aldi mainkan.


"Mau ngapain?"


"Main lenong! Ya nyanyi lah."


"Emang kamu bisa?"


Byan mengangkat bahunya acuh. Orang-orang mulai berbisik membicarakan Byan. Mereka semua yakin, Byan tidak bisa bernyanyi dan dia juga tidak mungkin bisa bermain gitar.


"Si lonteh pasti mau ngelawak!" ucap Agnes melihat sinis ke arah Byan. Dita dan Navisa bersorak heboh. Mereka berdua berdiri, meneriakkan nama Byan sambil bertepuk tangan.


"Kamu bisa Bunny. Go. Go! Go!" Anandita berteriak heboh seperti pemandu sorak.


Byan tersenyum. Dia melirik suaminya lalu duduk dengan nyaman. Mata Brian tak sedetikpun beralih dari wajah Byan. Bahkan Mira yang melihat itu hanya bisa tersenyum hambar. Sepertinya Brian memang benar-benar menyukai gadis ini.


Petikan pertama dari senar gitar yang Byan mainkan membuat semua orang menoleh ke arahnya. Berlanjut hingga yang kedua dan ketiga. Dan ketika Byan mulai bernyanyi, semua orang yang tadinya riuh menjadi hening. Hangatnya api unggun, merdunya suara Byan membuat suasana malam itu terasa sangat luar bisa sampai sulit untuk di ungkapkan dengan kata-kata.


cheoeum neol mannadeon geu sungan


sumi beokcha oreudeon gieok


deulkyeosseulkkabwa maeum jorideon nal gieokhae


Saat aku pertama kali bertemu denganmu


Aku ingat aku tidak bisa bernapas


Jika kamu mendengarnya


Jika kamu perhatikan, aku merasa sangat cemas, aku ingat itu


neon cham moksoriga johasseo


gati georeul ttae deo johasseo


geurae geureol ttaega isseosseo

__ADS_1


gaseum sirige saranghaesseottdeon nal isseosseo


Suaramu begitu indah


Bahkan lebih baik ketika kita berjalan bersama


Ya, aku ingat saat-saat itu


Itulah hari-hari di mana aku mencintaimu sampai hatiku sakit


neon naege maeil cheossarang


bomnuni odeut geureohge naneun gidaryeo


seolleideon geunaldo chwihaesseottdeon geu bamdo


maeumi isanghae baram bureool jeumimyeon


Kamu adalah cinta pertamaku setiap hari


Sama seperti salju di musim semi, aku menunggumu


Siang yang mendebarkan hati, malam yang memabukkan


Hatiku terasa aneh setiap kali angin bertiup


Sondia: First Love


Meskipun banyak di antara mereka tidak mengerti dengan lirik yang Byan nyanyikan. Namun dari seberapa tulus Byan menyanyikan lagu itu, mereka ikut terhanyut seolah mereka mengerti dengan apa yang Byan rasakan saat ini.


Bait terakhir selesai Byan nyanyikan. Aldi mulai bertepuk tangan di susul dengan yang lain. Byan sedikit terkekeh. Ketika dia ingin beranjak, tiba-tiba hujan turun sangat lebat. Semua orang berhamburan memasuki camp mereka masing-masing. Hingga, yang tersisa hanya Byan dan Brian. Kedua orang itu masih saling menatap, saling melempar senyum, hingga pada akhirnya mereka tertawa bersama.


Brian beranjak dari duduknya. Dia menarik tangan Byan, lalu membawa gadis pujaan hatinya masuk ke dalam camp. Entah kenapa malam ini Byan merasa gelisah. Jantungnya terus berdegup tak karuan. Tatapan suaminya yang begitu memuja membuat Byan hilang akal.


To Be Continued.


Udah dulu ya..Nanti lanjut lagi. 🤣🤣🤣🤣


__ADS_1


Tampilan Eneng malam ini.


Jangan lupa like dan komentar nya Guys.


__ADS_2