Dinikahi Sugar Daddy

Dinikahi Sugar Daddy
Byan Ngamuk


__ADS_3

Maaf hari ini update nya rada ngaret Guys. Author kepincut acara dating tv Korea. 😭😭 Oke cus kita lanjut.


.


.


.


Brian terheran melihat istrinya yang sejak pulang dari sekolah tidak henti-hentinya tersenyum. Sebenarnya tidak masalah jika gadis itu terlihat sangat happy, namun Brian hanya ingin tahu, kenapa dia bisa sampai seperti ini.


"By!"


Brian yang sedang mengerjakan sesuatu di meja kerjanya menutup laptop lalu berjalan mendekati Byan yang sedang duduk di depan meja rias sembari menyisir rambutnya.


"Iya, kenapa Om, mau cium Byan lagi? Nanti aja ya, bibir Byan masih kebas ini. Om lihat, bahkan bibir dalamnya sudah membiru." Byan menoleh ke arah suaminya. Dia menarik bibir bawahnya berusaha menunjukkan bibir nya yang cidera akibat hisa pan vakum yang suaminya lakukan.


Brian menggelengkan kepalanya. Dia mengangkat tubuh Byan dan mendudukkan gadis itu di atas meja. Byan mendongak, matanya menatap lekat wajah sang suami dengan tangan yang dia kalungkan di leher jenjang suaminya.


"Kenapa?" Tanya Byan tanpa suara. Dia memberikan senyum termasnisnya membuat Brian meleleh dan hampir saja luber.


"Cantik!" ucap Brian spontan. Dia menyentuh bibir Byan lembut seperti sedang menyentuh porselin yang mudah pecah.


"Jangan menatapku sambil tersenyum seperti itu By. Kau tahu, jantungku rasanya akan melompat dan berlari karena takut meledak."


Byan terkekeh. Dia menarik leher Brian mendaratkan kecupan di bibir pria itu hingga memunculkan semburat merah pada wajah tampan suaminya. Brian tak kuasa menahan senyum. Hatinya mengatakan untuk tidak terkecoh tapi wajahnya tidak bisa di ajak kompromi.

__ADS_1


"Astaga, gadis ini bener-bener bisa membuatku gila," geram Brian dalam hati.


Brian mencoba untuk relaks, dia tidak boleh terlihat lemah oleh gadis ini. Brian berdehem dan kembali fokus pada niat awalnya.


"Jangan mengalihkan pembicaraan. Aku ingin bertanya, kenapa sejak tadi kau tersenyum seperti itu? Apa ada hal baik yang terjadi si sekolah?"


Byan mengangguk dengan mantap. Kini senyuman nya menjadi semakin lebar. Gadis itu merasa sangat bahagia. "Om tahu, tadi di sekolah ada keributan yang dilakukan teman-teman Byan. Byan hanya merasa jika mereka ini sangat lucu."


Panjang lebar Byan menceritakan kejadian tadi siang. Mungkin dia sudah berbicara lebih dari 10 menit, namun Brian sama sekali tidak beranjak. Dia masih menunduk memeluk pinggang Byan dan mendengarkan semua kalimat yang istrinya ucapkan. Di mata Brian, tidak ada yang lebih lucu dan lebih cantik dari istrinya. Wajah mungil ini, hidung kecil namun mancung, bibir kecil namun sedikit bulat, alis, mata, Brian menyukai semua yang ada pada diri gadis itu. Bahkan kepribadiannya, Byan ini sangat baik, tidak ada cacat dalam dirinya yang bisa membuat Brian lari ke tempat lain.


"Ekhemmmm. Byan terlalu banyak bicara ya Om?"


Brian menggeleng. Dia menarik pinggang Byan semakin erat lalu mendekap tubuh mungil itu hangat. Byan ikut tersenyum. Dia memang sangat suka bercerita. Apalagi, jika dia bercerita kepada orang yang paling dekat dengan dia.


"Om, Byan seret nih. Byan ke bawah dulu ya, mau ngambil ice cream."


"Aldiiiiiii!!!!! Kak Bima!!!!"


Byan menatap horor kedua laki-laki yang sedang duduk di sofa sembari memakan ice cream dengan lahap.


"Aldi ikh, kenapa ice cream Byan di abisin, Kak Bima kok tega sih."


Melihat kedua orang di depannya tidak merespon membuat Byan kesal. Byan mengambil sebuah sapu dari dekat pantry lalu menghantamkan sapu itu di kaki Aldi dan di kaki Bima.


"Bukh!"

__ADS_1


"Bukh!"


"Akh, kamu ngapain sih Byan, gak ada kerjaan. Emangnya gak sakit apa di timpuk-timpuk begitu!"


Aldi langsung berdiri dan protes tak terima. Bima juga melakukan hal yang sama. Dia meletakkan cup ice krim terakhir di atas meja lalu berlari bersembunyi di belakang badan Aldi. Bukannya menjawab, Byan malah meneriaki ipar-iparnya dan terus mengejar Aldi dan Bima ke sana ke mari.


Brian hanya memperhatikan kerusuhan itu dari atas. Dia tidak mau merusak hubungan yang terjalin antara kedua adiknya dengan Byan.


"Brukkkkk!"


Setelah lebih dari 10 menit Byan berputar-putar, Byan menjatuhkan dirinya di atas lantai.


"Hikssss, kalian tega sama Byan. Kalian bilang kalian sayang sama Byan. Kenapa ice krim Byan di habisin sih. Byan belum nyoba satupun rasa yang baru. Hiksssss. Ibu, mereka bohong. Mereka tidak menyayangi ku Bu."


Aldi dan Bima mendekat ke arah Byan. Mereka berdua berjongkok dan menyodorkan lengan mereka. "Pukul saja lengan kami By, maaf ice krimnya habis Abisnya cuaca hari ini panas banget. Kita jadi gerah By. Gak tahan."


"Diam! Byan gak butuh pembelaan diri kalian. Byan mau es krim. Hiksssss!" Byan menangis semakin meraung-raung. Aldi dan Bima menjadi sangat kelabakan. Mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan agar mereka bisa membuat Byan berhenti menangis.


"Sudah jangan menangis. Biarkan mereka membeli ice cream yang baru ya!"


Brian merengkuh tubuh istrinya, Byan langsung berdiri dan berbalik untuk memeluk sang suami. "Om, Byan mau beli sendiri. Om temenin Byan ya!"


Nah lho. Kamu yang kena Bi. 🤣🤣🤣


To Be Continued.

__ADS_1


Taburan bunga sama kemenyan jangan lupa Guys. 🏋️


__ADS_2