
"Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Vatler kepada Angie.
Vatler sejujurnya hendak kembali untuk menemui Risyella. Tetapi secara kebetulan atau hal yang di sengaja, dirinya justru bertemu dengan Angie.
Padahal belum sampai tiga hari, dan Angie sudah kembali dari luar negeri?
"Apa lagi, kan misinya ada disini. Kamu yang bilang kan, kalau tugasmu di alihkan kepadaku? Makannya aku kembali lebih cepat dari jadwalku." Jawab Angie.
Sama hal nya dengan para wanita yang beberapa waktu lalu berpenampilan sexy karena hanya menggunakan pakaian renang yang cukup minim dan tentu saja sampai memperlihatkan sebagian besar lekuk tubuh mereka, Angie pun melakukan hal yang sama.
Ya...untuk sebagian besar laki-laki, penampilan Angie justru terlihat lebih mencolok, karena Angie benar-benar memiliki tubuh yang cukup ideal, layaknya model.
Bahkan beberapa orang yang tidak sengaja lewat, langsung bebrisik, karena mereka cukup takjub sekaligus iri dengan dua orang itu, yaitu Angie dan Vatler.
"LIhat itu, tubuhnya benar-benar sangat bagus."
"Aku saja sebagai sesama perempuan, bisa iri seperti itu."
"Kamu benar. Apalagi pria itu, mereka terlihat sangat cocok. Kapan aku bisa punya pacar setampan dia ya?"
Segala pujian serta rasa iri, terus saja bermunculan dari orang yang berbeda-beda.
Dan hal tersebut membuat Angie terkekeh, karena dia lagi-lagi mendapatkan pujian.
"Kamu teriihat senang dengan bumbu seperti itu" Vatler tidak lagi menatap Angie yang sedang mengulas senyum senang, karena dia lebih tertarik untuk mengawasi apapun yang ada di sekitar, mengingat Angie baru saja mengatakan kalau misi yang di ambil Freddy juga Angie ternyata ada di sini?!
Baru menyadari bahwa tempat ini sedang mengundang bahaya, sebab kebetulan hari ini adalah akhir pekan, dimana banyak orang yang berkunjung, sontak membuat Vatler langsung pamit pergi.
"Aku pergi dulu,"
"Eh...tunggu. Kita kan baru bertemu, kenapa mau pergi begitu saja?" Angie mencegat Vatler dengan mencengkram lengan Vatler yang cukup berotot itu.
Vatler sesaat melirik kearah tangan Angie yang saat ini masih memegang lengannya, kemudian dia pun menjawab. "Aku harus mencari Ibuku."
"O-oh..begitu ya, ya sudah. Cari Ibumu, tapi setelah itu apakah nanti malam kamu bisa datang ke rumahku?"
"Untuk apa?" Kernyit Vatler melihat Angie saat meminta dirinya untuk pergi ke rumahnya?
Mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Vatler, Angie langsung merungut dengan ekspresi wajah masam. "Masa kamu lupa ini tanggal apa?"
'Memangnya sekarang tanggal berapa?....! Ah~' Jika bukan karena Angie sedikit memberikan kode, Vatler akan melupakan tanggal dari hari ini.
__ADS_1
"Lupa ya? Pasti lupa tuh." Cicit Angie, merasa tidak puas hati, karena Vatler bisa melupakan tanggal paling bersejarah ini.
"Setiap orang pasti bisa lupa satu dua hal. Nanti malam aku akan pergi ke tempatmu," Balas Vatler, sambil mengerutkan kening.
"Benar ya...janji?" Tanya Angie lagi, mencoba mengkonfirmasi jawaban Vatler lagi dengan memberikannya janji kelingking.
"Janji," Jawab Vatler dengan nada malas, sebab dia tidak mau membalas perbuatan Angie yang terlihat seperti anak kecil, karena menawarkan janji kelingking seperti itu.
"Ayolah...jani harus seperti ini." Dengan wajah senang, Angie menarik tangan kiri Vatler dan mengaitkan jari kelingking mereka?
Tapi saat dia menarik tangan kiri Vatler, sayangnya Angie sedikit di kejutkan dengan adanya cincin yang melingkar di jari manis milik Vatler.
'Bukankah beberapa hari lalu dia tidak memakai cincin? Kenapa sekarang-' Namun Angie yang seolah-olah tidak peduli dengan apa yang dia lihat itu, Angie langsung menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Vatler sebagai ikatan janji, kalau pria di depannya itu nanti malam akan pergi ke rumahnya. "Nah...karena sudah janji, jadi harus datang ya."
"Hmm..., sudah. Aku pergi dulu." Pamit Vatler.
Namun, belum juga mengambil langkah pertama untuk pergi, tangan kiri Vatler lagi-lagi di tarik sampai membuat Vatler sendiri secara otomatis sedikit menunduk.
Dan di saat itulah, Vatler mendapatkan sebuah hadiah berupa..
CUP...
"...............!" Sebuah kecupan basah kembali Vatler dapatkan dari wanita ini.
"Sudah, kamu bisa pergi." Pesan Angie untuk terakhir kalinya.
Dan Vatler pun benar-benar pergi meninggalkan Angie.
'Apakah wanita yang waktu itu Vatler gendong?' Benak hati Angie.
DRRTT......
Melihat jam tangan pintar miliknya berdering, Angie langsung mengangkat panggilan itu dengan cara menempelkan ujung jari telunjuk kirinya ke telinga. Dari situlah, dia bisa menjawab telepon dari Freddy.
-"Kamu diamana?"-
-"Di hatimu."- Jawab Angie, sengaja bercanda.
-"Jangan menggombaliku, cepat kesini."- Pinta Freddy.
-"Iya...iya, dasar suka memerintah terus."- Keluh Angie.
__ADS_1
Karena ini adalah misi pertamanya, dimana dia harus bekerja sama dengan orang lain, yaitu Freddy, maka Angie pun mengeluhkan segala hal, karena sifat Freddy yang tidak sabaran itu.
Sekalipun Vatler juga punya sifat tidak sabaran juga dalam melakuan segala hal, tetapi dia sangat berbeda dengan Freddy. Oleh sebab itu, Angie benar-benar harus kembali menyesuaikan dirinya dengan situasi baru, karena dia harus berurusa dengan seorang laki-laki yang cukup merepotkan.
-"Aku akan kesana."- Celetuk Angie. Setelahnya, dia memutuskan panggilannya dengan Freddy.
_____________
Di sisi lain.
Vatler akhirnya bisa terlepas dari dua orang yang cukup merepotkan, dimana ada salah satu anak buahnya yang sudah mengetahui rahasianya, dan satu lagi adalah Angie yang ternyata sedang menjalankan misi yang Vatler lempar kepada Angie beberapa hari yang lalu.
Dia sengaja melempar pekerjannya kepada Angie, sebab Vatler tidak akan mampu mengerjakannya di situasi dirinya sebentar lagi harus berhadapan dengan masa depannya yang akan dia gunakan bersama dengan Risyella?
Itu memang benar, dan kenyataannya adalah di cincin yang sedang dia pakai.
Jika bukan karena itu, Vatler sudah pasti akan menerima pekerjaannya dari atasannya bersama dengan Freddy.
Hanya saja kali ini....
Tiba-tiba Vatler terpikirkan dengan keadaan Risyella saat ini.
Vatler tahu, kalau dirinya sudah lebih dari sepuluh menit pergi, dan membuat Risyella kembali di tinggal sendirian.
Oleh sebab itu, dia pun kembali, dan rencananya untuk membuat Risyella pergi dari sini segera, sebab dia mengingat Angie mengerjakan misinya di tempat ini, maka artinya tempa tini sudah tidak aman lagi.
Namun sayangnya, saat dirinya kembali ke tempat dimana dirinya meninggalkan Risyella di sini, ternyata Risyella sudah tidak ada?!
"...........!" Vatler berlari kecil ke tempat terakhir kali Risyella berada.
Disana hanya tertinggal botol air yang sudah kosong, sedangkan yang punya pergi kemana?
TAP.....TAP.......TAP.....
Langkah pelan dari sepasang kaki yang putih dan mulus itu, datang menghampiri Vatler yang terlihat kebingungan itu, sampai akhirnya tangan itu terangkat, dan...
PUK....
Tepukan keras itu berhasil mendarat di punggung Vatler.
Vatler langsung menoleh kebelakang untuk menemukan siapa yang baru saja memukulnya?
__ADS_1
"Ibu?"
Wanita yang di panggil Ibu oleh Vatler itu segera memasang ekspresi serius, dan bertanya, "Dimana Risyella?" Satu pertanyaan yang langsung menghantam pikiran Vatler, karena pertanyaan itu sendiri tidak bisa Vatler jawab, karena Vatler sendiri tidak tahu dimana wanita itu pergi.