
Hai semuanya. Apa kabar? Kalian sehat2 kan? Author balik nih, setelah beberapa purnama. Author gak tenang karena inget janji mau lanjut kisah, Bara sama Nabila. Sekarang Author up ya. Insyaallah konflik ringan dan ada komedinya meskipun gak banyak. 🤣 Baru update sih. Baru satu bab. pengenalan aja dulu. Kalau kalian suka, nanti Author lanjut. Gak harus baca novel sebelumnya jika tidak ingin tahu masalalu si Bara. Bisa langsung gas dari novel ini aja.
Ini utuk potongan bab pertamanya. Happy reading.
Tin! Tin! Tin!
Suara klakson mobil begitu bising. Para pengendara itu mengumpat Nabila dan meneriakinya gila. Namun, orang yang diteriaki mendadak tuli. Dia benar-benar tidak mendengar dan tidak sadar jika saat ini dia sedang berjalan di zebra cross yang lampunya masih merah. Tanda hijau untuk pejalan kaki belum menyala. Tatapan Nabila kosong ... tidak ada yang berani menghentikan kegilaan Nabila karena malam itu jalanan cukup ramai.
__ADS_1
Tinnnnnnn!
Suara klakson panjang tiba-tiba mengusik pendengaran Nabila. Wanita itu menoleh, matanya langsung membola begitu cahaya mobil di depan menusuk mata hingga pandangan dia ... mejadi buram dan ....
Brukkkkk!
"Telpon ambulan! Seseorang, tolong telpon ambulan!"
__ADS_1
Suasana di sana benar-benar tidak terlihat baik-baik saja. Para pejalan kaki dan juga pengendara mengerumuni mobil yang menyebabkan kecelakaan. Mereka menggedor pintu mobil itu berkali-kali. Namun, orang yang ada di dalam bergeming.
Pintu depan mobil terbuka. Seseorang langsung menarik kerah baju laki-laki itu ingin menghajarnya. Namun, tidak jadi karena polantas tiba-tiba ada di lokasi.
"Saya akan bertanggungjawab. Saya akan membawa orang itu ke rumah saki," ujarnya membuat semua orang kembali melunak.
__ADS_1