Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler

Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler
115 : IPHTV : Risyella


__ADS_3

"Vatler!" Panggil Marvin kepada Vatler yang baru saja keluar dari kamar.


"............" Vatler menoleh ke belakang, dan meneukan Marvin, yaitu pamannya saat ini sedang berjalan kearahnya.


Dengan wajah sumringah, Marvin merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Keponakannya itu.


GREP...!


"Apa kabar kamu."


Vatler hanya diam, tidak membalas pelukan yang dilakukan oleh pamannya itu kepadanya, dan hanya menjawab saja, "Aku baik-baik saja."


Marvin melepaskan pelukannya dari Vatler dan menatap pria yang saat ini akan merubah status dari lajang menjadi suami seseorang?


"Bagaimana? Padahal kamu sebentar lagi akan menikah, tapi kenapa raut wajahmu kaku seperti itu?" Tanya Marvie sambil mencubit pipi Vatler yang kaku itu.


"Ini bukan urusan paman." Vatler menepis tangan Marvin yang seenaknya menyentuh wajahnya yang berharga.


"Oh..jangan galak-galak. Aku sedang penasaran saja, dari mana kamu bisa mendapatkan wanita untuk dijadikan istri? Bukankah kamu selalu saja menolak kencan buta yang dilakukan oleh Ibumu?" Tanya Marvin panjang lebar.


"Kenapa paman penasaran? Nanti juga tahu sendiri jika paman bertanya pada Ibuku langsung." Jawab Vatler.


Karena jam untuk acara akad nikahnya sebentar lagi, Vatler pun berjalan pergi menuju halaman belakang, dan tentu saja di ikuti Marvin.


"Apa yang kamu katakan memang benar sih, tapi paman hanya ingin mendengar dari mulutmu sendiri." Ucap Marvin, memberikan alasan sebenarnya kepada Vatler.


"Aku sibuk, jangan bertanya lagi denganku." Ketus Vatler.


Mendengar jawaban Vatler yang seperti itu, Marvin hanya mengulas senyum lemah sambil menggeleng-gelengkan kepala. 'Dia sudah tidak sabar ingin bermalam dengan Istrimu ya.' Sindir Marvin kepada Vatler.


_______


"Tiaranya." perintah wanita berkacamata ini kepada asistennya untuk mengambilkan tiara untuk di letakkan di atas kepala Risyella.


"Ini kak." Sang asisten buru-buru memberikan tiara yang sudah diambilnya kepada kakaknya itu.


Setelah diberikan sentuhan terakhir, wanita ini memberikan kerudung putih transparan sebagai penutup wajahnya nanti. "NOna, ansa sudah selesai kami rias." utur wanita ini kepada klien kehormatannya, sebab calon pengantin wanita yang dia make over adalah calon istri untuk Tuan muda Vatler.

__ADS_1


Risyella perlahan membuka matanya. Wajah yang terpantul di cermin dari meja rias di depannya itu, berhasil membuat Risyella termangu.


"Apakah ini aku?" Tanya Risyella.


"Benar, pantulan di cermin di depan anda, tentu saja adalah anda sendiri." Sahut wanita ini yang berprofesi sebagai perias pengantin.


"Tapi.." Raut wajah Risyella berubah manjadi sedih.


Hal itu tentu saja langsung membuat dua orang ini panik, saat melihat calon mempelai wanitanya sedih!


"Tapi apa Nona?! Apakah ada yang kurang?"


Risyella menggeleng pelan, dan menjawab, "Tidak ada yang kurang, aku hanya merasa tidak percaya aku jadi terlihat berbeda, tangan kalian berdua ajaib ya?"


Sontak saja kedua orang wanita ini tertawa geli, karena baru saja dipuji sebab memiliki tangan ajaib? Tentu saja itu menjadi pujian pertama untuk mereka, karena dikatain ajaib, padahal biasanya hanya dipuji hebat, cekatan, dan profesional.


"Terima kasih Nona, jika hasil usaha kami berdua membuat puas anda." Ucapnya.


"Apa setelah ini kalian akan pergi?" Tanya Risyella.


Risyella hanya tersenyum lemah, karena sebentar lagi dirinya akan kembali sendirian. "Terima kasih ya." kata Risyella saat melihat mereka berdua pamit undur diri dan meninggalkan Risyella di kamarnya.


"Sama-sama Nona."


"Nona, semoga pernikahan anda bisa bahagia selalu."


Kata mereka berdua.


"Iya hati-hati di jalan." Risyella pun melambaikan tangannya sebagai salam perpisahan.


Seperginya mereka, Risyella akhirnya bisa bernafas lega.


"Hahh....belum apa-apa rasanya sudah lelah saja." Gumam Risyella. Setelah itu Risyella kembali menatap ke arah cermin yang lebih besar, dimana cermin tersebut mampu memperlihatkan diri Risyella dari atas sampai bawah.


Akhirnya gaun pengantin yang semalam terpajang di dalam kamarnya, saat ini sudah melekat di tubuhnya. Kesan cantik justru terlihat lebih menonjol pada gaun tersebut ketimbang dirinya. Tapi mau seperti apapun penampilannya saat ini, dia akan tetap bersyukur karena dirinya diberikan kelebihan, yaitu bisa mendapatkan seorang pria yang mau dengan dirinya itu.


Padahal dirinya itu adalah wanita yang banyak kekurangan, tapi calon suaminya itu benar-benar tidak memandang dirinya baik itu dari latar belakang pendidikan, keluarga, serta tidak memandang apakah dirinya itu pintar dan cantik atau tidak, Vatler, dia alah pria yang mau menerima dirinya apa adanya, bukan ada apanya.

__ADS_1


Risyella cukup senang, tapi di satu sisi juga sedikit sedih, sebab setelah dirinya menikah, maka hal paling utamanya adalah ikut dengan sang suami, yaitu Vatler.


"Dan saat ini, aku benar-benar sudah akan meninggalkan kedua orang tuaku." Risyella lagi-lagi tersenyum lemah, karena acara utamanya sebentar lagi akan dimulai, RIsyella pun mulai memakai sarung tangan brokat berwarna putih yang senada dengan gaun yang sedang dipakainya


CKLEK...


Sampailah dimana pintu yang baru saja tertutup itu tiba-tiba aja terbuka lagi, Risyella langsung menoleh ke belakang dan melihat siapakah orang yang baru saja masuk tanpa mengetuk pintu itu?


"Risyella."


Suara itu berhasil menarik perhatian Risyella sebab suara yang baru saja memanggil namanya adalah, "Ibu?" Panggil Risyella balik.


Ibunya Risyella mengulas senyum lembut saat anak perempuannya itu sudah berpenampilan cantik dengan gaun serta perhiasan yang serba mewah.


'Padahal selama ini Risyella hanya memakai pakaian lama ataupun bekas milik kakaknya, tapi ini? Doaku benar-benar terkabul ya? Buktinya saat ini Risyella bisa menemukan jodoh yang sangat berkecukupan, sampai gaun dan perhiasan yang dia pakai, jelas adalah barang yang cukup mahal. Aku senang, sebab Risyella akhirnya bisa menikah, apalagi laki-laki yang mau menikahinya adalah laki-laki yang baik. Semoga saja kalian berdua bisa langgeng terus.' Kata hati Ibunya Risyella.


Kembali melihat anak perempuannya yang nomor dua itu saat ini sedang mengangkat gaunnya yang lebar itu, Risyella berjalan bertelanjang kaki untuk menemuinya.


'Kenapa dia tidak masih terlihat seperti anak kecil saja?' Tatap Ibunya Risyella terhadap Risyella yang benar-benar berjalan tanpa alas kaki. 'Tapi penampilannya hari ini. Dia memang sangat cantik apakah mereka memberinya perawatan kulit juga?'


"Ibu, sejak kapan ibu sampai disini?" Tanya Risyella sambil memberikannya sebuah pelukan yang cukup erat sebab dirinya benar-benar merindukan sosok yang selama ini selau ada di sisinya.


"Sebenarnya sudah dari tadi malam, tapi karena kami tinggal di hotel lebih dulu, makannya kami baru bisa menemuimu hari ini." Jawab Ibunya Risyella. "Maaf ya, pasti kamu kesepian." Imbuhnya.


Risyella menggeleng kepalanya, "Jangan minta maaf, karena yang terpenting aku bisa bertemu dengan Ibu lagi." Jawab Risyella.


Sebenarnya sangat disayangkan, sebab setelah acara ini selesai, Risyella tidak memiliki waktu untuk menemani baik Ibu, Ayah, Kakak, dan kedua keponakannya.


Ya...


Dirinya tentu saja memiliki kakak. Tapi karena sang kakak sudah menikah lebih dulu, dan kebetulan sudah memisahkan diri, maka Risyella seperti satu-satunya orang tersisa yang bisa menemani Ibunya di rumah.


Tapi nanti?


Risyella akan kembali berpisah dengan mereka semua, sebab dirinya harus ikut dengan Vatler malam ini juga. Entah karena urusan apa, dan alasan apa, Risyella sendiri juga tidak tahu.


'Padahal baru juga ketemu, kenapa Vatler menyuruhku agar malam ini segera pindah ke Villa miliknya yang lain?' Pikir Risyella.

__ADS_1


__ADS_2