
"Hm....mereka sudah pergi." Beritahu Marlina kepada kedua anaknya itu.
Namun karena merasakan keterdiaman apda mereka berdua, Marlina pun menoleh kebelakang dan melihat Risyella yang ternyata baru saja menabrak dada mlik Vatler akibat perbuatan Marlina sendiri, sukses membuat suasana baru diantara kedua orang itu.
'Wuuu.....pasti enak utuh.' Batin Marlina, merasa senang dengan kedua pemuda itu saling pandang satu sama lain.
Vatler yang saat ini hanya memakai celana renang, dan memakai jaket untuk menuutpi tubuhnya yang kelewat bagus itu tapi tidak di sleting, membuat Risyella yang baru saja wajah serta tubuhnya menabrak tubuh Vatler, sontak dibuat gugup sendiri.
'Wajahku...aku baru saja menabrak dadanya?!' Terkejut bukan main, sebab kali ini yang dia tabrak benar-benar menyentuh kulitnya secara langsung, Risyella pun buru-buru melangkah mundur demi menjauhkan diri dari tubuh Vatler yang punya feromon yang sangat kuat itu, sambil berkata "M-maaf!"
Tapi lain hal dengan Marlina. "Kenapa minta maaf? Sana peluk suamimu itu." Goda Marlina sambil mendorong tubuh Risyella lagi ke depanm sehingga untuk kedua yang kedua kalinya, Risyella kembali jatuh kedalam pelukannya Vatler lagi.
BRUKK..
Vatler yang diam itu sedikit mengerahkan tangannya untuk menyentuh bahu Risyella agar tidak terlalu membentur ke tubuhnya.
Risyella tentu saja buru-buru mendorong tubuh Vatler agar menjauh darinya.
'Tubuhku ini tidak sebagus mereka bertiga tadi, jadi aku harus segera kabur dari sini dan ganti baju.' Batin Risyella.
Tetapi belum juga hendak melangkah pergi, sebuah jaket tiba-tiba saja tersampir di bahunya.
"Pakai itu," kata Vatler, setelah memberikan jaket miliknya kepada Risyella agar di pakai.
'Nah begitu dong!' tatapan mata dari Marlina tertuju kepada Vatler yang akhirnya berinisiatif sendiri untuk menutupi tubuh Risyella yang hampir telanjang, sebab memakai pakaian renang yang biasa di pakai oleh para perempuan yang punya rasa percaya diri tinggi.
"..............." Vatler hanya diam melihat arti akan dari tatapan mata Ibunya tadi.
Risyella yang sedikitterkejut karena di berikan jaket yang seharusnya Vatler pakai, membuat Risyella diam-diam kembali mencuri-curi pandang tubuh Vatler sambil memakai jaket itu, yang ternyata benar-benar kebesaran di tubuhnya yang kecil itu.
*****
"Wuh...lihat itu, ternyata wanita jika pakai pakaian dari pria, kesan seksinya jadi bertambah ya?" Kata bule ini kepada temannya tadi yang sempat menunjuk kalau wanita idamannya memiliki tubuh seperti Risyella.
"Benar kan? Aku akui dia tidak punya body tubuh yang bagus dengan tiga wanita tadi, tapi dia punya aura wanita polos yang kuat, dan aku sangat menyukai wanita seperti dia. Kesannya lebih..hm..hot?" Kata pria ini dengan akhir kata yang sedikit ragu.
Pria bule itu tersenyum miring, dan berkata : "Kamu punya selera yang aneh. Tapi sayangnya dia sudah punya kekasih tuh. Sayang sekali kamu di dahului oleh dia." Ucapnya, sambil menunjuk pada satu pria jangkung yang baru saja melepas jaketnya demi di berikan wanita itu, yaitu Risyella.
"Kamu benar. Aku lihat dia juga sudah memakai cincin di jari manisnya, berarti mereka berdua sudah punya hubungan lebih dekat ketimbang pacar." Raut wajahnya pun jadi sedih karena dia terpaksa harus mengurungkan niatnya untuk mendekati Risyella, sebab melihat cincin yang di pakai oleh Risyella juga Vatler.
"Sabar..sabar....kamu kan bisa mendekatinya diam-diam."
Pria ini langsung menjeling tajam kearah temannya itu dan berkata : "Kamu pikir aku laki-laki seperti apa?"
Merasa salah mengungkapkan kalimat pada temannya yang frustasi itu, dia pun terpaksa angkat tangan dan menjawab, "Maaf. Maksudku bukan seperti yang kamu bayangkan, tapi jika memang menyukainya, dari dipada frustasi seperti ini, kenapa tidak membuatnya jadi temanmu? Katamu dia punya aura wanita polos yang kuat, berarti dia bisa dengan di dekati kan?"
"................." Mendengar pernyataan yang dikatakan oleh tamannya itu, pria ini pun kembali melihat kearah depan sana, dimana Risyella sedang memasang wajah malu. 'Cantik,' detik hatinya. Tanpa di sengaja dirinya terpesona dengan Risyella.
*********
"Karena kalian terlihat sudah siap, ayo pergi ke sana!" Marlina dengan antusiasnya mengajak Risyella dan Vatler ke suatu tempat untuk mengawali kesenangan mereka bertiga dengan bermain air seharian.
Mereka berdua hanya mengikuti Marlina dari belakang.
__ADS_1
Dan saat itulah, Risyella lagi-lagi dibuat melirik pada pria tinggi di sebelahnya itu.
Wajahnya yang berekspresi datar itu benar-benar berhasil menyita Risyella untuk tidak berpaling dari menatap ke arahnya.
"Kenapa menatapku seperti itu terus?"
"Kamu menarik perhatian banyak orang." Sahut Risyella detik itu juga.
Bagaimana tidak menarik perhatian semua orang, jika Vatler sendiri sekarang benar-benar bertelanjang dada.
Vatler seketika menghentikan langkahnya dan melirik kearah bawah, setelah itu dia pun melihat kearah sekitarnya.
'Padahal aku sudah menyiapkan pakaian renangku sendiri, tapi di tasku saja sudah tidak ada. Yang berarti sudah ada yang berani mengambilnya dariku. Pasti lagi-lagi Ibu yang melakukannya.' Pikir Vatler. Dia sejujurnya sudah benar-benar memasukkan pakaian renangnya juga. Tapi eh tapi, ketika tadi Vatler hendak memakainya, ternyata keberadaan dari baju renangnya sudah tidak ada di dalam tasnya lagi.
Karena itulah, sebagai gantinya, Vatler jadi memakai jaket. Tapi karena Risyella lagi-lagi di permaikan oleh Ibunya, sampai memakai pakaian renang seminim itu, mau tidak mau Vatler harus memberikan jaketnya untuk Risyella pakai.
Melihat wajah Risyella yang sungguh tersipu itu, hal tersbut pun membuktikan kalau Risyella benar-benar sudah malu dengan penampilannya sendiri, jadi Vatler terpaksa melanjutkan skenario yang sengaja dibuat oleh Ibunya.
"Kalau begitu tunggu disini dengan Ibuku, aku akan pergi beli sesuatu." Kata Vatler, sebelum akhirnya dia pergi begitu saja meninggalkan Risyella dengan Ibunya?
'Dia sudah pergi....aku harus menunggu bersama dengan Ibunya. Tapi-" Baru juga mau di paggil, tapi Risyella sudah kehilangan Marlina.
Satu kebingungan pun terjadi. Dia sekarang benar-benar sendirian di sana.
'Waduh...aku harus pergi kemana? Vatler pergi kesana, tapi Ibunya Vatler ke arah sana. Aku harus pergi kearah mana ini?!' Teriak Risyella dalam hati. Dia benar-benar jadi bingung harus pergi kemana, dan keputusan cepat harus dia ambil sebelum diantara mereka berdua pergi lebih jauh lagi. 'Ah sudah lah...aku pergi menyusul dia.'
Dan pilihan itu jatuh kepada Marlina.
*
*
*
'Kemana? Kan aku jadi terlihat seperti orang hilang. Padahal mau bersenang-senang, tapi jika akhirnya akan seperti ini, harusnya aku tidak menyetujui saja pergi ke sini.' Risyella yang benar-benar sudah kehilangan arah, sekarang ekspresinya pun jadi terlihat sedih. 'Tapi aku ingin pergi ke seluncuran sana. Tapi jika aku pergi kesana, takutya Vatler pergi mecariku lagi.'
Hatinya pun jadi dilanda bimbang. Sekarang dia sendirian, tempat yang baru pertama kali Risyella kunjungi pun menjadi tempat bersejarah akan kebodohannya Risyella sendiri karena terlalu lama dalam memilih, dan berpikir, sekaligus membuat kedua orang itu pastinya akan pergi mencarinya juga.
Saat ini dia sedang berada di tepi kolam yang cukup pajang layaknya sungai. Karena itulah, banyak orang-orang memakai ban serta pelampung untuk duduk santai di atas ban itu, dan menikmati bisa duduk sambil terbawa arus air yang sedikit tenang itu.
Risyella sesungguhnya iri, karena mereka semua bisa bersantai, tapi juga bisa bersenang-senang.
Tidak seperti dirinya yang sedang kehilangan arah. Dimana dirinya berada Risyella sendiri bingung.
"Hahhh......." Risyella menghela nafas pelan dan panjang. Dia saat ini benar-benar tidak bisa dibuat tenang, karena berpisah dengan mereka berdua. "Lebih baik aku kembali ke tempat awal saja." Gumam Risyella.
Dia yang awalnya berjongkok, kemudian berdiri. Demi menghemat waktu dan tenaga, maka Risyella memutuskan pergi ke tempat awal jadinya perdebatan, yatu saat Marlina mengusir ketiga wanita cantik yang ingin menggoda Vatler itu.
Tetapi saat dirinya hendak berbalik, dia tiba-tiba langsung dihadapi oleh seseorang yang bebicara, "Ternyata kamu disini,"
BUKH....
Untuk yang ketiga kalinya, Risyella wajahnya jadi menabrak dada seseorang, dan ketika Risyella mencoba mencari tahu siapa yang tiba-tiba muncul di depannya itu, Risyella segera mundur.
__ADS_1
"B-bagaimana kamu menemukanku?!" Dan tepat setelah berkata seperti itu, langkah terakhir Risyella ternyata membuatnya langsung terhuyung ke belakang.
Vatler yang lagi-lagi membuat wanita itu terkejut, buru-buru mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Risyella, tapi yang terjadi adalah Vatler hanya mampu menggapai angin kosong saja, dan akhirnya Risyella pun tercebur ke kolam.
".............." Risyella membelalakkan matanya, karena tangannya tidak berhasil di tangkap oleh Vatler.
BYURR.....
'Uhmmm..!' Risyella langsung mengernyitkan matanya, karena mendadak tubuhnya masuk kedalam air, sehingga dia benar-benar belum siap untuk berenang. 'Ini sangat dalam! Gila ini kolam renang! Kenapa dalam begini sih?!' Teriak Risyella di dalam hatinya.
Dia dengan cekatan langsung menggerakkan kedua kaki dan tangannya agar tidak tenggelam.
Orang-orang yang ada di sekitarnya pun sama-sama terkejut dengan seseorang yang tiba-tiba jatuh ke dalam kolam yang memang memiliki kedalaman hingga dua meter, karena itu, semua orang yang ada di sana harus menggunakan pelampung untuk keselamatannya sendiri, tapi apa yang terjadi kepada Risyella?
'Dia tidak bisa berenang?' Pikir Vatler setelah beberapa saat melihat Risyella yang belum kunjung muncul ke permukaan juga.
Karena itulah, dia dengan buru-buru menceburkan diri,
BYURR....
Tapi sayangnya di waktu yang sama, "Phuah...!" Risyella yang punya kemampuan berenang, akhirnya bisa selamat dari yang namanya tenggelam. Tapi karena Vatler keburu khawatir, dia malah sudah masuk kedalam air.
"...............?!" Vatler yang sadar dengan Risyella yang bisa keluar ke permukaan air, langsung datang mendekat, dan bertanya langsung dengan nada yang cukup dingin itu. "Risyella...jadi kamu bisa berenang?" Tanyanya.
'Hiii....!' Risyella yang merinding dengan nada rendah Vatler seperti sedang menahan amarahnya, hanya bisa menunduk dan menjawab, "Bukan bisa...tapi harus menyesuaikan diri." Jawabnya, 'Dan aku tidak bisa bertahan lama,'
Risyella yang tiba-tiba saja terdiam, Vatler pun langsung berbalik. Kebetulan di belakangnya persis ada dua orang sedang memakai pelampung, tapi disebabkan mereka berdua sedang duduk di atas ban, Vatler pun berenang menghampiri mereka.
"Berikan pelampung kalian." Asli, Vatler jadi perampok dua orang yang sedang bermesraan itu.
"Akhh...!" Wanita ini langsung berteriak sebab kemunculan Vatler yang tiba-tiba itu.
Sedangkan pria yang ada di sebelah pacarnya itulah yang menjawab atas perintah Vatler tadi, "Kenapa aku harus memberikanmu pelampung?" Tukas pria ini kepada Vatler yang tiba-tiba muncul dari dalam air, seperti seorang hantu air.
'Gila..laki-laki ini kenapa bisa mendadak muncul? Dan...ah! Kenapa dia tampan sekali? Berbanding besar dengan pacarku ini.' Batin Wanita ini saat melihat keberadaan Vatler yang mampu menyeimbangkan tubuhnya di dalam kolam yang cukup dalam itu.
Tapi lebih dari pada itu, kesan dari wajah Vatler saat basah kuyup itu menjadi membuat pria itu bertambah seksi.
"Sudahlah.....jangan merampok pelampung mereka." Tiba-tiba suara dari Risyella segera memecah ketegangan yang terjadi diantara mereka semua.
Vatler saat ini melihat Risyella yang mampu menyeimbangkan tubuhnya untuk mengapung di permukaan air tanpa menggunakan pelampung.
'Wanita itu! Gila! Dia bisa mengapung seperti itu?!' Akhirnya wanita ini pun kembali di kejutkan dengan Risyella yang benar-benar bisa mengapung di atas air tanpa menggunakan alat bantu apapun.
"Dengar, pacarmu saja tidak membutuhkan pelampung. Jadi jangan ganggu kami berdua." Ucapnya lagi, mengusir Vatler agar tidak mengganggu waktunya lagi dengan pacar yang dia bawa itu.
'Pacar?' Padahal beberapa waktu lalu dirinya di sebut sebagai suami, sekarang pacar. Padahal hubungan antara dirinya dengan Risyella saja belum benar-benar terikat dengan janji-janji itu. Tapi dimata mereka, 'Aku terlihat sudah seperti itu?'
Vatler melirik kearah Risyella yang terlihat tertidur itu, karena memejamkan matanya.
Wajahnya sudah terlihat santai, ketimbang beberapa saat tadi. Dengan kata lain, Risyella sudah lebih tenang.
"Hahh...belum apa-apa aku sudah lelah duluan." Gerutu Vatler.
__ADS_1
Lalu saat dia tidak sengaja melihat petugas keamanan sedang ada di atas jembatan, Vatler langsung memberikannya sebuah kode kepada pria itu agar membawakan apa yang mereka berdua butuhkan saat ini.