Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler

Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler
101 : IPHTV : Pilihan Hati


__ADS_3

'Tapi hatiku ini benar-benar yakin, kalau dia pasti bukan Vatler.' hatinya jadi terasa ragu untuk mempantapkan dirinya kalau yang ada di luar adalah Vatler yang dia kenal.


Tapi apa yang bisa dia buktikan jika semua itu hanya praduga yang dimilikinya saja tanpa ada bukti fisik?


Dia tidak mau melakukan kesalahan, jika yang ada di luar sana memang benar-benar Vatler calon suaminya itu.


"Apakah butuh bantuan?" Tanya Vatler palsu itu kepada Risyella yang langsung menjawabnya dengan secepat kilat.


"Tidak!"


"Kenapa lama?" Tanyanya lagi.


'Jika bukan karena sedang berpikir siapa kamu sebenarnya aku tidak mungkin berlama-lama disini.' Kutuk Risyella terhadap situasi yang terasa menyesakkan itu, sebab pria itu terus menerus membuang kalimat yang terasa menggoda.


"Aku mas-"


"Jangan!" Sela Risyella dengan cepat.


Karena tidak punya pilihan lain, Risyella pun mulai mengganti pakaian renangnya itu dengan pakaian da*la*m yang direkomendasikan oleh pelayan toko tadi.


'Kenapa aku jadi terasa seperti wanita liar sih?' Pikir Risyella seraya menatap cermin yang ada di depannya itu.


Dengan pakaian da*a*m yang benar-benar menampilkan bentuk tubuhnya secara bebas itu, membuat Risyella sendiri merasa seperti akan menjadi seorang p*lacur.

__ADS_1


Hingga suara ketukan pintu itu segera menyadarkan Risyella agar tidak melamun lagi.


TOK...TOK....TOK....


"Iya...iya...tunggu sebentar." Sahut Risyella atas ketukan pintu yang terasa tidak sabaran itu.


KLEK...


Setelah membuka pintu, Risyella justru langsung disuguhi oleh penampilan Vatler yang sudah berubah dengan pakaian awalnya, yaitu kaos putih dengan jaket kulit berwarna hitam, memakai sepatu boots berwarna hitam pula, dan ada sau anting yang terpasang di telinga sebelah kiri.


Tetapi dari pada itu, dia justru melihat apa yang tidak dia lihat sebelumnya, yaitu...


'Tahi lalat di bawah mata kirinya?' Tatap Risyella terhadap pria yang penampilannya sudah berubah total itu.


'Kenapa dia memakai ini? Apakah-' Vatler pun segera memejamkan matanya untuk memperbaiki hati dan pikirannya yang sedikit kacau itu, lalu beralih dengan tawaran, "Ayo pergi, pergi dari sini," kata Vatler, mengajak Risyella keluar dari sana.


Dan ketika tangannya lagi-lagi di genggap, ternyata perasaan nyaman itu kembali datang.


'Walaupun tadi aku juga di genggam seperti ini. Tapi...kenapa ini jauh lebih nyaman ketimbang yang tadi ya? Apakah prediksiku benar, kalau laki-laki yang membawaku kesini adalah orang yang menyamar menjadi Vatler?' Entah apapun itu, karena hatinya tiba-tiba merasa tenang setelah di bawa oleh pria ini, Risyella hanya mengulas senyum lemah.


Dia benar-benar sudah menjadi wanita yang cukup bodoh, karena mau di bawa kesini dan ke situ dengan begitu mudahnya.


'Bahkan jika tebakanku ini memang benar, kalau laki-laki tadi adalah orang lain yang menyamar jadi Vatler, maka aku benar-benar tidak berguna. Kenapa aku selalu mengiyakan ajakan dari mereka ya? Apakah hanya karena ini kesempatan, dan khawatir kalau aku tidak akan memiliki kesematan untuk pergi ke tempat-tempat lain dengan mereka, makannya aku jadi seperti ini?' Pikir Risyella panjang lebar.

__ADS_1


Sebelum Vatler membawa Risyella keluar, dengan bebas, tangan kirinya menyambar salah satu dres yang bisa dia gapai untuk di berikan kepada Risyella.


"Tidak mau keluar dengan penampilan seperti itu kan? Jadi pakai ini." Kata Vatler sembari melempar dress mini itu tepat ke wajah Risyella.


SRUKK...


'Ahw...dia ini kasar juga. Tapi yang seperti inilah ciri khas dari Vatler. Jadi aku tidak salah ambil langkah, kalau sekarang aku mengikutinya pergi.' Batin Risyella sambil mengambil pakaian itu dari wajahnya. Dan sambil berlari kecil, Risyella pun memakai dress mini itu agar tidak terlihat seperti orang yang baru saja melakukan hal yang tidak-tidak, sebab mereka berdua pergi lewat belakang.


___________


Ketika Vatler sudah berhasil membawa kembali Risyella ke tangannya sendiri, maka orang yang berpura-pura menjadi Vatler pun langsung mendengus kesal.


'Karena lengah sedikit, dia ternyata berhasil membawa kabur wanita itu lagi. Hahh~ Padahal aku sangat ingin sekali bermain dengan wanita miliknya itu. Setidaknya aku ingin sekali apakah dia masih perawan atau tidak. Tapi sayangnya, dia saja sudah tidak ada di tanganku lagi. Bagaimana aku bisa melanjutkan penyamaran ini, jika ternyata Vatler lebih dulu maju satu langkah di depanku.


Aneh...padahal aku sudah menyuruh Alven untuk mengatasi Cctv itu agar bisa memanipulasi semua orang. Tapi jika Vatler saja bisa menemukanku, maka artinya dia itu memang bukan sekedar laki-laki biasa.' Karena rencananya gagal total untuk membawa calon Istri milik Vatler, maka pria ini pun pergi dari sana dengan penampilannya yang berbeda. Dan tentu saja dengan lewat pintu belakang, maka tidak akan ada orang yang tahu kalau dirinya baru saja menyamar menjadi Vatler.


Pria ini menarik ujung dari wajah palsunya yang teretak di bawah leher, dan sosok dari wajah aslinya pun terlihat.


DRRTT......


Ponselnya yang tiba-tiba berdering itu langsung dia angkat.


"Pergi ke jalan xxx, dan tunggu aku disana." Kata pria ini kepada satu orang yang ada di ujung telepon, menyuruh orang tersebut untuk pergi ke salah satu alamat yang tadi dia katakan dan menunggunya di sana.

__ADS_1


TUT....


"Setidaknya aku sudah lihat wajahnya. Jadi akan ada kesempatan lain untukku agar bisa menemuinya lagi." Gumam pria ini pada dirinya sendiri.


__ADS_2