Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler

Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler
107 : IPHTV : Duduk berduaan


__ADS_3

“Apa aku boleh bertanya?” Risyella bertanya kepada Vatler sambil menyeruput air kelapa hasil teknik petikan modern yang dilakukan oleh calon suaminya yang kelewat pinntar itu, karena dapat menyelesaikan masalah tanpa perlu membuang tenaga lebih. 


“Mau tanya apa?” Tanya Vatler. Saat ini mereka berdua pun sedang duduk dipintu belakang helikopter. 


“Pernah punya pacar?”


“Uhukk!” Vatler tersedak sendiri gara-gara pertanyaan yang mengejutkan itu. 


‘Apakah aku salah bicara?’ Risyella langsung memasang wajah dan mulut diam selain meminum air kelapa dengan sedotan. 


SLURPP…


Setelah batuknya sudah selesai, Vatler angkat bicara, “Aku tidak suka membuang waktu hanya untuk berpacaran.”


‘Jadi maksudnya dia tidak pernah pacaran? Padahal setampan ini, kenapa aku jadi bertanya-tanya lagi, kenapa justru aku yang mendapatkan orang seperti ini? Yah..semoga setelah menikah, ini bukan pertanda akan sesuatu.’ Batin Risyella. Sorotan matanya pun berubah menjadi sendu, mengingat apa yang akan Risyella jalani adalah hasil dari perjodohan, jadi Risyella pun sadar, kalau dirinya masih banyak kekurangan, karena Risyella sendiri belum begitu siap untuk melayani seorang pria. 


Hal itu pun disebabkan dirinya itu lebih suka sendirian. Jadi ketika kehidupannya yang dipenuhi dengan kebosanan itu berakhir karena hadir satu orang yang akan mendampingi hidupnya, maka Risyella benar-benar membutuhkan adaptasi yang cukup lama. 


Tapi yang menjadi pertanyaannya, ‘Apakah dia akan menuntut tugasku sebagai istri? Misalnya~’ Kalimatanya seketika menggantung. Dia tiba-tiba kedatangan imajinasi liar yang cukup menggoda. ‘Ah…sudahlah, itu urusan belakangan, karena yang terpentinng hari ini aku bisa menikmati kebersamaanku dengan calon suamiku.’


Hanya saja yang menjadi satu masalah lagi di sini untuk Risyella sendiri adalah…


“Tapi aku tidak tahu cara jadi Isteri yang baik itu bagaimana.” Setelah mengatakan itu, Risyella kembali menyeruput air kepala yang segar itu. 


“Siapa yang menyuruhmu jadi istri yang baik?” Tanya Vatler balik.


“Bukankah, aku-” Kalimatnya pun langsung terpotong oleh ucapannya Vatler. 


“Lakukan saja apa yang biasa kamu lakukan.” Cetus Vatler.

__ADS_1


“Tapi-”


Lagi-lagi ucapannya kembali menggantung, karena Vatler kembali menyela ucapannya. 


“Status Istri atau status suami, itu hanyalah status di atas kertas. Baik kamu maupun aku, hidup dengan cara biasa. Bukankah setelah kita berdua menikah, maka tidak akan ada lagi yang mencampuri urusan kita?”


“Iya sih.”Matanya melirik ke arah Vatler. Terlihatlah sorotan mata Vatler yang tajam layaknya elang itu sedang menatap jauh ke ujung cakrawala.


“Soal bulan madu, tenang saja.”


‘Eh, bulan madu? Bulan manis? Dia mengatakan tenang saja karena apa?’ Risyella jadi seakin penasaran dengan mulut yang digunakan oleh Vatler lagi.


“Ibuku memang sudah merencanakan untuk kita, dan karena aku tidak akan menyentuhmu, kamu anggap saja sebagai liburan.” Beritahu Vatler. 


‘A-apa? Sebenarnya mau menyentuhku juga tidak apa-apa.’ Batin Risyella penuh harap. ‘Justru aku malah ingin, seperti apa bisa di sentuh olehmu.’ Memikirkan hal itu, Risyella langsung menutup mulutnya dan mencoba menahan tawa yang berakhir dengan cekikikan. ‘Hei, pasti menyenangkan, kan? Aoalagi bisa di tiduri oleh laki-laki sepertimu, pasti memuaskan kan? Ayolah, jika mau meniduriku, aku sangat tidak mempermasalahkannya.’


Siapa yang tidak mau ditiduri oleh laki-laki tampan dan punya tubuh sebagus itu, apalagi ditambah punya latar belakang yang sangat wahh.


Risyella yang sudah beberapa kali tidak sengaja menyentuh otot tubuh dari Vatler pun, hal itu sudah berhasil membuat Risyella menjadi kecanduan. 


Namun hal tersebut pada akhirnya ketahuan oleh Vatler. 


“Hati-hati, pikiranmu keluar lewat wajahmu.” Kata Vatler memperingatkan Risyella yang ekspresinya sudah jelas sedang memikirkan hal yang bukan-bukan.


“Uhukk…” Sekarang gantian Risyella pula yang tersedak sendiri. ‘Dia orang yang misterius. Apa mungkin dia bisa melihat pikiran dari lawan bicaranya?’


Untuk itu, demi merusak suasana canggung itu, Risyella bertanya : “Kalau begitu, nati saat bulan madu itu, kita akan pergi kemana?’


“Ibu sudah menyarankanku untuk pergi ke paris, tapi jika kamu ingin pe-”

__ADS_1


“Tidak! Aku tidak akan pergi ke tempat lain. Pergi ke negara itu sa asudha cukup.” Pungkas Risyella, mengatakan keinginannya itu secara terang-terangan kepada Vatler yang super kaya itu. 


“Berarti kesana saja?” 


Risyella memberikan anggukan kuat sebagai jawaban.


“‘Belum pernah kesana ya?” Tanya Vatler singkat.


“Apa itu sindiran?” Tanya Risyella, menyelidik asal mula ucapan Vatler yang terkesan sedang menyindirnya, karena secara faktta dirinya adalah orang yang berasa dari desa. Jadi mengatakan akan pergi ke luar negeri saja adalah hal yang terasa tidak akan mungkin terjadi, selain hanya untuk bercanda saja.


“Aku tidak bermaksud menyndirmu.” 


‘Tapi kesannya sedang menyindirku, tuh.’ Kata hati Risyella. 


Walaupun begitu, hari ini Risyella tetap meraa senang, sebab bisa mengobrol lancar dengan calon suaminya sendiri saja sudah lebih dari cukup untuk membuat hatinya senang, apalagi ke depannya?


‘Dia akan jadi milikku?!’ Tatap Risyella terhadap Vatler yang saat ini tengah duduk di sampingnya persis.


“Hmm…kamu dan aku, akan jadi salinng memiliki. Apakah yang seperti itu juga membuatmu senang?” Tanya Vatler secara tiba-tiba, dan hasilnya bagi Risyella sendiri terdengar seperi sebuah godaan.


BLUSHH….


Secara Risyella buru-buru memunggungi pria itu karena sakinng malunya, sebab pikirannya selalu saja diteak dengan benar. 


“..............” Vatle rmendelik wanita di sampingnya. Merasa wanita di sampingnya sangat malu hanya dengan kalimat godaan sederhana, tanpa di sengaja hati Vatle rmenjadi tergelitik. Karena itulah, Vatler pun mengangkat tangan kirinya dan mendaratkannya di atas kepala Risyella. 


PUK..


“.........!” isyella langsung terpegun, karena kepalanya tiba-tiba saja di usap. ‘Sebenarnya suasana macam apa ini? Kenapa hanya seperti ini saja rasanya sangat berharga dan membuatku bahagia?’ 

__ADS_1


__ADS_2