Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler

Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler
63 : IPHTV : Vatler


__ADS_3

Tring...


Tring....


Beberapa notifikasi pesan yang masuk kedalam handphone milik Risyella berhasil menarik perhatian Marlina untuk melihatnya.


-Risyella, apa buketnya sudah jadi?- Satu pesan yang Marlina baca.


-Ris, aku datang kerumah ambil pesananku ya?-


-Risyel, apa kau bisa antarkan buket bunga milikku ke rumahku sekarang?-


Deretan pesan yang datang untuk Risyella secara keseluruhan menyangkut buket yang sudah Risyella buat menjadikan Marlina mengetuk pintu kamar Vatler.


"Va-" Belum juga memanggil nama anaknya itu, Vatler sudah lebih dulu keluar dari kamar seorang diri.


"Ada apa?" Ketusnya, sambil melirik kearah handphone Risyella.


"Kelihatannya kamu harus membangunkan Risyella. Orang-orang yang memesan buket sudah mau minta di antar." Jawab Marlina dengan senyuman tawarnya.


"..............." Vatler pun langsung merebut Hanphone itu dari tangan Ibunya.

__ADS_1


"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Ibunya, dengan penasaran.


"Mereka yang butuh barang, harusnya mereka lah yang datang kesini." Ujar Vatler dengan wajah tidak puas hati.


"Kau benar juga. Katakan kalau Risyella sedang sakit, mereka pasti mau datang kesini sendiri." Dukung Marlina pada anaknya yang kelewat pintar itu.


TING..


-Apa? Kau sakit? Baiklah. Aku yang akan datang kerumahmu untuk mengambil barangnya.-


-Oh! Maaf. Aku akan mengambilnya ke rumahmu sekarang.-


-Ok. Semoga cepet sembuh ya. Nanti temanku yang akan datang kerumahmu. Kau kirimkan lokasimu pada nomor ini.-


______________


"Risyella," Panggil perempuan berambut pirang ini kepada Risyella. "Risyella, aku datang mau ambil pesananku."


Karena tidak ada sahutan, awalnya perempuan ini akan menelepon Risyella, tapi baru juga terhubung, Vatler tiba-tiba keluar menyambut tamu itu dengan penampilannya yang sudah basah akan keringatnya sendiri.


'Haaaahhh!' Perempuan ini langsung mematung dengan wajah bengong.

__ADS_1


Rambut hitam kusut bercampur dengan keringat yang membasahi wajah tampannya, tubuhnya yang tinggi itu berbalut kaos kelabu ketat, yang dimana seluruh body tubuh Vatler yang kekar dan berotot pun menjadi pemadangan utama dari dua orang wanita lain yang baru sajda datang itu.


'Apa-apaan dengan pria ini? Wajahnya, kulitnya, tubuhnya, dia punya kesempurnaan diatas rata-rata!' Pikir perempuan yang pertama kali datang itu.


'Dia..siapa? Dari mana pria seganteng ini ada berasal? Kenapa ada di rumah Risyella? Dan keringatnya itu! Itu menambah kesan seksinya!' Racau perempuan kedua.


'A-apa? Apa aku baru saja melihat pangeran?'


"Masuk dan ambil barang kalian." Ketus Vatler.


'Gila! Suaranya sangat seksi! Apakah dia tunangan Risyella?' Puji perempuan pertama ini.


'Risyella! Darimana kau mendapatkan pria setampan ini?!'


Teriakan demi teriakan berasal dari batin mereka terus saja tidak mau diam ntuk memuji dan meracau.


"Kalau boleh tahu, Risyella sakit apa?" Perempuan pertama bertanya untuk sekedar basa-basi.


"................, dia kelelahan."


JDERR....

__ADS_1


'Jawaban macam apa itu? Jangan-jangan asal keringat dari pria ini penyebab Risyella kelelahan dan berakhir sakit? Aku juga mau!' Hatinya terus meronta ingin mendapatkan Vatler.


'Aku tahu tatapan mata kalian. Dasar, wanita.' Decih Vatler ketika matanya menemukan ketiga wajah perempuan di depannya itu memperlihatkan ekspresi penuh minat. 'Melelahkan. Kenapa juga Risyella bisa tidur selama itu? Ini sudah 4 jam, padahal aku kalau minum obta tidur itu, efeknya hanya bertahan 2 jam.' Dalam diam Vatler merasa curiga dengan efek obat tidur miliknya yang dia berikan kepada Risyella beberapa waktu lalu itu.


__ADS_2