Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler

Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler
14 : IPHTV Karena buku


__ADS_3

KLANG..


Minuman kaleng yang dia beli dari mesin minuman langsung Risya ambil. Tapi di saat itu juga, Risya menyadari sesuatu yang sedang dia bawa juga.


‘Aku salah ambil buku?! Padahal di label nya tertulis buku IPA, tapi yang aku ambil kenapa buku isinya tentang pelajaran IPS?’ Risya pun langsung menenggak habis minumannya, setelah itu di apergi kembali naik ke lantai dua.


Dia berputar arah untuk mengembalikan bukunya Arshel yang Risya salah ambil. 


Tapi karena langkahnya terburu-buru sebab diburu oleh waktu juga, dia sampai tidak sengaja menabrak seseorang.


BRUKK…..!


“Ahhh…..” rintih orang yang Risya tadi tubruk.


“M-maaf.” Risya segera meminta maaf, dan langsung mengambil buku yang tadi sempat terjatuh akibat tidak sengaja menabrak seseorang yang tiba-tiba muncul dari balik tembok.


“Kau jalan tidak pakai mata?! In isakit tahu.” marah perempuan ini, yaitu Rose. Dialah orang yang kena tabrak oleh Risya tadi tepat di tengah koridor yang menghubungkan antara lantai satu dan lantai dua. 


Karena niatnya untuk menyusul Arshel langsung terhalangi oleh tabrakan yang baru saja terjadi dengan perempuan yang baru pertama kali dia lihat, langsung membuat Rose marah besar.


Usahanya untuk mengikuti Arhshel jadi sia-sia karena kejadian itu.


“Aku kan sudah minta maaf.” Risya sedikit emosi, karena perempuan yang tidak sengaja dia tabrak itu lebih dulu mengeluarkan protes tidak terima dengan hinaan yang langsung membuat hati Risya jengkel.


“Maaf itu tidak ada gunanya, kau membuat bahuku sakit.” kata Rose dengan sedikit berapi-api. “...............” sampai sudut matanya tidak sengaja melihat buku dengan nama Arshel tertera di sampul bukunya, Rose akhirnya menemukan seseorang yang Arshel cari itu.


Rose yang langsung memandang Risya sebagai seorang pencuri yang sedang di cari oleh Arshel.


Merasa malas dengan perdebatan yang akan semakin di perpanjang, Risya kembali mengucapkan minta maaf. “Maaf tapi aku sedang terburu-buru.” Risya yang hendak pergi lagi, segera di cegat oleh Rose. Risya melihat bahunya ditepuk dan ditekan sedikit kuat oleh Rose.


“Siapa yang menyuruhmu pergi, pencuri.” ucap Rose sambil mencegat kepergian Risya dari pandangannya itu.


“...............!”Risya segera mengernyitkan matanya, saat tiba-tiba dituduh menjadi seorang pencuri. ‘Sebenarnya dia siapa? Kenapa aku tiba-tiba saja dituduh sebagai mencuri? Padahal kenal juga tidak.’ Risya bingung dalam suasana yang mulai memanas itu. “Kenapa aku tiba-tiba dituduh mencuri?” tanyanya.


Risya kembali tidak menerima tuduhan yang tidak berdasar itu.

__ADS_1


Rose langsung merebut buku dari tangan Risya, sambil berkata : “Buktinya ini, kau sudah mencuri barang orang lain, dan malah bicara seorang tidak tahu apa kesalahanmu itu.” ucap Rose, masih terus menuduh Risya mencuri.


“Aku tidak mencurinya.” Risya mulai membela dirinya sendiri.


Kenapa tidak? 


Dia merasa tidak terima dituduh pencuri oleh orang lain, padahal buktinya tidak ada, jika itu buku, maka Risya pun sudah meminta izin dulu pada yang punya. 


Karena itu, Risya pun akan terus melawan balik wanita angkuh ini. 


Rose segera menyela ucapan Risya di detik itu juga. “Lalu apa ini? Nama pemilik buku ini adalah Arshel, apa kau tahu, Arshel sedang mencari orang yang mencuri bukunya.”  


‘Jika begitu berarti dia pergi ke kelasku?’ pikirnya. “Aku memang akan mengembalikannya, kok.”


“Alah, alasan. Pasti hanya dalih saja kan.”


“Kembalikan itu, aku yang akan mengembalikannya sendiri.” RIsya tidak mau buku milik Arshel di tangan orang lain yang tidak Risya kenal. 


Oleh sebab itu, Risya mencoba merebut kembali buku itu dari tangan Rose. 


“Pencuri mana mengaku mencuri. Biarkan aku yang mengembalikan ini padanya, dan memberitahu siapa pencurinya disini.” karena Risya memiliki tinggi yang sedikit pendek dari Rose, maka Rose jadi mengangkat buku itu lebih tinggi agar tidak bisa dijangkau oleh Risya.


GREP….!


Tanpa kehilangan akal, Risya yang tidak perlu repot-repot melompat, langsung saja mencengkram lengan Rose dengan sekuat tenaga hingga Rose meringis kesakitan, sebab kuku Risya perlahan menusuk kulitnya lebih dalam lagi. 


“Itu sakit bodoh!” tangan Rose yang tadi di cengkram oleh Risya, segera Rose tepis dengan kuat. 


Lalu tangan kanan Rose yang masih bebas itu, langsung dia layangkan ke arah Risya.


PLAK!


‘Dia menamparku?!’ tidak terima dengan tamparan yang dia dapatkan itu, Risya segera membalasnya dengan menendang kaki Rose.


DHUAK!

__ADS_1


“Aghh….!” Rose sontak berteriak kesakitan dengan kaki kirinya yang baru saja ditendang oleh Risya. 


“Kau tadi menampar wajahku kan?” dengan amarah yang sudah tersulut oleh perasaan emosi, Risya mulai melayangkan tangan kanannya untuk menampar wajah Rose yang bagi Risya, cukuplah menyebalkan. “Akan aku kembalikan ini.”


Namun, sebelum telapak tangannya mendarat di pipi mulus milik Rose, suara milik Arshel segera menghentikan niat Risya.


“Apa yang mau kau lakukan?!” 


“Menamparnya!” jawab Risya secara lantang. 


Arhsel datang dan menghampiri Rose yang sedang jongkok menahan rasa sakit di kakinya.


‘Dia mau menolongku?’ Rose sudah berharap dengan Arshel yang datang ke arahnya.


SREETT....


Tapi yang Arshel lakukan adalah mengambil bukunya yag tergeletak di samping kaki Rose persis. 


“Hanya karena buku, bisa membuat kalian berdua bertengkar.” kata Arshel. 


Risya segera menyahut ucapan Arshel. “Dia sendiri yang menuduhku mencuri.” sambil menunjuk ke wajah Rose yang sudah mematung, karena salah sasaran. 


Rose pikir tadi Arshel akan membantunya berdiri, tapi yang ada malah hanya mengambil bukunya saja. 


“Kalau bukan mencuri, lalu apa namanya? Jelas-jelas bukumu ada di tangannya, dan Arshel, kamu sendiri sedang mencarinya kan?” Rose masih tetap pada pendiriannya, bahwa Risya sudah mencuri barang milik Arshel.


“Dia berani mengatakan tuan Arshel dengan namanya langsung.” semua orang yang ada di koridor hanya menontonnya saja. 


“Dia memang berani ya, tampangnya saja memang sudah seperti perempuan tidak baik.” bisik perempuan lainnya.


“Aku tidak percaya, tampangnya saja yang cantik, tapi langsung menuduh orang lain begitu saja.” siswa laki-laki pun ada yang berbisik.


Tidak ada yang berani mengusik pertengkaran dari Risya yang sebenarnya adalah adik Arshel, karena itulah tidak ada siapapun yang mau menengahi pertengkarannya Risya dan Rose yang merupakan murid baru.


Sekaligus, menjadi penentu bahwa anak pindahan itu memang pantas mendapatkan serangan mengejutkan dari Risya. 

__ADS_1


Yah…


Sebab apa? Itu karena saat melihat Rose berjalan bersama dengan ketiga pangeran dari sekolah mereka, itu sudah menjadi titik balik, Rose adalah perempuan yang patut dijadikan musuh mereka. 


__ADS_2