Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler

Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler
109 : IPHTV : Karena mimpi


__ADS_3

WOSH….


WOSH…


WOSH…


Helikopter yang dari tadi siang mendarat di pinggir pantai, akhirya kembali mengudara. Dan satu-satunya orang yang mampu untuk menjadi pilot helikopter adalah Vatler sendiri.


Tidak seperti awal kedatangan mereka saat langit cerah. Saat ini kepulangan mereka tentu saja di hiasi oleh langit malam bertabur bintang.


‘Ini menyenangkan! Aku tidak akan melupakan momen ini.’ Batin Risyella. ketika kesedihan dan sakit hati itu datang bertumpuk ebab Vatler selalu pergi dan membuatnya sendirian, maka semua perasaan tidak mengenakkan itu seketika menghilang dan digantikan oleh momen bersama yang dia jalani bersama dengan Vatler hampir setengah harian ini. 


Dan kesenangan yang dimiliki oleh Risyella pun jelas terlhat di wajahnya. 


‘Dia sesenang itu?’ Detik hati Vatler ketika melihat Risyella diam, tapi tidak pernah lelah untuk menyingkirkan senyuman yang menghiasi bibirnya. 


DRRTT….


Vatler yang baru saja mendapat panggilan masuk segera mengangkatnya dan menyambungkannya ke mirofon yang Vatler pakai. 


-*Vatler, apa kamu bisa pulang?*- Marlina lah orang yang mengganggu konsentrasi Vatler untuk memperhatikna calon isrinya yang kelewat bahagiaitu.


-*Kebetulan aku sedang dalam perjalanan pulang, ada apa?*- 


-*Oh, itu cukup bagus. Ibu akan menunggumu dirumah.*- Kata Marlina. 

__ADS_1


-*Ta-*- 


Sayangnya telepon itu keburu di matikan secara sepihak oleh sang ibu, membuat Vatler bertanya-tanya sendiri, kenapa Ibunya menelepon?


“Ris, apa ka-” Dan lagi-lagi ucapannya langsung menggantung setelah Vatler menyadari kalau Risyella sudha tertidur dalam kondisi duduk.


‘Dia pasti kelelahan. Sudah jelaskan? Dia berjalan kesana dan kesini seperti setrika, apalagi di tambah-’ Vatler melirik ke belakang, dia melihat ada dua kantong penhu berisi batu juga cangkang kerang. ‘Dia membawa sampah, tapi kira-kira dia akan menggunakan semua itu untuk apa?’ Pikir Vatler.


“Hihihi….” Dan Risyella tiba-tiba saja tertawa dalam tidurnya. 


‘Hahh~ Tidak disangka aku mendapatkan calon istri yang aneh seperti itu.’ Vatler tersenyum tipis. “Hanya saja, kenapa ada sesuatu aneh yang akan datang kepadaku ya? Jangan-jangan Ibu merencanakan sesuatu lagi.” Lirih Vatler. 


Dan demi mengisi rasa penasarannya itu, Vatler semakin mempercepat laju helikopternya.


Malam yang indah itu diselimuti cahaya terang dan mewarnai setiap sisi dari penjuru kota metropolitan. 


_______


Vatler, Risyella, dua orag yang akan hidup dalam sebuah ikatan pernikahan itu pun hanya tinggal menunggu waktu saja.


Pertemuan yang di pertemukan karena Marlina menginginkan anaknya menikah dengan seorang wanita pilihannya pun jadi sebuah awal untuk hubungan baru yang terjadi kepada mereka berdua, dan semua itu akan segera terjadi, saat ini juga. 


*


*

__ADS_1


*


Vatler mendaratkan heikopternya dengan sangat sempurna, sampai-sampai Risyella yang duduk di sampingnya pun tidak menyadari adanya guncangan teat ketika helikopter yang dinaikinya itu mendarat di halaman depan rumah Vatler. 


Melihat hal itu, Vatler menyalakan kembali alat komunikasi yang mereka pakai di kedua telinga.


“Kita sudha sampai.” Kata Vatler, memberitahu Risyella yang masih molor itu.


“Hmm…” Risyella hanya mengernyitkan dahinya. 


“Risyella, kita sudah sampai.” Vatler kembali memberitahu agar wanita itu bisa bangun tanpa perlu membuat Vatler menyentuh Risyella.


“Sampai mana? Sampai surga ya?” Tanya Risyella dalam tidurnya. 


“Surga apa yang kamu maksud itu?” Tanya Vatler balik, memancing Risyella agar bisa sadar dari buaian tidurnya. 


“Surga kenikmatan?” 


Wajah Vatler berubah drastis seperti tembok lagi. Akhirnya dia menyadari satu hal yang pasti, yaitu bahwa risyella ternyata memiliki pikiran kotor. ‘Dia menakjubkan. Dibalik wajahnya yang terlihat polos itu, ternyata otaknya dipenuhi pikiran kotor. Dia sebenarnya cukup menghanyutkan juga.’ Sindir Vatler dalam hati. 


“Eh?!” Risyella tiba-tiba membbbuka matanya lebar-;ebar, ketika dia menyadari di bawah tidurnya, dia merasakan mulutnya barusan berbicara?! ‘Aa yang aku katakan tadi? Kenapa aku tiba-tiba menjawab seperti itu?!’ Risyella pun frustasi. Dia malu kalau ternyata dirinya baru saja menjawab pertanyaannya Vatler. 


Apalagi yang tadi Risyella jawab adalah ‘Surga kenikmatan?!’


Risyella menutup wajahnya sendiri dengan kedua telapak tangannya. 

__ADS_1


Dia tentu saja malu, apalagi mimpi yang barusan Risyella dapatkan itu sebenarnya cukuplah menggairahkan, karena di dalam mimpinya itu, dirinya sedang bercinta dengan pria di sebelahnya itu. Sampai saat ini saja, sebenarnya di pangkal pahanya itu, miliknya sedang berkedut. 


‘Haduh…kenapa gara-gara aku sering membayangkan wajahnya, hal itu membuatku jadi punya mimpi seperti itu?! Sebenarnya aku itu kenapa?! Memang sih, di mimpiku rasanya cukup enak, tapi kalau seperti ini terus, lama-kelamaan aku bisa jadi gila!’ Racau isyella. ‘Kalau aku ketahuan mimpi hal yang tidak-tidak dengannya, dan ketahuan olehnya, bagaimana ini?!’


__ADS_2