Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler

Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler
134 : IPHTV : Tandatangan


__ADS_3

"Isi dari kontrak tersebut, kamu bisa menambahkannya sendiri." Itulah yang dikatakan oleh Vatler kepada Risyella yang saat ini sedang menelan ludah pahitnya.


Pernikahan yang Risyella kira akan berlangsung selamanya, ternyata akan berakkhir tiga tahun kemudian?


"Tiga tahun? Kamu yakin soal pernikahan kita ini?" tanya Risyella, dia masih tidak yakin dengan kenyataan pahit yang harus dia hadapi itu. Kenyataannya kalau pernikahannya sebatas kontrak?


Risyella menatap wajah Vatler yang terlihat tenang dan tidak memperlihatkan masalah apapun atas yang dilakukan oleh dia kepadanya, Risyella.


"Yang pertama, dalam kurun waktu tiga tahun, aku akan bertanggungjawab atas kebutuhanmu dalam artian finansial. Kedua, baik itu kamu atau aku, tidak saling mengganggu urusan pribadi masing-masing. Ketiga saat percer-..maksudku saat kita berpisah nanti, aku akan memberikanmu kompensasi penuh kepadamu, karena itu aku tidak akan pernah menyentuhmu.


Dan ke empat, itu adalah satu peraturan yang mendadak aku tulis. Jika memang suatu hari ada hal tidak terduga sampai aku membuamu hamil, aku akan memberikanmu uang 30 milyar, tapi sebagai ganti uang itu, kamu harus menyerahkan anak itu kepadaku. "


"Hei...apa-apaan dengan peraturan konyol ini?" Risyella benar-benar tidak menduga kalau Vatler akan membuat kesepakatan yang sungguh merugikan dirinya. "Masa aku menyerahkan anakku begitu saja kepadamu?"


"Tapi aku akan memberikanmu uang 30 Milyar, apanya yang begitu saja?"


"Kamu memang enak, dengan uang saja semuanya pasti bisa beres dengan mudah, tapi aku apa? Aku pasti akan dapat banyak hinaan, jika tahu-tahu aku bercerai denganmu, dan jika punya anak? Memangnya semudah itu ya..mengatakan aku akan membayarmu, begitu? Aku tidak mau." Akhirnya keputusan yang Risyella ambil adalah menolak untuk menandatangani surat kontrak itu.


Risyella memberikan amplop dan kertas berisi deretan peraturan yang dibuat oleh Vatler itu kepada si empu itu sendiri.


Tapi apa yang Risyella dapat saat menyodorkan kembali surat kontrak itu adalah...


"Apa kamu yakin ingin menolak tawaranku?"


"Jelas lah..masa aku tidak yakin. Disini yang rugi adalah aku. Aku bukan memikirkan soal rugi tentang uang, tapi harga diriku. Kamu tidak bisa membeli harga diriku ini, apa kamu mengerti?!" Marah Risyella atas keputusan Vatler yang mau semena-mena terhadapnya.


"Baiklah, jika memang seperti itu, tapi jangan salahkan aku, aku akan mengambil langkah lain yang lebih buruk dari ini." Vatler yang terus berekspresi datar itu, menyambut surat kontraknya lagi, dan akan membawanya pergi.

__ADS_1


'Kenapa jadi seperti ini sih? Aku pikir dia orang yang baik. Tapi sikapnya jadi..menyebalkan.' Pikir Risyella. Namun, merasa cemas dengan cara lain yang akan Vatler gunakan kepadanya agar mau menandatangani surat kontrak itu, Risyella langsung mencegat Vatler untuk tidak pergi dulu dari kamarnya. "Tunggu-. Memangnya langkah apa yang akan kamu ambil jika aku tidak mau menandatangani kontrak?"


Risyella bertanya setelah berhasil mencengkram ujung baju Vatler.


"Aku bisa melakukan sesuatu kepada kedua orang tuamu." Jawab Vatler singkat.


Sepasang mata Risyella membulat sempurna. "K-kamu...setega itu?"


"Hahh~ " Vatler berbalik dan menghela nafas dengan kasar, lalu berkata : "Risyella, aku akan memberitahumu satu hal, jangan pernah melihat seseorang dari tampangnya saja. Aku tahu, kamu menyukaiku, sampai mau rela menungguku dalam situasi apapun, tapi coba di pikirkan lagi, apa untungnya jika aku saja tidak bisa membalas perasaanmu.


Kamu harusnya berpikir sampai situ. Jadi yang rugi itu bukan aku yang merugikanmu, tapi dirimu sendirilah yang mau dirugikan sendiri.


Karena itu, aku pernah bilang agar kamu tidak perlu menjadi Istri yang sempurna, karena hubungan suami istri itu hanya ada di atas kertas saja.


Lalu jika kamu penasaran apa yang bisa aku lakukan terhadap orang tuamu, aku bis-"


"S-sudah..sudah...aku tidak mau mendengar apa yang bisa kamu lakukan kepada kedua orang tuanku. Aku sama sekali tidak mau mendengarnya." Lirih Risyella, tiba-tiba saja hatinya menjadi ciut, gara-gara Vatler mengatakan akan melakukan suatu terhadap kedua orang tuanya Risyella.


Dia tidak mau kedua orang tuanya ikut terkena imbas dari masalahnya, karena itu, Risyella pun mau menandatanganinya.


"Sini...aku akan tandatangan." Risyella merebut surat kontrak itu dari tangan Vatler dengan sedikit kasar.


"Ini," Memberikan pena untuk Risyella gunakan tandatangan.


"..........." Risyella langsung merebut itu juga dengan kasar. Dan tanpa basa basi lagi, Risyella pun akhirnya menandatangani surat kontrak pernikahan itu.


Ya...dia sama sekali sudah tidak peduli soal harga dirinya, mengingat dirinya sendiri benar-benar sudah memilih jalan yang salah untuk menikah dengan Vatler yang ternyata punya sisi tersembunyi seperti ini?

__ADS_1


'Entahlah...aku terpaksa menerimanya karena ini pilihan yang tepat agar aku bisa menikah dan punya pasangan seperti teman-temanku. Lagian, karena aku sendiri yang membuatku masuk ke lubang kuburanku sendiri, aku harus menerima konsekuensi ini, aku harus menghadapi apapun itu, karena saat ini aku sudah punya kehidupanku sendiri.


Dan aku tidak mau membiarkan kedua orang tuaku kena imbas dari apa yang aku lakukan, ataupun menyinggung Vatler.'


Dengan demikian, surat kontrak itu pun disetujui oleh kedua belah pihak dengan begitu mudahnya?


'Padahal soal aku akan melakukan sesuatu kepada kedua orang tuanya adalah untuk menakut-nakutinya saja. Tidak tahu ternyata akan berefek besar seperti ini. Dia mudah di tipu, ya?' Trik licik milik Vatler pun terpenuhi.


Dia hanya punya satu tujuan, yaitu agar tidak begitu terikat dengan seorang wanita. Sebab bagi Vatler sendiri, wanita itu cukuplah merepotkan. Dan itu sudah mulai Vatler alami selama beberapa hari ini setelah bertemu dengan Risyella ini.


Karena itu, demi kelangsungan jalan hidupnya yang tidak begitu terikat dengan segala aturan yang ada pada hubungan dari status suami dan istri dengan Risyella ini, Vatler pun membuat surat kontrak pernikahan.


Dan saat ini surat kontrak itu sudah mereka tandatangani.


Dengan begitu, kontrak pernikahan yang akan berjalan selama kurang lebih tiga tahun itu pun akan mereka mulai, dari malam ini.


Malam pertama dari pernikahan mereka berdua.


Vatler dan Risyella.


"Ini, apa kamu puas?!" Memberikan kembali semua barang yang tadi Risyella rebut kepada Vatler.


Vatler menerima surat kontrak dan pena nya?


KRAKK...


Vatler yang hendak mengambil pena miliknya dari Risyella, yang ada Risyella justru melemparnya dengan keras ke arah dinding, sampai rusak sepenuhnya.

__ADS_1


"Makan itu. Pergi!" Risyella yang masih di landa amarahnya karena perbuatan dari Vatler ini, langsung mendorong kuat Vatler agar pergi dari kamarnya.


'Dia benar-benar ngamuk. Jangan-jangan kalau dia ngamuk..suka banting barang?' Pikir Vatler.


__ADS_2