Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler

Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler
103 : IPHTV : Karena misi


__ADS_3

"Untuk ukuran seorang wanita, kamu cukup agresif juga ya? Dasar wanita nakal," Kata Galih sambil tersenyum tawar, karena saat ini Angie benar-benar sedang memberikan permainan pada Galih. Dimana, kini Galih sudah di ikat di kursi, lalu Angie pun duduk di atas pangkuannya sambil memberikan sentuhan menggoda, yang membuat belalai gajah milik Galih sepenuhnya bereaksi.


"Jika aku tidak nakal, pasti kamu tidak akan suka. Bukankah pria suka dengan wanita yang nakal sepertiku?" Jawab Angie.


Angie duduk di atas pangkuan Galih, lalu tangannya dengan bebas langsung menggerayang tubuh pria itu.


"Jujur saja kalau aku suka dengan wanita sepertimu. Tapi apakah kamu sudah punya pacar?"


"Hmm...sayangnya belum." Jawab Angie, lalu menaruh kacamata hitam untuk di pakai oleh Galih.


"Kenapa aku pakai kacamata?" Tanya Galih bingung. "Kan aku jadi tidak bisa melihatmu."


"Masa sih? Kacamata hitam ini aku cuman mencoba agar kamu memakainya, apakah cocok atau tidak." Padahal niat sebenarnya milik Angie tentu saja untuk mendapatkan scan dari retina mata milik Galih.


*Sudah dapat." Kata Freddy kepada Angie dengan komunikasi nirkabel miliknya.


"Karena terlihat kurang cocok, lebih baik aku yang pakai saja, kali ya?" Angie pun melepaskan kacamata tersebut dan memilih untuk memakai untuk dirinya sendiri.


"Kamu terlihat keren juga, pakai itu." Puji Galih.


"Hmm..ya, aku memang selalu keren, bahkan jika mengenakan pakaianmu ini," Angie yang sudah menyiapkan kemeja milik Galih yang sempat di lepas itu, segera Angie pakai untuk menutupi tubuhnya yang seksi itu.


"..............!" Galih yang melihat penampilan lain dari pada yang lain, sontak membuat kesan Galih kepada Angie jadi semakin menarik godaannya.


Tapi karena tangannya terikat, dia pun jadi susah ingin menggapai tubuh Angie yang saat ini sedang berdiri di depannya persis.


*Hei, kamu sudahin pekerjaan menggodamu. Aku sudah selesai membuka pintunya, jadi keluar sekarang.* Ucap Freddy.


Angie yang sudah menerima informasi kalau bagian miliknya sudah selesai, maka dia pun memberikan hadiah kecil untuk Galih.

__ADS_1


"Ayo..duduk sini lagi. Aku ingin menyentuh tubuhmu yang wangi itu." Pinta Galih.


"Tidak masalah." Angie kembali duduk di atas pangkuan galih. Tapi di saat itu, Angie tiba-tiba saja langsung memberikan semprotan tepat ke wajah Galih.


"Akh...apa yang kamu semprotkan?" Galih yang polos itu pun hanya protes kecil dengan tindakan yang dilakukan oleh Angie terhadapnya.


"Kamu ingin kita tidur bersama kan?"


'Apa?! Jadi jangan-jangan, yang dia berikan kepadaku itu, obat perangsang?' Seketika Galih jadi berpikiran jauh.


Padahal...


*


*


*


Angie pun keluar dari salah satu kamar dengan masih menggunakan kemeja milik Galih.


*F, aku sudah menyelesaikannya. Aku langsung tinggal pulang dulu ya?* Ucap Angie lewat headset bluetooth yang dia pakai dari awal sebelum melancarkan aksinya untuk menggoda Galih.


*Aku pikir kamu perlu ke sini juga,* Kata Freddy di ujung telepon.


*Untuk apa juga aku daang kesana. Kan pekerjaan kasar hanya di peruntukan untuk laki-laki, sedangkan aku hanya melakukan apa yang bisa aku lakukan, jadi jangan mengharapkan lebih dari ini.* Jelas Angie. Lalu dia pun berjalan menuju pintu darurat. Disana dia langsung melepas kemeja yang dia pakai, lalu melipatnya. Setelah itu, dia pun mengambil pakaian miliknya yang sudah disiapkan dengan bantuan dari orang lain.


*Padahal aku ingin ada teman. Jika saja Vatler yang datang, aku tidak mungkin akan menyuruhmu melakukan ini dan itu, dan menemaniku juga.* Imbuh Freddy.


*Jangan bilang, karena ingin kencan denganku,* Ledek Angie.

__ADS_1


*Anggap saja seperti itu.* Ketus Freddy di ujung telepon.


*Ok, aku tidak mempermasalahkannya, karena kamu mengatakan ingin kencan denganku. Yah..karena kebetulan kamu juga tipe ku, jadi tidak masalah untuk di coba.* Kata Angie. *Aku akan datang kesana,* Imbuhnya.


Namun hal yang tidak pernah di pikirkan, justru terjadi. Yaitu...


DHUAARR....


"A-apa?!" Panik Angie, saat suara ledakan itu behasil menggetarkan bangunan yang sedang Angie masuki.


*Angie?! Apa yang baru saja terjadi?* Tanya Freddy.


*Aku akan mencari tahu dulu.* Angie pun bergegas keluar dari tangga darurat.


Dengan berlari, dia bisa menghemat waktu kurang lebih satu menit, menjadi tiga puluh detik, sebab Angie bukan turun lewat tangga lagi, melainan dengan tali, dan langsung meluncur ke lantai bawah.


'Apa yang sebenarnya terjadi? Padahal aku yakin tidak ada bom di sekitar sini.' Batin Angie dengan hati sudah sangat kehawatir.


Angie berlari keluar, dan setelah keluar, dia segera di perlihatkan asap hitam yang mengepul dan membumbung tinggi ke langit.


Lalu asalnya dari mana?


Terlepas berasal dari mana, kekhawatiran Angie terhadap banyaknya korban yang berjatuhan, dia justru tidak melihat siapapun di sana.


'Hmm? Padahal setengah jam tadi, bukannya tempat ini ramai sekali ya? Kenapa jadi sepi seperti ini?' Batin Angie.


Dia berlari menuju halaman, dan benar saja, tidak ada siapapun disana kecuali dia sendiri.


'Kemana semua orang?!' Teriak hati Angie, benar-benar sulit dimengerti, alasan kenapa waterpark itu bisa jadi sepi layaknya tempat yang terbengkalai.

__ADS_1


__ADS_2