Dinikahi Sugar Daddy

Dinikahi Sugar Daddy
Mimpi???


__ADS_3

Brian menatap wajah istrinya yang sedang terlelap. Wanita ini benar-benar mampu membolak-balikkan kan kehidupannya, sebelum wanita ini hadir dalam hidupnya, Brian selalu merasa jika hidup ini terlalu mudah, dia tidak pernah merasakan sesuatu yang bisa membuatnya menginginkan sesuatu, mengkhawatirkan sesuatu, atau membuat hatinya resah sampai dia bertingkah seperti orang gila.


Seulas senyum terukir di bibir keriting itu, mengecup kening istrinya sekilas, lalu membetulkan posisi bantal khusus yang menyangga tubuh istrinya setiap kali dia tidur.


"Kau benar-benar membuatku ketakutan By!" ujar Brian mengelus kepala istrinya lembut.


Brian sudah hampir kehilangan jantungnya saat melihat Byan terkulai di toilet kantor tadi siang, namun, ketika dia memeriksa keadaan sang istri, kalian tahu apa yang terjadi? Ya, Byan ketiduran di toilet. Ibu hamil ini sudah membuat Brian kelabakan setengah mati, namun Byan ternyata tidak apa-apa dan hanya tidur karena kelelahan.


"Apa dia baik-baik saja Bri?" tanya Anjani masuk ke dalam kamar Brian dan Byan.


"Hmm, dia baik-baik saja Bu!"


"Syukurlah kalau begitu, kau harus menjaganya baik-baik Bi, kau sendiri tahu, kehamilan ini memang membuat kebiasaan orang berubah secara tiba-tiba, bukan hanya pola makan, pola tidur, bahkan emosinya pun akan sangat tidak stabil. Di tambah, Byan ini sedang mengandung anak kembar, dia pasti sangat kesulitan. Kau harus lebih memperhatikan nya Nak, rawat dan sayangi dia, kita mengambil nya secara paksa kala itu, jadi buat dia bahagia, jangan sampai dia menyesal karena telah menerima pernikahan yang dulunya tidak kalian inginkan."


Brian mengangguk, memang benar, dulu dia maupun Byan tidak siap menerima pernikahan ini, bahkan Brian sempat melakukan hal-hal bodoh untuk membuat Byan terluka, namun sekarang, Byan tidak akan melakukan itu lagi. Brian akan membuat wanita ini bahagia sampai dia tidak akan mau lepas dari genggamannya.


"Terima kasih Bu!"


Anjani tersenyum. Brian pun melakukan hal yang sama, Brian sangat bersyukur karena memiliki dua wanita yang sangat berharga di dalam hidupnya, wanita-wanita ini adalah wanita-wanita hebat. Mereka sangat pengertian dan perhatian, terlebih Anjani, sebagai seorang mertua, dia tidak pernah merasa cemburu tat kala Brian memperlakukan Byan dengan sangat istimewa, Anjani selalu mendukung apapun yang Brian lakukan, padahal, Brian pernah mendengar, jika seorang ibu akan sangat cemburu jika melihat anak laki-lakinya sangat menyayangi istrinya.


*Curhat nih Thor?🤣*


...----------------...


Di belahan tempat yang lain, sepasang suami istri sedang sibuk berkelahi. Anandita terus menghajar dan memukul Haris membabi-buta. Wanita itu terlihat sangat menyeramkan, tanduknya keluar dengan sempurna tat kala dia menggeram membuat suara yang bisa menjadikan suaminya ciut tak punya nyali.


"Sayang, aku bisa jelaskan semuanya, kau itu salah paham, aku sudah bilang kalau Instagram milik ku di hack orang. Aku berani bersumpah kalau aku tidak membuat samua DM itu, aku hanya mencintaimu, aku sudah bilang kalau aku hanya mencintaimu!"


"Cih, cinta? Katamu cinta? Cinta apa yang kau maksud, apakah aku kurang cantik bagimu? Aku kurang seksi? Kenapa kau sangat senang berkomunikasi dengan wanita-wanita ulat seperti itu, kau tahu mereka adalah ulat-ulat berbulu, tapi kenapa kau yang gatal!"

__ADS_1


Bughhhhh Bughhhhh Bughhhhh.


Anandita terus memukul Haris menggunakan bantal. Wanita itu sama sekali tidak berniat untuk berhenti, Anandita sangat kesal sekarang, jadi jangan berusaha untuk menghentikan nya.


*Author gak akan bilang stop kok Dit, Monggo di lanjut. 🤭*


Haris bingung harus mengatakan apa lagi. Dia sudah menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, namun Anandita tidak mempercayainya. Dan siapa yang telah melakukan semua ini padanya, orang itu benar-benar minta di bumi hanguskan.


Gerep!


Haris memeluk dan mendekap istrinya kuat, meskipun wanita itu juga tak kalah kuat darinya, Haris tidak langsung menyerah, dia masih tetap dengan posisinya, memeluk Anandita meskipun wanita itu masih memukul punggungnya terus menerus.


"Lepaskan aku ba ... hmmmptz."


Anandita bungkam saat bibirnya di sapu oleh bibir sang suami. Sapuan yang awalnya sangat kasar dan menuntut, lama kelamaan menjadi sangat lembut. Penuh kehati-hatian juga syarat akan cinta. Haris tersenyum di sela-sela ciuman yang mereka lakukan, Anandita sudah melunak, dia tak lagi meronta dan memukulinya. Wanita itu bahkan membalas kecupan, dan lu matan yang dia lakukan.


Mendapat lampu hijau dari sang istri, Haris mulai melancarkan aksinya, membaringkan Anandita di atas tempat tidur, dan semakin menjelajahi tubuh molek nan indah itu, wajah mereka semakin memanas, debaran jantung keduanya mulai tak karuan, napas yang tersengal-sengal, juga gelenyar cinta di tubuh mereka semakin kuat.


"Kita lakukan pelan-pelan sayang!" bisik Haris dengan suara harimau nya. Anandita tersenyum, jika sudah seperti ini, dia mengaku kalah, dia tidak bisa marah atau kesal kepada suaminya. Aneh bukan? Hal seperti ini bisa membuat seorang Anandita tunduk.


...----------------...


Wanita hamil yang tadi sedang tidur tiba-tiba menangis membuat Brian yang sedang mengerjakan sesuatu di meja kerjanya yang ada di kamar terkejut, buru-buru dia menghampiri sang istri.


"Baby! Hei! Sayang!"


Brian menepuk pipi istrinya lembut, Byan sepertinya mengigau kerena dia menangis namun matanya masih terpejam.


"Brengsek!"

__ADS_1


Plakkkkkkk!


Brian termenung, mantap istrinya dengan wajah bodoh.


"Hikssss, Om jahat," ucap wanita itu mulai membuka mata. Buliran kristal dari matanya bercucuran, meskipun Brian merasakan panas yang kuat biasa di pipinya, dia tidak memperdulikan itu. Dia hanya sangat penasaran, kenapa sang istri tiba-tiba menagis sambil marah-marah.


"Baby! Ada apa sayang? Apa aku membuat kesalahan? Aku membuat mu sedih?"


Brian menggeser bantal yang tadi di pakai istrinya, duduk di samping sang istri, mendekap tubuh yang kini sedang bergetar itu hangat.


"Hikssss. Om jahat, Om jahat sama Byan, Om udah gak sayang lagi sama Byan, kenapa Om melakukan hal itu, Om memeluk wanita lain padahal Byan sedang mengandung bayi-bayi kecebong milik Om."


Kening Brian semakin mengkerut, dia masih memikirkan apa yang sebenarnya sedang istrinya katakan, tangan mungil itu terus memukul lengannya tidak berhenti.


"Sayang, kau hanya bermimpi, itu tidak nyata, lihat aku!" Brian menangkup wajah istrinya meminta Byan untuk menatap wajahnya. "Aku ada di sini, aku tidak kemana-mana. Aku tidak memeluk wanita lain."


"Huaaaaaa!" Wanita itu malah semakin meraung tak karuan. "Byan tahu, tapi, Byan tetap saja tidak terima, meskipun itu di dalam mimpi, seharusnya Om tidak memeluk wanita lain. Om harusnya pikirin Byan sama bayi-bayi ini. Hikssss."


Brian mengangguk, sungguh, dia sangat ingin tertawa sekarang, bagaimana caranya dia bisa mengendalikan sosoknya yang ada di dalam mimpi sang istri. Ini terdengar sangat konyol, namun ini adalah Byan, Ibu hamil yang pemikiran nya tidak bisa di artikan menggunakan logika.


"Maafkan aku Baby, lain kali, jika aku melakukan hal seperti itu di dalam mimpimu, kau boleh membunuhku jika kau mau."


Byan menggelengkan kepalanya kuat. "Tidak bisa, Byan sayang sama Om, Byan gak bisa lakuin itu."


"Tapi itu hanya mimpi sayang."


"Pokoknya Byan gak bisa."


Brian terkekeh. "Ya sudah, gak usah kalau begitu. Maafkan Daddy Baby!"

__ADS_1


To Be Continued.


Jangan lupa like dan komentar nya Guys . Kalau kalian tahu Ig Author, Author ada cerita baru di .... Di jamin gak kalah seru sama Byan. Ceritanya tentang seorang Dokter yang pura-pura Amnesia supaya dia bisa tinggal lebih lama dengan seorang bidan desa yang menolongnya. Cus kepoin ya. Thank you Yeorobun. 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2