Dinikahi Sugar Daddy

Dinikahi Sugar Daddy
Masalah Datang Bulan


__ADS_3

Flashback on


Satu bulan yang lalu. Di dalam mobil di dekat sekolah Bian. Sore itu sedang hujan lebat. Bian masuk ke dalam mobil dengan wajah yang sedih, Brian dan Dito pada awalnya tidak sadar, namun baru jalan beberapa meter, mereka berdua di buat terkejut lantaran Bian yang tiba-tiba mengis seperti bayi. Dia meraung-raung sembari menutup wajah.


"Boncel, kamu kenapa? Di ganggu orang? Kamu gak papa kan?" Brian bertanya dengan wajah yang bingung. Dito hanya memperhatikan Tuan dan Nyonya Muda dia dari spion depan.


"Hikssss. Om, guru bahasa Indonesia nya jahat sama Bian, kenapa dia ngasih nilai 79 sama tugas yang udah Bian kerjakan, padahal kan 1 biji lagi juga 80. Hikssss, guru itu bilang kalau Bian telat ngumpulin tugas jadi dia ngurangin nilai Bian. Hikssss." Gadis itu kembali menangis sesenggukan. Dia mengusap air matanya lalu menatap Brian dan Dito bergantian.


"Kalian, kenapa kalian memakai pakaian hitam, kalian mau ngejek Bian ya karena Bian dapat nilai jelek, maksud kalian kalian mau berkabung?"


Brian dan Dito saling pandang. Dito mengangkat bahunya acuh ketika Brian menatapnya dengan tatapan seolah dia bertanya apa yang sebenarnya terjadi.


"Kamu itu ke sambet ya?" Bian yang mendapat pertanyaan seperti itu malah menangis semakin menjadi.


"Bian benci kalian. Hiks, Hiks, Om Dito, Bian mau ke mini market dulu. Hikssss, Bian mau beli pembalut Hikssss."


Dito mengangguk mengiyakan. Sekarang dia tahu kenapa Bian bersikap aneh seperti tadi. Setidaknya Dito pernah menjalin hubungan dengan seseorang, jadi dia tahu, jika perempuan terkadang akan menjadi sangat menjengkelkan ketika sedang datang bulan. Mereka menjadi lebih sensitif dan lebih mudah tersinggung. Namun yang seperti Bian, Dito baru melihatnya. Setelah mengetahui apa yang terjadi, Dito menahan senyum, dia merasa Bian ini unik dan sangat lucu.


"Kenapa kamu Dito?" Tanya Brian sinis karena Dito malah senyum-senyum seperti orang bodoh.

__ADS_1


"Akh, saya tidak apa-apa Tuan Muda, maaf."


Flashback off.


Bian memangku tubuh mungil Bian keluar dari dalam mobil. Mungkin Bian lelah menangis sepanjang jalan, jadi dia tidur sangat lelap.


"Mbak Bian kenapa Kak?" Aldi bertanya ketika melihat Brian membopong tubuh Bian masuk ke dalam rumah.


"Dia gak papa. Cuma kecapean aja." Brian berbicara sembari terus berjalan, sementara Aldi terus mengikutinya.


"O iya Al, es krim, coklat dan yoghurt masih ada kan?" Tanya Brian yang di balas anggukan oleh Aldi.


Brian mengangguk. "Ya sudah kalau memang masih ada. Kakak mau nidurin Bian dulu. Ibu belum pulang?" Tanya Brian lagi.


"Belum Kak, katanya baru akan pulang dua hari lagi. Ayah masih belum menyelesaikan urusan bisnisnya. Mbok Jum juga baru akan kembali lusa. Katanya anaknya masih sakit."


"Ya sudah gak papa. Kamu pergilah ke kamar kamu, kenapa malah ikut masuk?" Tanya Brian ketika melihat Aldi malah ikut masuk ke kamarnya.


"Akh maaf Kak, tadi Aldi cuma mau bukain pintu aja."

__ADS_1


Aldi sedikit terperanjat ketika Brian menutup pintu kamarnya kasar. Aldi mendengus. Dia berjalan menjauh dari kamar Bian dan Brian menuju kamar Bima. Lebih baik dia main game daripada pusing menanggapi Brian yang selalu bersikap seenaknya.


Brian menurunkan Bian dengan sangat hati-hati. Dia melepaskan sepatu yang Bian kenakan lalu kembali menatap wajah gadis itu. Sudut bibirnya tertarik ke atas melihat Bian yang tidur dengan nyenyak. Satu tangannya terulur menyelipkan rambut Bian ke telinga gadis itu. Bian terlihat lebih cantik jika diam seperti ini.


Drtzzzzz.


Drtzzzzz.


Drtzzzzz.


Brian mengambil ponsel dari saku celana yang dia kenakan. Setelah menggeser layar, dia menempelkan ponselnya ke telinga.


"Ada apa Sisil?"


"Sayang aku kangen. Malam ini aku ingin tidur dengan mu. Boleh ya!" suara seksi di balik telepon membuat Brian tersenyum. Dia melihat Bian sekilas lalu kembali berbicara.


"Aku akan datang. Berdandan yang cantik!" Ucap Brian yang di jawab antusias oleh Sisil.


Brian menyelimuti tubuh istrinya lalu berjalan ke kamar mandi untuk bersiap-siap pergi.

__ADS_1


To Be Continued.


__ADS_2