Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler

Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler
59 : IPHTV : Permulaan awal dari hubungan


__ADS_3

'I-ini kenapa tinggi sekali ha?!' Risyella terpaksa harus menjinjit demi mengambil barang yang ingin dia beli itu. "Padahal aku sudah termasuk tinggi, kenapa mereka membuat rak setinggi ini?" Protes Risyella dengan sebuah gumaman.


Hingga sebuah bayangan tiba-tiba melahap keberadaan Risyella yang sedang kesulitan mengambil roti tawarnya.


Risyella yang mendapati hal tersebut langsung melirik kearah samping kanan, dimana dia langsung disuguhi salah satu tangan yang beberapa waktu lalu Risyella pdang, saat ini sedang terulur untuk membantu Risyella mengambil barang itu.


"Jika memang inginnya mengambilnya sendiri, carilah bangku." Saran Vatler tiba-tiba, menghapus kegelisahan Risyella terhadap roti tawar yang ingin Risyella ambil tapi letaknya cukup tinggi.


'Apa dia yang sebenarnya cukup baik atau akunya saja yang punya perasaan berlebih ini? Setiap kali dia tiba-tiba muncul dibelakangku, jantungku jadi serasa ingin copot. Ditambah lagi...karena posisinya seperti ini, aku kan jadi merasakan nafasnya langsung.' Pikir Risyella, menahan rasa malunya sendiri saat tubuh Vatler yang tinggi itu sukses menelan keberadaan Risyella sepenuhnya.


"Ini." Kata Vatler memberikan roti tawar yang tidak bisa dimakan tapi sering dipakai oleh semua perempuan.


'Kan, kenapa aku yang jadinya malu sendiri?' Batinnya. Risyella jadi merasa bingung, padahal yang mengambil pembalutnya adalah Vatler, tapi yang merasakan malu justru adalah Risyella sendiri. "Terima kasih." Jawab Risyella singkat sambil menyambar pembalut itu.


"Apa kau mampu menghabiskan semua itu?" Vatler bertanya karena melihat troli yang Risyella bawa sudah hampir penuh. Bukan penuh dengan barang multi guna, tapi snack makanan!


'J-jangan bilang dia sedang berpikir aku memakan semua ini kan?' Risyella memberikan tatapan selidik pada Vatler yang sedang memperhatikan semua snack makanan yang sudah Risyella ambil seperti orang yang sedang ngidam dan bawaannya ngemil terus.

__ADS_1


"Tuan, apa anda bisa mengambilkan itu juga untukk saya?"


Tiba-tiba seorang wanita muda berkulit putih, punya wajah yang cukup cantik, lekuk tubuh yang sempurna karena dibalut dengan pakaian cukup seksi datang menyela pembicaraan dari mereka berdua.


Ekspresi penuh harap itu pun menghampiri mata Vatler yang langsung menatap wanita itu dengan tatapan dingin.


'Kelihatannya dia mau menggodanya.' Risyella yang tidak mau masuk kedalam drama diantara wanita cantik dan pria tampan itu, memutuskan untuk pergi dari sana. 'Dia cocok juga dengan dia. Jadi aku tidak boleh mengganggu mereka.' Pikir Risyella sambil mendorong troli belanjaannya sendiri.


Tapi belum sempat mengambil langkah pertamaya, tiba-tiba tangan Vatler sudah melingkar di pinggangnya.


"Siapa yang menyuruhmu pergi? Ada orang yang membutuhkan bantuan." Desak Vatler, lalu di detik itu juga Vatler mengangkat tubuh Risyella. "Ambil." Perintah Vatler setelah mengangkat tubuh Risyella yang ternyata sangat ringan.


'Kenapa aku? Yang dimintai tolong kan kau.' tapi semua protes itu tidak bisa Risyella sampaikan karena sudah terburu di turunkan, setelah Risyella mengambil pembalut yang sama dengan yang tadi Vatler ambil. "Ini." Risyella pun memberikannya kepada wanita tersebut.


"Eh?" Lamunan yang ada di kepalanya pun akhirnya langsung buyar setelah orang yang dia harapkan, yaitu Vatler untuk mengambilkannya pembalut, ternyata tidak bisa kesampaian karena Risyella lah yang mengambilkannya untuknya. "T-terima kasih."


Tahu tidak ada harapan lagi untuk mendekati Vatler karena sudah memiliki tameng yaitu Risyella, wanita tersebut pun pergi dengan wajah kecewa.

__ADS_1


"Kenapa aku melakukan itu?"


"Melakukan apa?" Tanya Vatler balik lalu dengan gamblang, Vatler mengambil satu pembalut lagi untuk Risyella.


"Nah itu...! Kau bisa mengambilnya, kenapa tadi aku harus mengambilkan itu untuk perempuan itu?" Protes Risyella.


"Kenapa aku harus melakukan itu untuk dia? Aku tidak menerima perintah atau permintaan dari orang lain, selain kau." Cetus Vatler.


"Eh?" Risyella yang terkejut itu segera mundur dua langkah untuk menjaga jarak dari Vatler yang tiba-tiba saja seperti baru saja mengatakan gombalan.


Sudut matanya Vatler pun langsung menangkap reaksi wajah Risyella yang benar-benar terkejut itu. Terbesit rasa lucu tapi juga penyesalan, karena mulutnya jadi mengucapkan kalimat seperti orang yang baru saja membuat rayuan. 'Sebenarnya ada apa dengan mulutku ini?'


"J-jangan gombal. Minggir!" Risyella yang sudah salah tingkah itu cepat-cepat meraih troli belanjaannya dan segera mendorongnya.


'Kenapa akhir-akhir ini aku mengucapkan hal yang tidak pernah sekalipun aku katakan pada perempuan lain?' Batin Vatler, dia sendiri juga bingung kenapa. Tapi karena sudah terlanjur


Tepat dihari terakhir, dengan kata lain setelah satu minggu mengisi hari Marlina dan Vatler dirumah Risyella, tepat di saat Vatler dan Risyella lagi-lagi pergi bersama, Marlina pun membicarakan hal serius kepada Ibunya Risyella.

__ADS_1


__ADS_2