Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler

Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler
99 : IPHTV : Di culik


__ADS_3

'Dia menggenggam tanganku?' Lirik Risyella terhadap salah satu tangannya yang saat ini sedang di genggam oleh tangan Vatler.


Seperti sebuah keajaiban, karena semua pikiran tadi ingin bisa terlihat seperti sepasang kekasih di depan umum, tiba-tiba saja di kabulkan.


"Umh..kita mau pergi kemana?" Tanya Risyella.


Tepat setelah mendengar pertanyaan dari Risyela itu, Vatler tiba-tiba saja menghentikan langkah kakinya, dan menoleh ke belakang dengan tangan masih dia genggam.


"Ke suatu tempat yang mungkin saja kamu suka." Kata Vatler.


'Heh...kenapa rasanya mendadak jadi seperti masuk ke suasana romantis ya?' Risyella yang tidak bisa menahan perasaannya sendiri yang senang itu berimbas pada bibirnya yang mengulum senyuman lembutnya.


Padahal hanya momen kecil, tapi bagi Risyella itu saat ini akan menjadi momen yang cukup berharga.


"..............." Vatler hanya menatap tingkah Risyella yang benar-benar tidak bisa menyembunyikan perasaannya sendiri.


Tapi di sisi lain, Risyella sedikit sedih karena, "Tapi kenapa tiba-tiba? Padahal aku belum merasakan bisa bermain air." Gumam Risyella sambil melirik ke arah samping kanan dan kiri, dimana semua benar-benar sedang bersenang-senang dengan keluarga dan kekasih mereka.


Padahal Risyella sangat ingin sekali bisa bermain bersama dengan Vatler. Apalagi ketika membayangkan bisa naik perosotan bersama.


'Kelihatannya kan asik bisa bermain seluncur bersama, dan dia ada di belakangku,' batin Risyella atas niat terselubungnya.


Vatler melirik ke arah kolam yang saat ini sedang tengah ramai-ramainya. "Lain kali, aku akan membawamu kesini lagi. Ayo," Menarik kembali tangan Risyella agar tidak berpisah darinya?


Kelihatannya memang seperti itu, tapi di lain tujuan, sebenarnya pria yang sedang mengajak Risyella pergi itu bukanlah pria yang Risyella kenal. Dia adalah orang lain yang menyamar sebagai Vatler, atau calon suami dari Risyella.

__ADS_1


"Tapi bagaimana dengan Ibumu? Masa Ibumu ditinggal?" Tanya Risyella khawatir jika Marlina mencari mereka berdua.


"Aku sudah mengurus Ibuku. Dia mengiyakan aku membawamu pergi, jadi tidak usah mengkhawatirkan itu lagi." Jawab pria ini, tentu saja dipenuhi dengan kebohongan.


Karena dia sama sekali tidak pernah menghubungi Ibunya Vatler, karena dirinya saja adalah orang lain yang tidak memiliki hubungan dengan keluarga Ellistone.


Dia hanya memiliki satu tujuan, yatu bisa membawa wanita ini bersamanya.


'Ternyata dia muda di tipu, ya? Hanya karena aku menyamar jadi anak itu, aku dengan mudah membawa wanita ini dan sekarang saja dia sedang terkesima denganku. Hahah....dasar, perempuan memang sama saja. Selama laki-laki itu tampan dan punya tubuh bagus, juga kaya, mereka akan berubah seperti semut yang mengerubungi gula.' PIkir pria ini.


Dia sudah tahu betul sifat seorang wanita yang hanya menginginkan kekuasaan dan salah satunya adalah kekayaan. Mereka akan memilih naik ke ranjang laki-laki, sekalipun itu jelek, asalkan ada uang mereka pasti akan tetap melakukannya.


Dan apatah lagi jika pria yang di tidurinya adalah seorang pria tampan dengan segudang harta, maka tanpa ragu lagi para wanita akan melakukan segala hal demi mendapatkannya, walaupun harus menggunakan cara tercepat, yaitu menidurinya.


Dan sekarang, yang ada di tangannya saat ini?


'Hanya karena aku membawanya pergi dengan bergandengan tangan, wanita ini bisa sesenang ini?' Pria ini kembali melirik tangan kiri miliknya yang sedang menggenggam tangan Risyella. 'Tangannya begitu kecil. Kenapa pria itu memilih wanita semacam ini?'Sorotan matanya berubah menjadi sayu saat dia benar-benar melihat wajah Risyella yang selalu saja tersipu malu. 'Padahal aku tidak melakukan apapun, tapi wanita ini sungguh bisa memiliki reaksi berlebihan seperti ini.' Pikirnya lagi.


Dia sungguh tidak begitu mengerti akan jalan cerita yang akan dibuat oleh Vatler dan juga wanita yang sedang di gandengnya itu.


'Akhhh...kenapa dia selalu punya kebiasaan menatapku dengan ekspresi wajahnya yang seperti itu?! Kan aku jadi salah tingkah seperti ini. Sampai-sampai Jantungku jadi berdebar lagi, semoga dia tidak mendengarnya.' Batin Risyella saat merasakan dirinya sedang di tatap dengan wajah serius milik Vatler?


Risyella masih mengira kalau pria yang sedang menggandeng tangannya adalah Vatler.


Karena itu, Risyella tetap bersikap apa adanya seperti itu, padahal pria yang ada di sampingnya itu adalah orang lain yang ingin membawanya pergi.

__ADS_1


'Padahal aku sedang menculikmu, tapi dia malah punya ekspresi sesenang itu. Ini sangat menggelikan, dasar wanita.' Benak hati pria ini, merasa tertarik dengan wanita yang dibawanya itu.


__________


Sedangkan di sisi lain.


Vatler yang awalnya sudah bersiap untuk berenang?


Sejujurnya memang seperti itu, karena kondisinya memang ada di arena yang banyak airnya.


Tapi sayangnya dia harus mengganti pakaian renangnya dengan pakaian miliknya lagi.


Demi apa? Karena ada satu orang yang merepotkannya lagi saat ini sedang di bawa pergi oleh orang lain.


Setelah mengikat sepatu boots miliknya, Vatlermenjeling ke arah handphon emiliknya yang ada di samping tempat sedang dia duduk itu. 'Kenapa dia sebodoh itu? Dia dengan mudah di tipu orang yang menyamar menjadi diriku.' Keluh Vatler di dalam hatinya. 'Padahal jelas-jelas tingginya saja lebih pendek dariku, dan orang itu...dia melupakan kalau aku sebenarnya punya tahi lalat di bawah mata kiriku. Sebenarnya siapa orang ini? Jangan-jangan dia adalah orang yang memasang bom di tempat spa dua hari yang lalu.' Vatler sebenarnya sudah mencoba menyelidikinya atas insiden dimana Risyella ternyata menemukan sebuah bom.


Dan ketika Vatler selidiki, itu ternyata ada salah satu karyawannya Kevin yang berkhianat, sampai mau memasang bom di ruangan yang akan di gunakan oleh Risyella.


Tapi untuk urusan siapa dalah di balik itu semua, Vatler masih belum menemukannya.


Karena itulah, saat ini dirinya benar-benar memiliki prasangka yang cukup buruk soal Risyella yang ternyata sudah dijadikan target oleh seseorang.


'Kalau seperti ini, bukannya dia akan dalam bahaya terus? Memangnya dia mau menikahi orang sepertiku yang memiliki banyak musuh?' Vatler lambat laun jadi berpikir mengarah ke sana.


Karena sebuah pekerjaan, dimana Vatler bekerja di dalam unit dari pasukan khusus, maka secara tidak langsung, sebenarnya Vatler lama kelamaan memiliki musuh sendiri, dan jika ada yang tahu kalau dirinya nanti memiliki Istri, yaitu Risyella, maka sudah pasti Risyella bisa menjadi target untuk sasaaran mereka.

__ADS_1


Oleh sebab itu, Vatler sedikit khawatir tentang pernikahannya nanti. Apalagi mengingat Ibunya belum memberitahu soal pekerjaan yang dimiliki oleh anaknya ini.


Itu akan menjadi satu penghalang terbesar, apakah Risyella masih mau menjadi seorang Istri dari orang yang punya memiliki banyak musuh atau tidak, maka waktu yang akan menjawab.


__ADS_2