
"Eh...tunggu..tunggu. Kita mau kemana?" Risyella buru-buru menghentikan langkah kakinya untuk menahan Vatler yang dari tadi terus saja menarik tangannya.
"Kenapa? Kita mau beli baju dulu." Jawabnya.
"Tapi bajuku disimpan ditempat lain."
"Tidak ada waktu untuk mengambil bajumu, mending beli saja. Atau kamu mau pakai itu terus?" Matanya memicing untuk memperhatikan penampilan Risyella lebih dari pada sekedar dilihat saja.
"Akhh...!" Baru sadar lagi kalau dirinya dari tadi masih saja memakai bikini, Risyella buru-buru berjongkok sambil membenmakan wajahnya di tumpukan kedua tangannya.
Senyuman jahiil dari pria yang sedang menyamar jadi Vatler pun tercipta juga.
Berpikir sebab Risyella masih saja belum menyadari kalau dirinya sendiri sedang di culik, pria ini ikut berjongkok dan membisikkan sesuatu kepada Risyella, "Kenapa di tutupi? Bukannya dari tadi percaya diri berpenampilan seperti itu di depanku?"
"Akhh...jangan menggodaku seperti itu!" Tegas Risyella seraya menjauhkan wajah pria itu dari hadapannya.
'Dia ternyata wanita yang unik atau sedang tarik ulur denganku?' Senyum pria ini atas tindakan Risyella yag saat ini sedang mendorong wajahnya. 'Hahaha...tapi ini cukup menyenangkan, karena aku akhirnya berurusan dengan wanita yang cukup polos.' Senang dengan apa yang dia dapatkan, pria ini langsung mencengkram tangan Risyella lagi, dan menariknya agar berdiri.
"Eh?!" Risyella terkejut karena ujung dari perbuatannya tadi, membuat dirinya di tarik paksa oleh Vatler?
Risyella masih menganggapnya seperti itu.
"Tunggu...tunggu..." Risyella sedikit memberontak atas ajakan Vatler palsu yang hendak membawanya pergi ke toko itu. "Ak-"
Sayangnya kalimatnya langsung sirna setelah mereka berdua sudah berhasil masuk ke dalam salah satu toko pakaian da*l*am?
__ADS_1
'Kyaa! Kenapa Vatler membawaku ke tempat seperti ini?! Dia yang mengajakku, tapi kenapa aku yang malu sendiri?' Racau Risyella atas perbuatan dari Vatler palsu itu terhadapnya.
"Selamat datang Tuan, Nyonya, apakah ada yang ingin anda beli? Kami bisa membantu anda untuk memilih sesuai dengan musim ataupun selera anda," Sapa wanita ini, memberikan sambutan penuh kehangatan dengan senyuman cantiknya itu atas kedatangan Risyella bersama dengan Vatler palsu.
"Berikan dia ukuran 34C, warna hitam." Perintah Vatler palsu ini kepada karyawan toko tersebut.
Sesaat kedua orang wanita ini, sudah termasuk Risyella langsung memberikan tatapan terkejutnya karena, 'Dia tahu ukuranku? Darimana dia bisa tahu ukuran milikku?!' Teriak Risyella, dimana teriakan itu tidak akan bisa terdengar oleh siapapun kecuali dirinya.
Sedangkan pelayan toko itu justru memberikan senyuman penuh makna.
'Apa-apaan dengan senyuman itu? Dia pasti berpikir yang tidak-tidak. Atau aku...sendiri yang sebenarnya sedang berpikiran tidak-tidak? Padahal aku tidak perna membiarkan dia melihat pakaian dal*mku, dari mana dia bisa tahu ukuranku. Jelas ini sangat memalukan,' Tanpa di sadarinya lagi, dirinya jadi pusat perhatian Vatler palsu untuk terus menatap kearahnya,
Karena, 'Dia bertingkah lucu.' Walaupun berpikiran demikian, pria ini justru memperlihatkan senyuman tipis yang cukup menjadi cambuk pagi semua wanita yang kebetulan sedang memilih-milih baju, aksesoris, sepatu, sampai pakaian da*lam. Mereka semua jadi memusatkan perhatian mereka untuk mengagumi Vatler palsu itu.
'Rencanaku untuk menyamar jadi dia memang benar-benar bagus. Bahkan dengan penyamaranku ini, aku bisa saja membuat emage dia hancur.' Pikirnya.
Tak lama kemudian, pelayan tadi kembali dengan membawa satu setel dala*an untuk Risyella pakai?
"I-ini...kenapa ini rumit sekali?" Gerutu Risyella dengan mata mengernyit, sebab desain yang diberikan oleh pelayan toko itu cukup rumit, sebab adanya beberapa tali yang harus di ikat di belakang dan lainnya. Bahkan Risyella sendiri tidak tahu harus apa, kecuali mengembalikannya. "Aku langsung pakai baju saja." Cetus Risyella terhadap Vatler palsu itu dan juga karyawan toko itu.
"Tapi itu kan sudah kotor,"
'Apa maksud dengan ucapan yang ambigu itu?!' Risyella langsung memberikan tatapan sengit kepada Vatler palsu itu.
"Sudah kotor? Apakah jangan-jangan mereka berdua baru saja melakukan sesuatu di tempat seperti ini?" Cetus salah satu wanita di sana.
__ADS_1
"Mungkin saja yang dimaksudnya kan, karena sudah dipakai berenang, jadi kotor." Sahut wanita yang lainnya, memberikan pembenaran atas maksud dari tatapan sengit yang diberikan oleh Risyella kepada Vatller.
'Nah! Ucapkanmu itu benar! Ini kotor karena aku memang sudah menggunakannya untuk berenang!' Risyella tidak berkata apapun lagi, karena sudah ada yang membenarkan maksudnya.
Mendengar beberapa pernyataan yang cukup berbeda dari orang lain, Vatler palsu ini pun merungut sambil berkata : "Tapi aku mengin melihatmu memakai ini untukku."
JDERR.....
'Kenapa aku jadi semakin aneh dengan tingkah Vatler ini? Mana mungkin kan? Orang yang punya tampang seperti dinding beton itu bisa mengatakan hal seintim itu kepadaku yang notabene nya masih asing? Kelihatannya ada yang tidak beres deh.' Risyella yang merasa terjerat dengan suasana itu, langsung menutup matanya.
Dia berharap apa yang baru saja di pikirkannya tidaklah benar.
Tapi, kenyataannya saat ini ekspresi Vatler palsu yang ternyata sama-sama bisa membuat ekspresi maut dengan wajah tampannya, membuat keteguhan hati yang sedang Risyella coba bangun pun runtuh juga.
'Hahh~ Aku lemah dengan wajahnya yang tampan itu.' Risyella jadi merasa tersiksa sendiri, karena bisa-bisanya memilih pria yang punya feromon setinggi itu untuk menjadi suaminya.
Karena yang ada, dengan wajahnya yang penuh dengan segala godaan itu, maka secara tidak langsung membawa dosa, karena wajahnya itu menarik banyak minat para kaum hawa dari segala usia!
"Kalau tidak mau coba, aku akan tetap membiarkanmu memakai itu terus sampai ke halaman parkir." Ancamnya
"Apa?!" Risyella buru-buru mundur ke belakang sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada. 'Dia bisa melakukan itu untuk mempermalukanku sampai ke tahap seperti itu?! Yang benar saja! Aku jadi yakin! Dia pasti bukan Vatler kan? Tampangnya yang begitu-begitu, tidak mungkin membuatku mempermalukanku di depan banyak orang! Karena itu sama saja dengan mempermalukan citranya sendiri sebagai penerus keluarga Ellstone!'
"Nyonya, suami anda ingin melihat anda memakai ini. Apa anda yakin menolak permintaannya itu?" Bisik wanita ini, kepada Risyella yang terlihat bersikap waspada.
'Suami apaan sih? Tapi.....kalau aku tidak memakai itu, artinya aku keluar tanpa busana dan hanya memakai ini saja?' Risyella melirik ke bawah, tepatnya meliihat kearah tubuhnya sendiri yang saat ini memakai sebauh pakaian renang yang mau di lihat dari sudut manapun, dia menganggapnya sebagai pakaian d*l*am. 'Kenapa juga dia membuatku punya pilihan seperti ini.' Rutuk Risyella atas nasibnya yang benar-benar berada di tangan pria itu.
__ADS_1