Dinikahi Sugar Daddy

Dinikahi Sugar Daddy
Keanehan Anjani dan Nugroho


__ADS_3

Byan tercengang bukan main. Ucapan Aldi tidak salah, Anjani ini memang kolektor foto-foto tak lazim milik Byan dan Brian, beruntung tadi Byan kekeuh melarang teman-temannya ikut ke rumah, jika mereka tahu foto-foto ini, Byan dan Brian pasti akan habis jadi bahan guyonan. Byan sampai pura-pura mengantuk dan minta pulang lebih dulu supaya dia bisa mengambil album foto perjalanan cintanya dengan Brian.


"Om, ini foto pas kita pertama kali ketemu kan, pas Byan pikir Byan di gendong malaikat kematian."


Brian tersenyum, semakin merapatkan tubuhnya pada punggung sang istri, kedua tangannya anteng mengelus perut buncit istrinya. Posisinya yang mengangkangi Byan dari belakang membuat dia leluasa untuk melihat apa yang Byan lihat.


"Apa aku se menyeramkan itu sampai kau tega berpikir jika aku bukan manusia?"


Byan tergelak geli. "Bukan seperti itu Sayang, tapi kan saat itu aku jatuh dari ketinggian, aku pikir aku meninggal karena melihat wajah tampan Om. Tapi kok bisa yah Ibu dapet foto ini."


"Mereka itu berkomplot. Ibu dan Ayah memang sangat senang melihat aku semakin dekat dengan mu."


Byan mengangguk-anggukan kepalanya. "Dan yang ini, ini foto gigitan Byan kan, sama cakaran nya juga," ucap Byan menolehkan kepalanya ke samping.


"Iya, aku rasa sampai sekarang pun masih berbekas."


"Iya kah?"


Byan langsung menaruh album foto di atas ranjang, berdiri lalu berbalik dan menurunkan piyama sang suami hingga turun melewati bahunya.


Matanya terbelalak, wanita itu membekap mulut dengan kedua tangannya. "Woahhh beneran ada Om. Ini bukan tato, tapi cap tanda kepemilikan dari Byan untuk Om. "


Brian terkekeh, baru saja dia melihat sang istri tercengang, setelah itu, dia malah menunjukkan ekspresi seolah dia sedang membanggakan dirinya sendiri.


"Tapi ini pasti sakit kan Om?"


Byan menyentuh bekas gigitan di bahu sang suami lembut, tatapannya juga sayu, Brian yang melihat itu buru-buru menaikan piyamanya lagi.


"Ini gak sakit, aku senang karena mendapatkan tanda eksklusif dari wanita yang aku cintai. Hanya kau yang bisa dan boleh melakukan itu!"

__ADS_1


Byan mengangguk, mengusap kepala Brian lembut tat kala pria itu memeluk pinggangnya yang jelas-jelas sudah tidak ramping seperti dulu.


"Om!"


"Heum, ada apa Baby?"


Byan memejamkan mata sebelum mengucapkan kalimat selanjutnya. Brian mengerutkan kening melihat gelagat tidak biasa yang istrinya tunjukan. Brian tahu, Byan pasti sedang menyiapkan permintaan tidak biasa untuknya.


"Katakan saja!" ujarnya meyakinkan sang istri.


Byan tersenyum sumringah. Dia menunduk dan mendekatkan bibirnya pada telinga sang suami. "Byan boleh gak gigit bahu Om yang satunya lagi?"


Setelah berbisik, Byan menjauhkan wajahnya menatap suaminya dengan mata memelas, sungguh, dia sebenarnya agak mau meminta hal ini, namun entah kenapa tiba-tiba dorongan itu muncul begitu saja.


Brian belum menjawab, dia masih menatap istrinya lekat, tanpa berkedip dan tanpa ekspresi, hanya menatap Byan lama hingga Byan pun semakin di buat penasaran dengan respon suaminya.


...----------------...


Sibuk melepas penat sisa-sisa menghadiri resepsi pernikahannya, Bima membaringkan diri di atas ranjang berukuran king size di sebuah kamar hotel yang telah di siapkan Adelle. Pria itu memejamkan mata karena cukup lelah, tangannya bergerak melepas dua kancing teratas kemeja putih yang dia kenakan.


Adelle keluar dari kamar mandi, dengan rambut sedikit basah, dan juga lingerie seksi yang begitu menggoda. Bibirnya menyunggingkan senyum melihat suami yang sudah berbaring di atas ranjang. Dengan gerakan perlahan, dia berjalan mendekati ranjang, namun sebelum itu, dia mengambil sebuah oil lotion di atas nakas.


Dengan gerakan yang sensual, Adelle menaikan satu kakinya ke atas ranjang. Lingerie di atas paha itu semakin naik ke atas hingga membuat seluruh kakinya polos tanpa apapun.


"Sayang, mandilah lebih dulu, badanmu pasti lengket semua!"


Bima membuka matanya saat mendengar suara merdu nan mendayu milik sang istri. Matanya terpaku, melotot tanpa bisa berkedip, pemandangan macam apa ini, Adelle, wanita dewasa itu terlihat sangat seksih, tubuh yang langsing namun berisi dan padat di beberapa bagian menjadikan nya terlihat begitu menggoda. Matanya perlahan turun, menyaksikan gerak gemulai tangan Adelle yang sedang mengoleskan lotion dari ujung kaki sampai ke pangkal pahanya.


Glekkk!

__ADS_1


"Shittt*!" gumam Bima dalam hati. Pria itu berusaha mengalihkan pandangannya. Kepalanya memang bergerak, namun matanya masih tetap fokus pada satu titik, sesuatu yang untuk pertama kali dia lihat secara langsung ternyata lebih menggoda dan lebih berbahaya dari apa yang pernah dia lihat chanel biru yang dia miliki.


"Tuan Bima!"


Tiba-tiba Adelle merangkak, duduk di atas pangkuan Bima, menatap pria itu penuh percaya diri sembari menggigit bibir bawahnya. Tangannya terulur, mengusap wajah Bima lembut, sangat lembut, jemari mungil itu terus membuat gerakan yang membuat sekujur tubuh Bima kaku, wajah dan otaknya panas seketika.


"His*p lah!" titah Adelle memasukkan jempol tangannya ke mulut suaminya. Bibirnya. Lesung pipinya muncul saat Bima menurut tanpa melakukan protes apapun, melihat Bima yang semakin tergoda dan tidak bisa berkutik, Adelle merasa sangat gemas. Setelah menarik jempolnya dari mulut Bima, dia mendorong kepala Bima dengan jari telunjuknya hingga pria itu tidur terlentang dengan mata yang fokus menatap dirinya.


Jemari lentik nan mulus itu bergerak menyentuh rahang, leher, terus turun hingga sedikit memainkan jakun yang sudah mulai naik turun gelisah. Bagai di beri semangat, Adelle semakin menurunkan tangannya membuka kancing kemeja Bima satu persatu hingga dia sampai di titik terakhir yaitu atas pusar sang suami, memainkan perut penuh otot Bima dengan gerakan yang membuat pria itu semakin bergerak gelisah.


Brukkkkk!


Seketika Bima membalik keadaan. Kini Adelle lah yang ada di bawah kungkungan nya. Merasa di permainkan oleh sang istri, Bima tak segan, dia membuka dan melempar kemejanya ke sembarang arah, melepaskan ikat pinggang dan membuat sebuah simpul lalu mengikat kedua tangan Adelle dengan simpul tersebut.


"Malam ini aku yang akan jadi Joki!" bisik Bima menunduk di antara bahu dan telinga istrinya.


Adelle tersenyum, dia merasa jika Bima ini hanya sedang bermain-main dengannya. Namun senyumannya langsung luntur begitu Bima membuka celananya hingga, sesuatu yang besar nan kekar keluar dari sangkarnya.


"Sayang, tunggu! Aku ... aku masih butuh persiapan!" Adelle gugup bukan main. Melihat Bima tersenyum menyeringai, Adelle semakin kalut. Dia berusaha untuk bergerak, membalik tubuhnya dan merangkak di atas ranjang, sialnya, karena kedua tangannya terikat, Adelle malah tersungkur.


"Sayang ampuni aku ... aku tidak akan menggangu mu lagi!"


Dia berharap jika Bima akan melepaskannya. Namun ternya dia salah, Bima malah menarik kedua kakinya hingga Adelle mencengkram kuat kain seprei dengan kedua tangannya yang terikat.


"Kau salah memilih mangsa sayang!"


To Be Continued.


Hai Guys. Telat lagi ya. Mianhae. 🤣🤣🤣🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2