Dinikahi Sugar Daddy

Dinikahi Sugar Daddy
Merajuk


__ADS_3

Maaf jika ada kata-kata yang kurang pantas dan sebagainya. Di Blurb author udah bilang kalau ini novel berbau perbucinan. Jadi mohon pengertiannya. Dan untuk beberapa paragraf yang harusnya bercetak miring, entah kenapa pas udah di up kok malah gak miring. Author gak tahu itu kesalahan sistem atau apa. Maaf kalau gak nyaman. 🙏


Cusss lanjut ....


🔥🔥🔥🔥


Malam ini Brian menemani Byan bermain game di kamar Bima. Sebenarnya Brian agak sedikit kesal karena bukannya belajar untuk ujian, Byan malah sibuk mengurus pertandingan e-sport yang akan Bima ikuti. Meskipun itu adalah hal yang positif. Tapi tetap saja seharusnya Byan lebih mengutamakan sekolahnya ketimbang membantu Bima.


"Kenapa Om merengut gitu? Kangen sama Tante, Sisil, atau sama Tante Mira?"


Aldi dan Bima menoleh ke arah Brian. Mereka tahu Sisil siapa, namun Mira, nama siapa lagi itu.


Brian mendesah mendengar pertanyaan sarkatik yang Byan tunjukan padanya. Bahkan Brian tahu jika Aldi dan Bima sedang mencurigainya. Entah kenapa sejak pulang membeli ice cream, bukannya happy Byan malah terus menggerutu sambil menyebut-nyebut nama Mira. Brian sudah menjelaskan kepada Byan Mira itu siapa dan hubungan yang terjalin di antara mereka berdua hubungan seperti apa. Namun Byan seperti tidak menghiraukannya dan malah terus menyebut nama wanita itu.


"Kenapa tidak di jawab?" ucap Byan dengan nada suara yang ketus. Dia bermain sangat brutal malam ini. Bahkan Aldi dan Bima saja sampai tercengang, pada awalnya mereka tidak tahu darimana Byan mendapatkan kekuatan sebesar itu. Namun setelah mendengar nama Mira, kini mereka tahu kalau Byan mungkin saja sedang cemburu.


"Aku sudah bilang kalau Mira itu bukan siapa-siapa aku, Byan. Dan Sisil, aku juga sudah putus dengannya. Jangan membahas ini lagi lah, gak penting."


Byan semakin mengerucutkan bibirnya. Jadi masalah seperti ini tidak penting untuk Brian? Oke baiklah, nanti Byan akan tunjukkan apa yang di maksud Brian tidak penting.


"Jangan percaya sama dia Byan, dia itu buaya kelas kakap. Mana mungkin mau putus dari Sisil dengan mudah, Sisil kan montok banget. Iya gak Al!" Bima menyenggol bahu Aldi dan langsung di balas oleh laki-laki itu.

__ADS_1


"Heum, bener banget. Kak Brian itu buaya buntung cap kadal keinjek. Kalau udah ketemu cewek bohay pasti gak akan bisa nolak."


Brian melotot ke arah Aldi dan Bima. Baru saja dia ingin menghajar kedua adiknya itu, Brian malah terkejut lantaran Byan langsung berdiri dan membanting earphone yang sedang dia gunakan.


"Kak Bima, semua musuh sudah mati. Kita sudah menang 10 kali. Byan ngantuk. Byan mau tidur."


Byan menghentakkan kakinya berjalan keluar dari kamar Bima. Brian menatap kedua adiknya dengan mata yang melotot tajam. "Awas ya kalian."


****


"Boncel!"


"Tunggu, Aldi sama Bima itu bohong. Aku gak kayak gitu."


Brakkkkk!


"Aldi! Bima!" Brian menggeram. Dia berjalan mendekati pintu kamar Bima hendak menghajar kedua adiknya yang tidak ada akhlak itu.


Brakkkkk!


Lagi-lagi Brian di buat terperanjat lantaran Bima dan Aldi menutup pintu kamar itu kencang. Brian menghembuskan napas kasar lalu kembali berjalan menuju pintu kamarnya.

__ADS_1


Tok! Tok! Tok!


"Byan, buka pintunya dong, di sini dingin, aku juga mau tidur."


Tidak ada jawaban, beberapa detik kemudian, pintu kamar terbuka, Brian tersenyum, namun senyumnya memudar saat dia hanya melihat Byan melempar bantal juga selimut kepadanya.


"Byan!"


Brakkkkk!


Brian mengacak rambutnya prustasi. Dia mondar mandir di depan kamar sembari memikirkan cara agar dia bisa tidur bersama dengan istrinya. Tidak lama setelah itu dia tersenyum. Tangannya merogoh ponsel yang ada di saku celana yang dia kenakan. Jarinya terlihat sangat lincah ketika mengetikan sesuatu pada ponselnya.


Cklekkkk!


Bima dan Aldi muncul dari balik pintu kamar Bima, kedua orang itu berjalan dengan perlahan mendekati Brian.


"Beneran nih Kak, Kakak janji mau beliin apa yang kita mau?" Aldi dan Bima tersenyum ke arah Brian.


Brian mengangguk mantap. "Aku janji, tapi bantu aku supaya malam ini aku gak tidur di luar."


Aldi dan Bima saling pandang. "Oke, kita akan bantu Kakak. Apa yang harus kita lakukan?"

__ADS_1


To Be Continued.


💪💪💪🏇🏇🏇🏇 Like sama komentarnya jangan lupa Guys.


__ADS_2