Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler

Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler
36 : IPHTV


__ADS_3

PIP….PIP…..PIP……


“....................”


Freddy hanya berdiri mematung melihat anak yang beberapa saat lalu memeluknya sambil memberikan wajah bahagianya, kini sudah terbaring di atas ranjang pasien.


DRRTT…


“Apa kau mendapatkan 3 milyar itu?” tanya Freddy, setelah menerima panggilan dari Angie. 


📞 : Belum. Aku baru mendapatkan 500 juta saja. 


“Hubungi aku lagi jika kau sudah menemukan 2,5 milyar itu. Minggu ini harus sudah ada.” 


📞 : Aku tahu.


TUT.


Setelah memutuskan panggilan itu secara sepihak, Freddy membungkukkan tubuhnya ke depan tubuh Risya, lalu dia mendekatkan wajahnya ke samping wajah Risya dan berbisik lirih. “Risya,” 


Tangan kirinya, Freddy letakkan di atas bantal, persis di samping kepala RIsya, lalu Freddy pun mengusap kepala Risya. 


“Risya, apa kau mendengar suara paman?” Tanya Freddy, mencoba berbicara kepada Risya yang masih belum sadar juga, setelah 5 jam di rawat. 


Freddy benar-benar tidak bisa di buat tidur, karena dia merasa cemas dengan keadaan Risya.


Ketika Arshel tidur dirumah sambil menahan rasa kesalnya, dan Vatler yang memiliki kebingungan hati dan pikiran harus mengurus dua orang anak yang memiliki sifat yang berbeda dan sering mendengar kedua anaknya itu bertengkar, Risya?


Dia adalah perempuan yang dari luar terlihat kuat, tapi sebenarnya rapuh. 


Dan Freddy lah yang sekarang merawat gadis belia yang di titipkan oleh Risyella kepadanya. 


“Paman sudah memindahkan semua file ke dalam handphone barumu. Apa kau tidak mau melihat dan mencoba handphone barumu?” LIrih Freddy. Berharap ucapannya bisa memancing perhatian Risya yang tidur itu?


Itu hanyalah harapan yang Freddy miliki kepada anak angkatnya. 


Ya. 


Freddy sudah menganggapnya sebagai anaknya sendiri. 


Walaupun, bukan hasil dari hubungannya dengan Risyella, tapi Freddy tetap mensyukuri bisa memiliki kesempatan merawat anaknya Risyella.

__ADS_1


“Risya, cepatlah sadar. Bukannya besok kau harus ikut ulangan. Keluarkan semua kemampuan yang sudah kau pelajari selama ini dengan Arshel. 


Walaupun bagimu dia adalah kakak yang menyebalkan, tapi dia adalah kakakmu yang mau meluangkan waktunya untuk mengajarimu.” Imbuh Freddy. Tidak bisa mengalihkan pandangannya untuk tidak menatap Risya yang sedang tertidur lelap itu. “Bertahanlah sampai paman mengumpulkan uang dan mendapatkan donor sumsum untukmu.”


“.............” Tapi Risya tetap saja diam. 


Membuat hati Freddy jadi merasa sakit.


                      ********


Jam 1 Pagi. 


Arshel yang awalnya tertidur itu, tiba-tiba langsung bangun.


“Hah! Kenapa aku tidak bisa tidur?” Rutuk Arshel. Dan karena tubuhnya tiba-tiba merasakan suhu yang dingin, Arshel pun mematikan AC. ‘Tapi kenapa tubuhku terasa sakit semua?’


Karena merasa aneh dengan kondisi tubuhnya sendiri yang merasa sakit, Arshel segera membuka laci meja yang ada di samping tempat tidurnya persis. 


Saat melihat termometer, Arshel langsung mengecek tubuhnya dengan termometer tersebut, dengan menyalakan alat termometer digital telinga, lalu Arshel tempelkan persis di lubang telinga. 


Setelah beberapa detik Arshel menjauhkannya dan melihat angka yang tertera di LCD itu.


Setelah itu, dia tertidur lagi. 


                 ************


Sedangkan di kamar Vatler. 


Tidak seperti biasanya, jika Vatler pasti akan keluar rumah. Saat ini dia sedang istirahat di rumah, tapi sayangnya dia tidak memiliki keinginan untuk tidur, karena dia sendiri sedang sibuk untuk mengutak atik laptopnya. 


Sebuah handphone kecil jadul yang Vatler dapatkan belum lama ini, dikeluarkan. 


Vatler meletakkannya di sampai laptop nya, lalu Vatler mengeluarkan kabel data. 


Dia memiliki niat untuk memindahkan semua data yang ada di dalam handphone itu ke dalam laptop miliknya. 


Dengan keahlian yang dia miliki, kesepuluh jari itu pun bergerak dengan cepat, agar bisa menyelesaikan urusannya itu dengan cepat pula. 


Satu persatu dari video, foto, lagu, file dokumen, nomor kontak, semuanya mulai berpindah ke dalam laptopnya. Dan dalam kurun waktu kurang dari 10 menit itu, dia sudah berhasil menyelesaikannya. 


“Ini-” Vatler seketika menghentikan tangannya dari menyentuh keyboard, saat Vatler secara kebetulan mendapatkan banyak foto. 

__ADS_1


Foto yang tidak pernah Vatler pikirkan untuk memilikinya, ternyata dimiliki oleh pemilik dari handphone jadul itu. 


Semua foto itu muncul secara otomatis satu persatu, dan membuat Vatler semakin tercengang karena foto yang muncul itu adalah foto antara dirinya bersama dengan Istri masa lalunya, yaitu Risyella.


‘Dia memiliki semua fotonya?’ Vatler semakin masuk kedalam masa lalunya sendiri ketika dirinya berada di hari pernikahan. 


Risyella, gadis dari desa yang Vatler bawa ke kota untuk Vatler nikahkan, karena sebuah perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tua mereka.


Tidak hanya foto antara mereka berdua saja, tapi juga foto dimana Risya sedang berjalan sendirian di tengah jalan yang sepi tapi masih menggunakan gaun pengantin. 


Menyudahi memandangi foto yang sebenarnya masih banyak yang belum Vatler lihat, Vatler memilih video secara acak itu, dan memutarnya. 


“Lihat, ini jalan yang sangat sepi. Tapi karena aspal jalannya cukup hitam dan mulus, jadi terlihat indah kan? Gara-gara jalan ini membelah hutan.” Ucap Risyella dengan ekspresi yang cukup senang. 


Hanya karena jalan beraspal?


“................” Vatler menumpukan siku tangan kanannya di atas meja, lalu segera menyangga dagu sambil menutup mulutnya. Selama itu pula, Vatler terus menatap layar laptopnya.


“Disana ada laut! Aku sebenarnya penasaran apakah disana pantai, atau tebing? Tapi bagaimana caranya kesana ya?” Risyella memegang handphone dan mengarahkan kamera belakangnya ke arah tebing curam yang dimana di depan sana ada hutan, dan akhirnya hutan itu tertuju ke arah sebuah laut. 


Terlihat juga, pemandangan dari langit berwarna orange, menandakan hari sudah mulai sore. 


“Ah~ Ngomong-ngomong aku ingin memuji diriku ini. Aku akhirnya bisa memakai baju pengantin. Bagus kan? Sepatunya juga cantik. Pasti harganya mahal.” Kamera dari handphone nya pun di arahkan ke bawah, dimana sepasang sepatu high heels tinggi berwarna putih itu masih dipakai, serta gaun pengantin berwarna putih berhias bordiran bentuk bunga pun menjadi mempercantik gaun yang dipakainya.


Tidak hanya sampai disitu saja, karena akhirnya handphone yang terus menggunakan kamera belakang, kini diganti dengan kamera depan. 


Hingga akhirnya wajah dari mendiang Istrinya, bisa Vatler lihat dengan jelas. 


“Risyella~” Panggil Vatler dengan nada yang begitu lirih, saat dia akhirnya bisa melihat wajah yang saat ini orangnya sudah tidak ada. 


“Suamiku namanya Vatler loh. Dia tampan, bahkan aku pasti tidak akan pernah bosan melihat wajahnya setiap hari, apalagi saat bangun tidur. 


Tapi sekarang dia dimana? Yah~ Aku sendiri tidak tahu. Dia hanya menyuruhku turun dari mobil dan membuatku harus berjalan kaki ke rumahnya. Kelihatannya sangat jauh~” Ucap Risyella dengan raut wajah bahagia tapi berakhir dengan sedih. “Pasti dia ada urusan mendesak. Tidak apa-apalah, yang penting dia sudah jadi suamiku!” Imbuhnya lagi, sambil menggerakan tubuhnya ke kanan dan ke kiri. Ciri Khas Risyella jika mendapat sesuatu yang sangat disukainya.


‘Suami?’ Detik hati Vatler. “Hahah...suami? Memangnya aku melakukan peranku sebagai suaminya dengan baik?” Dan Vatler pun berbicara dengan tawanya sendiri, tawa yang menyiratkan perasaan untuk mencibir dirinya sendiri. ‘Aku bukanlah suami seperti yang kau harapkan, Risyella.’ 


Vatler pun menghentikan cuplikan video singkat itu, dan menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi sambil menutup sepasang matanya dengan menggunakan lengan tangan kanannya. 


‘Risyella, Risyella, kenapa kau selalu menghantuiku? Ini sudah lebih dari 13 tahun, dan kau masih saja tidak bisa menghilang dari pikiranku.’ Racau Vatler, merasakan frustasi yang teramat sangat ketika dihadapi kalau Risyella ternyata menyimpan banyak foto di hari pernikahannya, dan bahkan membuat banyak video singkat. 


Semua itu benar-benar berhasil membuat Vatler merasakan kepedihannya sendiri, karena tidak bisa menjaga Risyella sampai di waktu terakhir. 

__ADS_1


__ADS_2