
Flashback On.
Tiga puluh menit sebelumnya.
"Vani! Ayo kesini. Ombaknya lagi besar!" Teriak perempuan ini terhadap salah satu temannya.
Lalu perempuan yang dipanggil Vani, langsung menyeret kedua laki-laki yang dia bawa itu untuk ikut mencebur masuk kedalam kolam ombak.
"Dia sudah memanggil kita, ayo masuk." Kata Vani sambil mencengkram kedua tangan dari kedua laki-laki yang dibawanya itu.
"Ok..ok, ini kelihatan menyenangkan. Benar tidak?" Laki-laki ini melirik kearah teman di sampingnya yang tangannya sama-sama sedang di tarik oleh teman sekelasnya itu.
"Ya..lagipula di ajak perempuan cantik seperti mereka, tidak ada ruginya juga. Sekalian, kita juga harus refresing, setelah hampir dua minggu ini kita ujian." Sahut laki-laki ini.
Dan ketiga orang yang hendak masuk kedalam kolam yang dimanjakan ombak besar layaknya di pantai, tiba-tiba aja dihampiri oleh seorang wanita cantik dengan pakaian renang olahraga. Meskipun tidak memperlihatkan seperti apakah kulit yang dipakainya, tapi lekuk tubuh yang menggoda itu tentu saja menarik perhatian dari ketiga pelajar itu.
"Tunggu-tunggu sebentar." Wanita ini mencegat ketiga pelajar itu.
"Oh..ada apa kak?" Vani merespon ucapan dari wanita tersebut. Di ikuti oleh kedua teman-teman laki-lakinya, maka mereka bertiga pun mengurungkan niat mereka untuk membasahi diri mereka untuk masuk kedalam kolam.
"Apa kalian bisa bantu kakak?"
"Bantu apa?" Salah satu dintara kedua laki-laki itu bertanya.
"Bisakah kalian bisa ke tempat ini sekarang juga?" Wanita ini pun memberikan alamat yang harus di tuju oleh mereka bertiga.
Seketika ponsel yang mereka bawa itu memperlihatkan satu foto dari sebuah mall yang baru saja jadi.
Itu adalah Mall terbesar di kota A, dan baru saja selesai setengah bulan yang lalu.
"I-ini kan?" Vani tidak tahu harus berkata apa.
"Seperti yang kalian tahu, Malll Starlingcity ini baru saja selesai setengah bulan yang lalu. Kebetulan di Ruftoop ada waterpark juga.
__ADS_1
Aku ingin kalian jadi duta iklan disana sekarang juga.
"Apa?"
"Betulan?"
"Yang benar saja?"
Tanya mereka bertiga secara bergantian.
"Betul, ini alamatnya, helikopter sudah menunggu kalian berempat." Kata wanita ini.
Dengan sebuah sogokan kecil, mereka bertiga, memanggil salah satu temannya yang tadi lebih dulu masuk kedalam kolam.
Atas perintah dari Vatler untuk segera memperketat keamanan di waterpark itu, Vatler pun mengambil cara lain agar semua orang bisa pergi tanpa adanya protes sedikitpun.
Dan cara paling fantastis itu adalah menarik semua pengunjung untuk pindah ke Mall Starlingcity. Dengan menggunakan video iklan yang baru saja di buat, semua pengunjun, baik yang baru sampai di tempat parkiran, maupun orang yang sudah lebih dulu masuk dan berenang, mereka semua yang tertarik, langsung berpindah tempat.
_______________
Dan hasil dari metode tersebut membuat Risyella yang awalnya menyayangkan harinya karena tidak jadi berenang tempat waterpark itu, justru di bawa oleh Vatler untuk ikut pergi ke sana dengan menggunakan Helikopter.
WOSHH....WOSH....WOSHH......
Baling-baling dari helkopter tersebut pun mengisi kebisingan dari kota metropolitan.
'Wahh?! Laki-laki ini, ternyata punya helikopter?! Sebenarnya sekaya apa dia ini?! Sampai...' Risyella langsung mengeryitkan matanya, ketika semua orang yang ada di waterpark saat ini, perlahan pergi. "Kenapa mereka tiba-tiba saja pergi?"
"Karena mereka punya sesuatu yang menarik perhatiannya." Jelas Vatler dengan singkat. Wajahnya yang serius itu pun terus menghadap ke depan, demi melindungi konsentrasinya saat ini, sebab dia sedang mengendarai helikopter miliknya itu.
"Memangnya apa?" Tanya Risyella.
Tanpa menunggu waktu yang lama, Risyella sudah sampai di atas sebuah bangunan besar juga tinggi.
__ADS_1
Disanalah dia melihat adanya banyak pepohonan di atas atap persis, juga kolam yang biru dan besar?
"Apa? Itu kolam?" Tunjuk Risyella.
"Apalagi kalau bukan kolam."
"Tapi itu di atas atap?!"
"Memangnya kenapa jika di atas atap?"
"Itu.." Tanpa mengatakan sepatah kata pun, hatinya kembali di buat berteriak keras, 'Itu keren! Dan calon suamiku ternyata...bisa sekeren ini ya?'
Arah tatapan matanya pun tertuju pada Vatler yang begitu serius dengan pekerjaannya itu.
Bagi Risyella hal itu juga cukup mengesankan, karena hanya dirinya seorang saja yang bisa melihat seorang pria tampan, sekalipun wajahnya terlihat dingin dan terkesan seperti orang cuek, tapi di mata Risyella, itu cukup menakjubkan.
'Dia memang laki-laki yang sempurna.' Benak hati Risyella. Di dalam helikopter yang hanya di isi oleh mereka berdua pun, menjadi momen paling menyenangkan untuk Risyella.
Sekalipun beberapa waktu lalu dirinya merasa seperti sendirian, tapi karena saat ini saja dirinya sedang berduaan dengan pria yang akan menjadi calon suaminya, maka Risyella dengan mudah menghapus kesedihannya tadi.
Saking senangnya, Risyella tanpa sadar jadi berkata, "Apakah kamu yakin ingin menjadikanku sebagai Istrimu?"
".................." Pertanyaan itu puun sukses menarik perhatian Vatler untuk menoleh kearah Risyella yang saat ini juga sama-sama menoleh kearahnya dengan wajah penuh harap.
Ya...
Saat ini Risyella benar-benar mengharapkan sebuah jawaban dari pria di sampingnya itu, apakah pria sesempurna itu mau menikah dengan seorang wanita desa sepertinya?
Membuat suasana di dalam helikoptter yang hendak mendarat itu pun jadi semakin aneh, karena masuk ke dalam suasana canggung.
Canggung sebab Risyella berani bertanya seperti itu, serta canggung karena membuat konsentrasi Vatler sedikit kabur gara-gara pertanyaannya RIsyella barusan.
Karena itulah, Helikopter yang Vatler bawa pun terbang semakin tinggi, dan akhirnya tidak jadi mendarat di atas ruftoop Mall itu.
__ADS_1