Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler

Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler
120 : IPHTV


__ADS_3

Ketika jarak wajah diantara mereka berdua hampir menghilang semuanya, satu bisikan kecil tiba-tiba saja datang menghampiri.


"Risyella, aku memang bersyukur karena kamu mau menikah denganku. Tapi apakah kamu tidak masalah karena aku benar-benar tidak bisa memberikanmu hati ini kepadamu?" Bisik Vatler tepat di samping telinga Risyella persis.


Risyella menoleh ke samping kiri, dimana wajah suaminya itu saat ini ada di sampingnya persis. Sehingga karena posisi kepala Vatler membelakangi mereka semua, yaitu para tamu undangan, maka jadi terlihat seperti sedang berciuman persis, padahal kenyataannya adalah mereka berdua saat ini hanya sedang bertatap mata.


Tapi apa balasan atas ucapan yang Vatler katakan tadi? Itu adalah sebuah senyuman yang lembut.


Risyella meraih wajah Vatler, dan saat itulah Risyella menjawab. "Dari awal aku juga sudah tahu, kalau aku hanya bisa memiliki cinta sepihak saja. Tapi sayangnya....entah kenapa aku tidak mempermasalahkan posisimu itu."


Itulah yang dia katakan kepada Vatler atas ungkapan pikiran dan hati yang ternyata tidak bisa membalas perasaan cinta yang sebenarnya dimiliki oleh Risyella.


"..............."


Karena sudah mengungkapkan perasaannya itu, dan dikarenakan Vatler saat ini adalah suaminya sendiri, maka dengan berani, Risyella pun menarik wajah Vatler ke arahnya, hingga kedua bibir mereka pun pada akhirnya jadi saling bertemu, dan membuat sebuah ciuman.


CUP.


Walaupun bukan ciuman yang dibumbui perasaan yang sama, sebab Vatler hanya diam dan memberikan kebebasan kepada Risyella untuk menciumnya, tapi bagi mereka semua yang saat ini sedang melihatnya, itu adalah ciuman yang cukup dijadikan sebagai bekal tanda cinta dari satu pasang pengantin baru.


CKREK...CKREK.....


Robert yang tidak ingin ketinggalan dengan pemandangan yang sangat memanjakan mata itu, segera mengambil gambar sebanyak mungkin.

__ADS_1


Setiap detik, pasti akan tertangkap kamera.


Dan itu akan menjadi momen yang tidak akan bisa dihapus dan akan tersimpan dengan baik dalam memori, entah memori dari kepalanya, maupun memori dari card yang tersimpan di dalam kamera yang digunakan oleh Robert untuk mengambil gambarnya.


'Sebaiknya nanti aku minta semua gambar itu di dalam handphone aku juga ah. Jadi aku bisa memandangi foto hari ini sepuas hatiku.' Batin Risyella terhadap kamera yang sedari tadi bekerja keras untuk mengambil gambar mereka berdua dari segala posisi.


'Ini sungguh pemandangan yang sangat bagus. Vatler! Akhirnya kamu menikah juga ya....aku senang akhirnya kamu bisa menyusulku.' Pikir Robert kala itu. Selain menjadi Mc dia pun menjadi fotografer dadakan, khusus untuk memotret sepasang pengantin baru itu.


Setelah tautan dari kedua bibir mereka berdua di lepaskan, Vatler dan Risyella pun saling menatap mata lawannya.


Sejujurnya Risyella menginginkan lebih dari itu, tapi mengingat saat ini posisi mereka berdua sedang ada di depan banyak orang, maka mau tidak mau dirinya harus menahan diri.


*


*


*


Semua perasaan itu pasti ada. Dan salah satunya adalah Risyella. Demi apapun, dia benar-benar tidak menyangka kalau sekarang dirinya sudah tidak lagi sendirian, karena saat ini dia akan di temani pria yang saat ini sudah menjadi suaminya, yaitu Vatler.


"Apa ada sesuatu diwajahku?" Taya Vatler, ketika dia menyadari kalau sekarang Istrinya masih saja menatap kearahnya.


"Ada."

__ADS_1


Vatler pun menoleh ke samping kiri sedikit ke bawah, lalu bertanya, "Apa?"


"Wajahmu tampan." Jawab Risyella lagi.


Sudut mulutnya pun terangkat. "Aku tahu kalau wajahmu tampan. Jadi kamu mau apa dengan wajahku yang tampan ini?" Tanya Vatler balik.


"Aku...hanya ingin terus menatapmu. Boleh kan?"


"Kamu mau wajahku berlubang?"


"Tapi aku suka."


"Tapi aku lelah di tatap olehmu." Cetus Vatler.


Mendengar hal itu, Risyella langsung menunduk. "Maaf-"


"..............." Melihat Istrinya menunduk, dan di saat yang sama ada beberapa orang yang sedang menatap ke arah mereka berdua, Vatler pun menangkap wajah Risyella yang menunduk dan mengarahkan wajah Risyella itu agar kembali menatap kearahnya. "Kalau mau silahkan saja. Tapi apa kamu mau jadi bahan lelucon oleh mereka, kalau kamu benar-benar Bucin kepadaku?"


'Apapun, asal itu tentangmu, aku merasa tidak masalah dengan apa yang kamu beritahu.' Benak hati Risyella. 'Tapi dia...memegang wajahku seperti ini?' Risyella menatap wajah tampan Vatler yang sedang memasang ekspresi datar.


Entah apapun itu asal masih berhubungan dengan pria ini, Risyella merasa tidak mempermasalahkannya.


Dan jawaban yang Risyella berikan kepada suaminya itu tentu saja adalah anggukan kecil, yang menandakan kalau itu bukanlah masalah untuknya.

__ADS_1


'Meskipun agak menyakitkan karena kamu mengatakan tidak bisa memberi hatimu kepadaku, tapi aku merasa kalau hal itu tidak apa-apa. Karena yang terpenting disini adalah kamu sudah menjadi suamiku. Hanya itu saja yang bisa aku harapkan dari hubungan yang dipaksakan ini. Tidak dapat cinta? Harta? Selama itu dirimu, Vatler...aku tidak masalah dengan semua itu.' Pikir Risyella.


__ADS_2