Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler

Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler
113 : IPHTV : Susah bangun.


__ADS_3

"Aku sama sekali tidak bisa tidur!" Risyella benar-benar mengeluhkan situasinya saat ini sebab sampai jam dua pun, matanya terus menuntut untuk tidak tertidur, "AKu takut nanti aku bisa saja ketiduran." Risyella mengerjapkan matanya ,dia sama sekali tidak mengantuk, itulah yang dia cemaskan, takutnya nanti dirinya tertidur saat di dandani. 'Hah..kenapa oh kenapa, aku isa ada sampai di titik ini ya? Padahal perasaan minggu lalu aku sedang mengganti lampu, setelah itu semua sudah jadi seperti ini.'


Risyella beralih posisi miring ke arah kanan, dimana gaun miliknya itu benar-benar di pajang di samping tempat tidurnya persis.


Karena lelah kenapa tidak tidur-tidur Risyella memilih untuk menatap gaun pengantin miliknya itu. Dia melihatnya terus sampai Risyella jadi punya imajinasi sendiri, saat dirinya menggunakan gaun pengantin itu.


'Aku sudah tidak sabar untuk memakai gaun itu.' Benak hatinya. Risyella pun memejamkan matanya, dan mencoba mengimajinasikan dirinya sendiri saat melakukan prosesi resepsi dari pernikahannya dengan Vatler, sampai akhirnya perlahan Risyella jadi tertidur juga.


*


*


*


"Nona?" Sayup-sayup suara itu memanggil panggilan Nona?


DItunjukkan untuk siapa panggilan itu?"


Risyella yang baru saja merasakan lelapnya bisa tidur, tiba-tiba bahunya di tepuk-tepuk.


"Apa sih?" Risyella masuk kedalam selimut tebal itu, dan bersembunyi di dalam kehangatan yang memanjakan tubuhnya untuk kembali melanjutkan tidurnya.


"Nona..." panggilnya lagi.


"Ahh~ Janngan ganggu aku, aku masih mengantuk." Racau Risyella. Dia sama sekali tidak ingin di bangunkan. Karena itu, dia semakin mengeratkan selimutnya agar selimut si tameng tubuhnya itu tidak di ambil oleh pelayan itu.


"Nona...mohon bangun," Pelayan wanita ini terus mencoba menarik selimut itu, tapi tenaga yang dimiliki orang yang abru saja tertidur itu benar-benar besar. Sehingga satu pelayan ini pun merasakan kewalahan untuk membuat si Nona majikan tersebut bangun.


'Kenapa aku mendapatkan majikan baru yang susah untuk di bangunkan seperti ini?' Pikir pelayan ini.


Demi acaranya berjalan lancar, pelayan ini pun pergi untuk memanggil beberapa orang untuk membantunya membangunkan kucing tidur itu.


'Kenapa aku di suruh bangun sih?' Samar-samr kesadarannya mulai terkumpul. 'Kan resepsi pernikahannya itu besok.' Pikirnya lagi.


Tapi dari pikirannya itulah, Risyella tiba-tiba saja banugun, dengan rambut berantakan seperti singa.


"Oh ya...sekarang!" Lirih RIsyella penuh dengan penekanan. Dalam sekejap mata, Risyella buru-buru masuk ke dalam kamar mandi, dia bergegas untuk mandi, setidaknya itu yang bisa dia lakukan saat ini untuk meringankan beban kerja pelayan tadi yang sempat mencoba untuk membangunkannya.


BYURR....


Di saat yang sama pula, pelayan tadi benar-benar sudah membawa teman-temannya.


KLEK....


"Ayo bantu aku membangunkan Nona tukang tidur itu." kata pelayan ini kepada rekan kerjanya itu.

__ADS_1


Mereka berdua mengangguk setuju. Tapi selepas pintu kamar yang dihuni oleh Nona muda mereka dibuka, mereka dikejutkan dengan tempat tidur yang sudah kosong.


"Kemana Nona pergi? Katamu tadi Nona susah di bangunkan." Pelayan pertama ini bertanya dengan pelayan yang tadi memanggil mereka berdua.


"Iya, mana Nona?" Pelayan kedua ini pun celingukan untuk mencari keberadaan dari seseorang yang harus mereka bertiga tangani itu.


Tapi semuanya tidak berguna jika hanya memasuki kamarnya dan melihatnya saja tanpa memanggil nona majikan mereka.


"Non-"


Belum sempat memanggil Nona nya itu, suara air dari shower yang ada di kamar mandi membuat mereka bertiga saling pandang satu sama lain.


Mereka bertiga memberikan kode tatapan mata.


'Nona sedang mandi tuh.'


'Kalau seperti ini, kenapa kamu memanggil kami berdua?'


Itulah yang dikatakan oleh kedua pelayan tersebut pada pelayan si pemanggil mereka.


'Aku mana tahu, tadi Nona benar-benar sulit aku bangunkan.'


Karena merasa kunjungan dari mereka berdua tidak berguna, maka kedua pelayan itu pergi meninggalkan pelayan tersebut.


"Hah...benar-benar merepotkan." Gerutu pelayan ini atas pekerjaan barunya yang mengharuskan melayani satu Nona itu untuk beberapa waktu kedepan.


___________


Sama hal nya dengan yang dialami Risyella, Vatler pun menagalami hal yang sama. Dia masih tertidur di kamar tidur mewahnya itu.


Dalam suasana kamar yang cukup gelap, pelayan laki-laki itu terus mengetuk pintu kamar milik Tuan nya tersebut.


Tok....Tok...Tok....


"Tuan? Apakah anda sudah bangun?" Tanya salah satu pelayan ini diantara kedua pelayan lainnya.


Tapi tidak seperti yang diharapkan, Vatler tidak menyahutnya sama sekali, sebab Vatler masih molor.


Dia saat ini saja masih tertidur dalam posisi tengkurap dan dengan penampilan bertelanjang dada.


"Tuan, buka pintunya." Kata pelayan ini.


"Ehmm..." Vatler mengernyitkan matanya saat telinganya itu benar-benar mendengar suara yang cukup berisik yang berasal dari luar kamarnya.


"Tuan~ Ini sudah jam lima pagi, Tuan harus bersiap-siap." Ocehnya lagi.

__ADS_1


Karena di komandoi oleh Marlina yang saat ini berdiri di samping pelayan tersebut, pelayan itu pun dengan terpaksa membuat keributan terus di luar kamar Vatler dengan cara terus mengetuk pintu.


"Tuan!"


"Jika kamu berisik lagi, aku akan sumpal mulutmu itu dengan granat." kata Vatler dari dalam kamar.


Yang sontak saja membuat pelayan itu jadi bungkam, karena takut dengan ancaman yang diberikan oleh Tuan muda nya itu.


Tapi sekalipun mulutnya diam, maka tidak dengan ketukan pintu yang terus saja terdengar.


Tok...Tok....Tok....


Dan yang melakukan itu tentu saja adalah Marlina. Dia adalah satu-satunya orang yang berani untuk membuat suasana di dalam kamar yang di tempati oleh Vatler itu menjadi berisik.


Tok..Tok...


"Dia tuli ya?" Cibir Vatler terhadap ketukan pintu yang tidak berhenti-berhenti itu.


Dengan wajah serius dan tatapan mata yang cukup dingin itu, Vatler langsung bangun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju pintu kamarnya itu.


Tok..Tok...T-


KLEK...


"Kalian itu berisik ya?" Ketus Vatler dengan wajah lelahnya.


"W-wah~" Salah satu pelayan perempuan yang tidak sengaja lewat itu langsung menatap dengan ekspresi terpegun, sebab Vatler benar-benar keluar dalam penampilan hanya memakai celana olahraga saja, sedangkan bagian atasnya, Vatler sudah bertelanjang dada.


"........" Vatler segera memberikan jelingan yang cukup tajam pada pelayan tersebut.


Merasakan tatapan penuh ancaman yang diberikan oleh Vatler, pelayan tersebut langsung berlari pergi.


"Kenapa palayan itu ada di lantai dua?" Tanya Vatler terheran dengan pelayan tadi, sebab Vatler merasa sudah pernah memperingatkan kalau di lantai dua adalah tempat terlarang untuk para pelayan wanita.


Tapi dari pada menjawab pertanyaan dari Vatler, Marlina yang saat ini benar-benar melihat anaknya sendiri keluar dalam penampilan yang cukup wah, langsung menyentuh perut sixpack milik anaknya itu.


"Wow...tubuhmu benar-benar bagus, Risyella pasti sangat suka ini." Puji Marlina terhadap Vatler.


___________


"Haachumm...!" Risyella tiba-tiba bersin.


"Apa anda sakit Nona?" Tanya wanita ini, dia adalah penata rias yang akan mendandani RIiyella.


"Tidak, ini karena tiba-tiba saja hidungku gatal." jawab Risyella.

__ADS_1


__ADS_2