
'Wanita ini?' Detik hati pria ini, saat kedua matanya di suguhi pemandangan indah dari wanita yang saat ini tertidur dalam balutan jaket berwarna biru Navy yang kebesaran itu, menutupi tubuh Risyella yang ramping, dimana Risyella masih mengenakan pakaian renang yang super minim itu. 'Aku tidak menyangka bisa bertemu dengannya lagi.'
Matanya kemudian menyipit, dia melihat apa yang ada di balik kedua sisi jaket itu adalah pakaian yang sungguh seksi di matanya.
'Kalau saja dia belum punya kekasih, aku jadi ingin memilikinya.' Pikir pria ini lagi penuh dengan imajinasi tentang Risyella yang ada di depannya itu.
"ZZzz......"
'Dia yang terlihat lelah itu, kenapa sangat menggoda?' pikirnya lagi. Matanya berubah menjadi sayu, karena merasa bisa ingin menyentuhnya, dia pun berbalik posisi untuk miring kearah kiri. Sampai disana, dia mengulurkan tangannya untuk menyentuh jari jemari Risyella yang menggantung itu.
TUK..
GREPP...!
"..............!" Pria ini langsung terkejut dengan cengkraman tangan dari Risyella yang cukup tiba-tiba.
"Apa yang kamu lakukan?!" Sorotan matanya berubah menjadi cukup dingin, karena orang asing yang tiduran di sebelahnya itu ternyata memiliki niat tidak baik kepadanya, karena itu, saat ujunng jarinya tiba-tiba disentuh, Risyella langsung terbangun dan menangkap tangan dari pria itu.
"M-maaf sudah membangunkanmu." jawabnya dengan nada gugup, karena Risyella, wanita yang dia anggap cukup polos, dan mengira akan ketakutan, justru menatapnya seperti dirinya adalah musuhnya.
"...................." Risyella terdiam, dia terus menatap laki-laki asing itu dengan cukup lekat, sampai akhirnya Risyella melepaskan cengkraman tangannya, lalu dia memutuskan untuk pergi dari sana.
Tapi belum juga berdiri untuk pergi, Risyella langsung di hampir Vatler yang saat ini sudah ada di depannya persis, sehingga Risyella yang hendak berdiri itu langsung terjatuh terduduk lagi.
BRUK...
"Bisa tidak, jangan muncul menda-" Seketika kalimatnya sirna, ketika Risyella mendapati Vatler saat ini menatap dingin kearah pria yang sedang duduk di sampingnya Risyella itu. 'Kenapa dia menatap dia sampai seperti itu juga?' Lirik Riyella.
Tapi dari pada itu, ada satu hal yang lebih menarik perhatiannya, itu adalah di kedua tangan Vatler ternyata ada satu minuman dan satu Ice cream!
'Wah! Dia ternyata perhatian betul.' Merasa senang dengan apa yang Vatler bawa itu.
'Ternyata dia?!' Detik hati pria ini, dia tidak akan tahu jika tidak sengaja bertemu dengan Risyella yang tiduran di sampingnya itu, kalau pria yang dari tadi menjadi pusat perhatian banyak orang adalah Vatler?! 'Jangan-jangan wanita yang ada di sana itu, adalah...'
Saat melihat adanya cincin yang melingkar di jari manis mereka berdua, maka sudah ketebak apa arti dari hubungan yang ada pada Vatler dan Risyella ini.
'Kenapa dia disini? Dan tangannya tadi....dia sempat menyentuh jari Risyella, apakah dia-' Seluruh kata-kata di dalam pikirannya menghilang bersamaan dengan pertanyaan yang keluar dari mulut mungi Risyella.
"Apakah itu boleh buatku?" Risyella lebih menunjuk ke arah air minum isotonik ketimbang Ice cream.
Merasa gengsi, minumannya di rebut Risyella sedangkan dirinya mendapatkan Ice cream saja, Vatler pun memilih memberikan kedua-duanya kepada Risyella. "Untukmu semua."
__ADS_1
".............!" Risyella langsung mendapatkan satu Ice cream serta minuman untuk menyegarken tenggorokannya.
Tetapi setelah dirinya mendapatkan itu semua, Vatler tiba-tiba saja pergi.
'Dia mau pergi kemana?' Risyella bingung kenapa Vatler tiba-tiba pergi lagi, dan kali ini tanpa sepatah kata pun.
*******
'Hee~ Jadi benar, apa yang aku katakan waktu itu kepada Freddy?' Pikir pria ini. Langkah kakinya dia gerakkan untuk pergi menghindari Vatler yang saat ini mengejarnya?
Setelah berjalan selama lebih dari lima menit, dia mencoba menoleh ke belakang untuk memantau kondisi yang ada, apakah Vatler pergi mengikutinya atau tinggal dengan Risyella saja.
Tetapi yang pasti, saat pria ini hendak melanjutkan langkahnya untuk pergi lebih jauh, dia tiba-tiba langsung di hanta, oleh tubuh seseoang.
BRUK....
"Jean," Panggil Vatler dengan nada penuh dengan penekanan.
Si empu pun langsung dibuat merinding dengan nama panggilannya yang di panggil dengan nada yang cukup rendah.
Setelah pria bernama Jean ini mencoba menata hatinya yang gelisah itu gara-gara ketahuan oleh Vatler baru saja mau merayu Rieylla, Jean pun dengan perlahan melihat wajah Vatler, dan menemukan ekspresi pria itu cukuplah serius, seakan dirinya baru saja melakukan kesalahan?
Jean sadar, dia baru saja melakukan kesalahan karena dia menyentuh jari Risyella, yang Jean tebak adalah Istrinya Vatler.
Vatler yang sejenak diam itu akhirnya berbicara, "Apa yang barusan kamu lakukan tadi?"
"Hanya...menyentuh jarinya." Jean memnag berkata jujur, tapi tidak dengan tatapan matanya yang tidak berani menatap langsung mata Vatler.
"Lalu apa yang kamu pikirkan sekarang?"
"Apa?" Mendengar pertanyaan itu keluar dari mulut Vatler, sontak Jean sedikit terkejut, karena tidak biasanya seorang Vatler memikirkan untuk bertanya apa yang sedang di pikirkan oleh orang lan seperti itu.
Kesal karena Jean tidak langsung paham dengan maksudnya, Vatler berjalan lebih dekat kearah Jean dan semakin memberikannya sebuah tatapan yang cukup sengit.
"..............." Secara Jean semakin terintimidasi dengan tatapan yang diberikan oleh pria ini kepadanya. "Aku-"
"Katakan," Sorotan matanya seperti semakin masuk kedalam kegelapan, sebab Jean menunda jawabannya sendiri seperti itu dengannya, dan Vatler tidak suka dengan hal seperti itu.
'Ehmm?! Apakah maksudnya tentang hubungannya dengan wanita yang ada di sampingku tadi?' Pikir Jean. Karena tidak ada banyak waktu lagi untuk menunda jawaban kepada Tuan muda Vatler ini, maka Jean pun berkata : "Apa kalian kamu sudah menikah dengan wanita itu?"
Binggo.
__ADS_1
Jawaban dari Jean memang hampir tepat, tapi permasalahan yang dimiliki Vatler itu bukan tentang wanita yang akan Vatler nikahi itu adalah Risyella si perempuan dari desa, melainkan yang di permasalahkan oleh Vatler saat ini adalah salah satu anak buahnya itu kini sudah tahu akan hubungan yang sedang coba Vatler rahasiakan.
Sayangnya saat ini, Jean sudah tahu keadaanya.
"Aku akan menjawab pertanyaanmu itu, tapi jika kamu membocorkan masalah ini kepada orang lain, walaupun itu bukan berasal dari kamu...kamulah yang akan menjadi sasaranku." Ucap Vatler memberikan peringatan tegas kepada Jean.
Bahwa semua yang Jean ketahui, maupun apa yang baru saja dia lihat, semua itu harus Jean sembunyikan.
'Haduh...kenapa walaupun bukan aku yang membocorkan rahasia besar ini, aku juga yang tetap jadi sasarannya?' Jean yang tidak sengaja masuk kedalam jurang rahasia besar milik Vatler pun mmebuatnya jadi terkena imbasnya juga.
***********
"Kenapa dia lama sekali ya?" Risyella pun masih menunggu Vatler untuk kembali.
Tapi sampai Ice cream miliknya habis, dia masih saja sendirian.
Lagi-lagi dirinya di tinggal di tempat asing.
Sudah berapa kali Risyella mendapatkan hal seperti itu?
Risyella pun tidak ingat berapa kali dirinya di tinggalkan oleh Vatler.
"Maa...ayo kita kesana," Seorang anak laki-laki berusia kurang dari tujuh tahun itu pun menarik tangan Ibunya untuk masuk kedalam kolam.
Tempatnya memang cukup ramai, bahkan karena hari ini adalah hari pekan, maka sudah pasti banyak pengunjung yang datang melebihi hari-hari biasa.
Tapi....
'Kenapa aku tetap jadi merasa terasingkan?' Risyella, satu-satunya orang yang duduk di antara deretan kursi santai yang terbentang dai ujung kolam ke ujung lainnya, langsung menarik kedua kakinya dari lantai agar dia bisa duduk sambil memeluk kakinya sendiri.
"Iya, jalannya pelan-pelan, nanti terpelset." Tegur sang Ibu kepada anaknya yang dari tadi menarik tangannya, karena sudah tidak sabar ingin masuk kedalam kolam yang memiliki desain seperti tepi pantai. Sehingga kolam besar itu pun memiliki gelombang, dan benar-benar seperti yang ada di laut.
Tidak seperti mereka yang terlihat bahagia karena bisa bermain bersama, Risyella...
Dia bahkan sama sekali belum menaiki wahana seluncuran yang ada jauh di depan sana.
Dia sangat ingin pergi ke seluruh area di waterpark itu. Tapi apa yang bisa dia lakukan ketika orang yang benar-benar lebih mengerti tentang tempat itu, sering kali pergi meninggalkannya?
"Lihat itu, ombaknya datang! Bersiap..!"
Beberapa orang ada yang saling bergandengan tangan agar tidak saling terpisah karena ombak buatan itu.
__ADS_1
Dan lagi-lagi kemesraan yang ada di depan sana benar-benar membuat Risyella merasa iri.
"....................." Dan apa yang bisa Risyella lakukan adalah duduk diam sambil menunggu pria itu kembali. 'Kenapa lama sekali sih. Katanya datang kesini untuk bersenang-senang. Tapi apanya yang bersenang-senang? Aku saja duduk sendirian disini.'