Dinikahi Sugar Daddy

Dinikahi Sugar Daddy
Masalah Sugar Daddy


__ADS_3

Hayoloh like sama komentarnya jangan lupa. Nanti tak kasih up bab banyak-banyak sehari. 🤣🤣 Maksa ya Guys, maafkan kekhilafan diriku.


Oke cus langsung aja.


.


.


Sesampainya di sekolah, Bian langsung turun dari mobil dan menghampiri kedua sahabatnya yang sudah menunggu Bian sejak tadi. Bian tersenyum seperti biasa. Meskipun dengan mata panda yang cukup terlihat, namun Bian masih bersikap seperti biasanya.


"Elu itu kemana aja sih, kok nomor hp gak aktif? Gw penasaran banget sama gosip yang beredar di sekolah ini." Anandita langsung merangkul bahu Bian juga bahu Navisa. Dia tidak memperdulikan Aldi yang sudah cemberut dengan wajah yang di tekuk masam.


"Kenapa Lo Bro, cewe incaran Lo pergi?" ucap salah satu sahabat Aldi yang baru saja memarkirkan mobilnya.


Aldi mendesah. "Sialan Lo Mike."


Mike terkekeh. Dia memasukan kedua tangannya ke saku celana, lalu mengikuti Aldi yang sudah berjalan lebih dulu. "Emang si Bian itu semenarik apa sih? Dari yang gue liat, dia gak cantik-cantik banget, cantik sih, tapi standar aja gitu. Tapi kalau Lo sampe suka sama dia, berarti ada sesuatu yang sepesial kan?" Mike menaik turunkan alisnya membuat Aldi sedikit jengah.


"Jangan macam-macam Lo Mike, kalau Lo berani ganggu dia, gue jamin, hidup Lo gak akan lama lagi."

__ADS_1


Mike pura-pura menampilkan ekspresi takut, namun setelah itu dia tertawa. "Sepertinya dia benar-benar sepesial, boleh lah gue nyicip."


Aldi langsung membulatkan matanya. Tangannya sudah terulur untuk menarik kerah baju Mike, namun Mike lebih cepat dari Aldi. Dia berlari meninggalkan Aldi setelah mengacungkan jari tengahnya.


"Brengsek Lo Mike!" Aldi berlari mengejar Mike dengan kekuatan penuh. Mike memang sahabat yang paling dekat dengan Aldi, namun Aldi tahu, Mike itu adalah sejenis bad boy yang suka bergonta ganti pacar. Mike tidak pernah mencintai perempuan dengan tulus malah akan dengan senang hati membuat para perempuan yang menyukainya patah hati.


****


"Ada apa sih Dita, kok kamu heboh banget gitu? Ada gosip apa lagi?"


Bian duduk setelah Anandita menuntunnya untuk duduk. Sebenarnya bukan cuma Anandita, karena Navisa juga ikut-ikutan ingin mengintrogasi Bian.


Bian tertawa mendengar celotehan Anandita. "Kamu ini, masa gosip kayak gitu di percaya. Lagipula, kalau aku jadi simpanan Om-om emang kenapa? Bikin rugi semua orang? Kan enggak? Aku hidup karena ada orang yang bertanggung jawab untuk hidupku. Lagian, enak tahu jadi simpenan Om-om."


Navisa dan Anandita langsung melotot. Mereka berdua saling tatap lalu kembali menatap Bian.


"Wah, hebat banget Lo Bi, Gue pikir Lo cupu, ternyata suhu. Om mana nih yang Lo temenin, kenalin gue juga dong." Anandita terlihat sangat antusias. Dia semakin heboh dan lebih bersemangat.


Bian menautkan kedua alisnya.

__ADS_1


Peletak!


"Akh!" Anandita meringis ketika jemari Bain menyentil keningnya.


"Kamu ini, masa kamu percaya sama yang aku bilang, mana tahu aku yang begituan."


"Tapi emang beneran kalau jadi simpanan Om-om bisa dapat uang banyak?"


Navisa menepuk jidatnya. Kedua sahabatnya ini memang selalu out of the box. Yang satu petakilan parah, dan yang satunya polos dengan otak yang lurus selurus jalan tol.


"Ekh, ada simpanan Daddy nih di kelas kita. Uah, kayaknya dapat ponsel baru ya dari Daddy!"


Bian, Anandita dan Navisa langsung menoleh ke arah sumber suara. Anandita memutar bola matanya malas melihat Agnes juga teman-teman nya mendekat ke arah mereka.


"Kenapa diem? Mulutnya udah ketutup ya sama uang dari Daddy?"


Kembali kata Daddy Agnes tekankan membuat Anandita yang memang agak bar-bar tersulut emosi.


"Apaan sih Lo Agnes, kalau mau ribut ngomong jangan mancing-mancing kayak gitu, Lo pikir ini pemancingan ikan apa?"

__ADS_1


To Be Continued.


__ADS_2