Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler

Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler
68 : IPHTV : Mimpi pembawa kenyataan


__ADS_3

"Apa yang kamu inginkan?"


ANgie terus menatap Vatler dengan senyuman cantiknya. Senyuman dari wanita muda yang baru menginjak umur 22 tahun itu. "Kamu mau sedikit membungkuk?"


Awalnya Vatler terdiam mencoba mencerna situasi yang ingin di buat oleh Angie itu, tapi tanpa perlu waktu yang lam, Vatler menuruti permintaannya juga.


Dan apa yang terjadi saat Vatler sedikit membungkukkan tubuhnya ah sebuah kecupan basah tepat di pipi kanan Vatler.


CUP.


"Bagaimana? Itu ucapan selamat dariku untukmu. Hadiah ketiga untukmu."


Vatler mengerjapkan matanya beberapa kali, lalu mendelik kearah Angie yang saat ini kembali memakai maskernya. "Terima kasih.""


"Sama-sama. Ok...aku pergi dulu, nanti kalau aku sudah sampai disana, aku akan meneloponmu. Kamu harus angkat." Ujar Angie sambil melambaikan tangannya, kemudian dia akhirnya berjalan pergi.


"Dia selalu saja seenaknya." Lirih Vatler saat melihat kepergian Angie untuk terakhir kalinya.


KRUYUKK...


"............" Mendengar suara protes yang berasal dari perut, Vatler kemudian melirik kebawah. Meskipun, Risyella masih dalam kondisi tertidur, tapi tidak dengan perut yang sudah protes minta di isi.


***********


"Kepada semua tamu undangan yang ada, kita sambut calon pengantin dari mempelai wanita." Ucap sang MC kepada seluruh tamu undangan yang hadir dalam acara yang sudah ditunggu-tunggu oleh sepasang pengantin.


Ya...


Secara, seluruh tamu undangan yang hadir di acara paling sakral untuk sepasang pengantin yang menikah di hari ini segera berdiri dan menaruh semua perhatian mereka kepada seorang wanita yang saat ini mengenakan gaun pengantin berwarna putih hasil dari desainer terkenal yang direkrut secra pribadi oleh keluarga Ellistone.

__ADS_1


Tidak seperti biasanya, ketika acara resepsi pernikahan akan diadakan dengan baju adat dan berharap acaranya sangat meriah, maka Risyella adalah yang paling bertolak belakang dengan kedua hal itu. Risyella memilih nuansa modern dimana dia menggunakan gaun layaknya seorang putri, dan memakai sebuah tiara kecil diatas kepalanya lalu memakai penutup kepala, dan tempat yang Risyella pilih pun bernuansa alam, hanya para tamu undangan dari keluarga kedua belah pihak saja yang hadir di acara tersebut.


Akad, resepsi pernikahan, dimana itu adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh kedua sepasang kekasih yang menginginkan hubungan paling erat.


Dan Risyella adalah salah satu wanita yang akan merasakan bahagianya bisa melaksanakan pernikahan tersebut.


Benar...


Risyella saat ini benar-benar bahagia karena akhirnya dia bisa mendapatkan pasangannya sendiri, dan pasangan yang akan menjadi suaminya itu adalah Vatler. Pria dengan penampilan serta kharisma yang sangat sempurna untuk sebagian besar wanita, mulai detik ini pria tersebut akan menjadi miliknya seutuhnya.


'Untuk hari ini saja, apakah aku boleh menjadi manusia yang serakah?' Batin Risyella. Dengan langkah pelan, dia berjalan menyusuri karpet merah yang membentang dari tempat awal tadi dirinya berdiri menuju ke sebuah Altar yang letaknya 25 meter di depan sana.


"Wah..lihat, pengantin wanita yang cantik ini terlhiat sudah tidak sabar menghampiri calon mempelai pria." Goda pembawa acara ini kepada Risyella.


Lagu pengiring yang terdengar itu pun semakin mewarnai acara tersebut. Dan Risyella yang saat ini berjalan sendirian dengan membawa seikat bunga mawar putih di tangannya itu, tidak habis-habisnya wajahnya menyiratkan kebahagiaan yang sudah tidak dapat diungkapkan lagi dengan kata-kata.


'Aku benar-benar sangat gugup.' Batin Risyella dengan wajah menunduk, sebab perasaannya saat ini sedang bercampur aduk antara bahagia, sedih, juga malu.


"Bagaimana ini? Mempelai wanita sangat gugup, sampai tidak bisa berjalan lagi." Ujar sang Mc memberikan kode pada mempelai pria, yaitu Vatler.


Mendapat kode dari presenter, Vatler dengan senyuman remeh itu pun akhirnya dibuat takluk untuk menjemput Risyella yang sudah sepenuhnya berdiam diri.


'Ah...aku pasti mempermalukannya, padahal dia sudah susah payah mempersiapkan ini semua sendirian dan aku mengacaukannya. Gara-gara kakiku gemetar.' Batin Risyella merasa tidak enak kepada Vatler yang sudah susah payah meluangkan waktunya untuk mempersiapkan acara resepsi itu sendiri.


Disaat Risyella jadi termenung dan menjadikan senyuman itu kian memudar gara-gara gugup, Vatler dengan langkah kaki cepat dan lebar, akhirnya berhasil memutar suasana canggung itu menjadi suasana yang terkesan lebih romantis lagi.


"Kamu ingin accara ini cepat selesai kan?" Tanya Vatler kepada Risyella.


Risyella sontak saja menatap mata Vatler yang memiliki iris mata berwarna biru lauaknya lautan samudera itu. Mata yang terlihat seperti seseorang yang mampu melihat segalanya.

__ADS_1


Dan jawaban atas pertanyaan Vatler pun Risyella jawab dengan sebuah anggukan.


"Bagus. Kita akan menyelesaikan ini dengan cepat agar kamu bisa cepat istirahat." Kata Vatler dengan kedua tangan saat ini sudah menggendong tubuh Risyella.


'Dari pada istirahat, aku jadi ingin memilikimu malam ini.' Benak hati Risyella ketika sekarrang dirinya dpaat melihat wajah calon suaminya dari bawah. Itu adalah pemandangan dengan sudut pandang berbeda dan terasa menakjubkan. Karena dengan posisinya saat ini, dia jadi melihat wajah menawan Vatler dari bawah.


Tidak tahan melihat wajah Vatler yang menganggur itu, dengan inisiatifnya sendiri tangan kanan Risyella pun terangkat untuk menggapai wajah itu untuk kian dia dekatkan.


"Vatler." Panggil Risyella dengan nada lirih. TIdak ada kata yang bisa Risyella selain nama dari calon suaminya itu.


Dan nama yang terpanggil itu pun berhasil membuat Vatler melirik kebawah, sampai saat itu juga tangan kanan Risyella yang sudah menyentuh wajahnya, perlahan tangan itu pun menarik Vatler untuk menunduk keawah Risyella.


"Hei, acaranya saja belum dimulai." Kata Vatler memperingatkan.


"Memangnya kenapa? Sekarang yang aku butuhkan adalah energi keberanian darimu." Timpal Risyella. Semakin menarik wajah Vatler sampai harapan untuk mendapatkan bibir seksi itu akhirnya terwujud juga.


CUP.


Kedua bibir itu pun saling bertautan satu sama lain.


'Ah..jadi ini yang namanya ciuman? Lembbut tapi sangatlah manis, dan juga menggoda.' Hatinya jadi terasa hangat, sekaligus merasakan sensasi yang cukup menggelitik. Sebab pria yang dari luar itu terlihat dingin itu ternyata mampu memberikan perasaan hangat yang tidak pernah Risyella rasakan untuk seumur hidupnya.


Hati yang selalu kosong itu akhirnya terisi juga oleh seorang pria yang Risyella idam-idamkan sekaligus dia cintai.


Vatler.


Orang pertama yang membuatnya jatuh hati pada pandangan pertama.


Walaupun dulu memang ada, tapi kesan yang Risyella dapatkan setelah menjalin hubungan selama beberapa minggu itu tetaplah berbeda.

__ADS_1


"Terima kasih...karena mau menjadikanku pengantinmu sekaligus Istrimu." Kata Risyella kepada Vatler yang saat ini wajahnya benar-benar ada di depan matanya persis, dan dimana kedua bibir mereka pun masih saling bertautan untuk beberapa saat itu.


".................." Vatler pun hanya menyiratkan tatapan mata yang lembut, yang memiliki arti kalau dia pun merasa bersyukur bisa mennjadikan Risyella menjadi istrinya?


__ADS_2