
Dan setelah seminggu selepas ibunya Vatler menyatakan lamaran atas nama anaknya yaitu Vatler, dan Vatler sendiri juga menerima pilihan dari sang Ibu untuk menjadikan Risyella sebagai Istrinya, Vatler pun kembali ke tempat tinggal Risyella untuk membuat sebuah pertemuan pribadi.
Tidak seperti awal kedatangan Vatler yang pertama kali, sekarang dengan gamblang Vatler datang kerumah Risyella dengan mobil pribadinya.
'Auranya lebih kuat dari pada seminggu yang lalu.' Pikir Risyella.
Tidak seperti drama-drama lainnya yang penuh dengan konflik seperti tentang percintaan, perjodohan yang tidak di inginkan karena salah satu pihak masih hati untuk cinta pertamanya saja, maka kali ini bagi Risyella dia justru merasa aneh sendiri karena dalam waktu yang singkat dia tiba-tiba seperti memenangkan lotre.
Seperti mendapatkan calon suami yang kaya raya, tampan, juga baik hati.
Kesan yang Risyella miliki ketika berhadapan dengan Vatler. 'Kira-kira, pekerjaannya apa ya?' Batin Risyella. Dia sejujurnya cukup penasaran dengan pekerjaan yang dimiliki oleh pria ini sampai selalu memiliki tampang serius dan terlihat selalu waspada.
Risyella pun tanpa sadar jadi menatap wajah Vatler yang saat ini sama-sama menatapnya.
'Aku penasaran, apa yang sedang Vatler pikirkan soalku? Pasti aku dikira perempuan mata duitan, karena mau menerima lamarannya seminggu lalu. Tapi aku rasanya tidak begitu memperdulikan tentang dia memandangku. Karena yang membuatku bahagia, aku ternyata mendapatkan pria sepertinya.' Pikir Risyella.
"Apa kau sudah siap?" Tanya Vatler setelah menghilangkan keterdiaman di antara mereka gara-gara pikiran masing-masing.
'Gawat, aku secara terang-terangan jadi menatap wajahnya terus.' Risyella sudah malu sendiri. "Iya." Sahut Risyella.
Untuk hari ini saja, Risyella pun mendapatkan acara kencan bersama ini secara mendadak oleh Vatler, dan Risyella mau tidak mau harus mengikuti alur yang dibuat Valer itu.
"Oh ya, tapi kita mau kemana ya?" Akhirnya Risyella memberanikan dirinya bertanya tujuan dari Vatler yang tiba-tiba saja datang itu.
"Mempersiapkan pernikahan kita."
"He?" Risyella tentu saja langsung diam mematung. "B-bukannya kita akan kencan? Kenapa ja-"
"Mempersiapkan pernikahan kita juga awal dari kencan kita kan?" Cetus Vatler, sambil membuka pintu mobil untuk Risyella.
"Kenapa kau sangat yakin denganku?" Risyella mengernyit dan langsung menaruh curiga kepada Vatler.
"Karena aku tidak mau kedua orang tuaku terus saja berisik soal pernikahanku. Jadi dari pada membuang waktu untuk saling mengenal dengan gaya pacaran, lebih cepat kita berdua menikah saja kan?" Ujar Vatler setelah menutup pintu mobil yang digunakan sebagai awal Risyella masuk kedala mmobilnya.
__ADS_1
DEG!
'Jadi maksudnya, aku itu sebagai pilihan terakhir agar membuat kedua orang tuanya bungkam dan tidak berisik dengan pernikahannya?' Sekilas Risyella mengambil senyuman getir. Dia akhirnya tahu maksud dari tujuan Vatler kenapa saat ini mengajaknya pergi, itu semua hanya demi kepentingan pribadi Vatler sendiri tanpa memperhatikan perasaan Risyella yang sebenarnya.
Meskipun, Risyella awalnya terasa dikhinati akan lamarannya untuk menjadi Istrinya, sayangnya di dalam lubuh hati Risyella entah kenapa....
'Kenapa aku tetap merasa bersyukur?' Risyella pun bingung sendiri. Harusnya dia merasa jengkel dan marah, tapi Risyella tidak punya perasaan untuk memarahinya. 'keanapa aku jadi seperti ini ya? Apakah karean efek aku benar-benar jatuh hati pada Vatler terlepas apa yang baru saja dia katakan?'
"J-jadi lebih tepatnya kita akan pergi mana?'
BRAK.
Setelah Vatler masuk kedalam mobil juga, Vatler langsung menatap Risyella dengan intens.
"Aku sebenarnya tidak tahu juga."
'Kalau tidak tahu kenapa kita pergi?!' Teriak Risyella tidak mengerti jalan pikiran Vatler.
"Aku...sebenarnya aku tidak mau acaranya terlalu meriah. Inginnya sih yang sederhana saja. Dan aku tidak mau terlalu banyak tamu undangan." Ucap Risyella mengutarakan pendapatnya.
'Dengan kata lain, dia ingin menyembunyikan pernikahannya dari teman-temannya?' Tatap Vatler.
"Soal tempat, aku...kalau bisa di outdor, seperti di pinggir danau gitu? Dan maunya tidak ada media yang tahu." Imbuhnya.
Vatler kembali menatap kedepan, menyalakan mesin mobil. Ketika sudah menyala, Vatler pun menjawab, "Aku tahu maksudmu. Jika kau inhin di outdor maka kebetulan aku punya satu tempat yang sesuai dengan keinginanmu. Karena kebetulan juga kau memiliki pemikiran yang sama denganku soal tamu undangan, maka aku yang akan mengatur semuanya. Tapi...aku akan tanya satu hal kepadamu. Kau sedang tidak berpacaran kan?"
"Ha?" Sudut mata Risyella pun menangkap ekspresi wajah Vatler yang mencurigai dirinya. "Apa itu sindiran?" Rungut Risyella.
"Tidak, aku hanya tanya saja. Kalau tidak mau jawab juga tidak masalah."
Diberikan pertanyaan yang cukup memalukan dari Vatler, wajah Risyella pun langsung melengos kearah lain kemudian menjawab, "Seumur hidupku, kau adalah orang pertama."
Vatler sesaat melirik kearah Risyella yang saat ini tengah menahan malu. 'Aku orang pertama? Itu cukup menakjubkan. Jadi selama ini alasan kenapa dia sering salting ketika di depanku karean dia memang tidak pernah atau jarang di dekati pria?'
__ADS_1
Tapi kembali lagi Vatler melihat penampilan Risyella saat ini. Dari atas sampai bawah, Vatler menganggap semua yang dipakai oleh Risyella itu harganya setara untuk membeli makanan pembuka di restoran bintang 3.
'Wajar saja, penampilannya saja memang terlalu biasa dan wajahnya juga tidak kalah biasa. Tapi apa daya, jika aku tidak mengiyakan pilihan iIbu kali ini, aku pasti akan disuruh melakukan kencan buta dengan banyak wanita yang lebih merepotkan ketimbang dia. Lalu...kelihatannya 3 tahu sudah lebih dari cukup.' Pikir Vatler di tengah dirinya kini sedang mengendarai mobil.
Tidak seperti yang diharapkan oleh Risyella yang menanggap kalau hubungan yang akan dia jalin bersama Vatler adalah hubungan yang akan berlangsung selamanya, kenyataannya semua itu hanyalah kehayalan Risyella semata.
Vatler, sebenarnya dia hanya memanfaakan keadaan yang ada itu untuk membuat dirinya terhindar dari segala peraturan yang Ibunya buat.
Peraturan seperti apa?
Sejujurnya Vatler bukanlah tipe pria yang akan mudah tertarik dengan wanita. Karena itulah 2 tahun belakangan ini dia selalu mendapatkan permintaan kencan buta dari para wanita pilihan ibunya.
Dan setiap pertemuan, Vatler akan langsung menolak para wanita itu dengan mentah-mentah atau akan menyuruh temannya untuk menggantikan posisinya.
Sampai perbuatannya itu membuat diantara teman-temannya yang Vatler gunakan sebagai tameng pengganti berhasil menjalin hubungan dengan wanita kencan buta itu sampai bisa menikah dan punya anak juga.
Sekalipun sudah tahu pasangan kencan buta mereka bukan Vatler, mereka tetap melangsungkan hubungan itu sampai jenjang pernikahan. Walaupun diantara itu ada juga yang mengutarakan rasa protesnya sampai mengadu kepada Ibunya Vatler.
Oleh sebab itu, karean kejadian itu terus saja terulang, Marlina pun mulai turun tangan sendiri untuk memilih calon menantunya secara langsung.
Dan akhir dari segala drama milik Vatler akhirnya terhentu dengan memilih Risyela sebagai Istrinya.
Meskipun tahu Risyella berasal dari desa, tidak memiliki pendidikan tinggi, juga tidak secantik wanita yang selama ini Vatler temui, baginya, hal itu tidak masalah sama sekali.
Apalagi mengingat Ibunya juga memang mau memilih Risella sebagai menantunya, maka dengan ini Vatller tidak segan untuk mengangkat tangan atas kemenangan Ibunya yang berhasil memilihkannya istri yang cocok untuk dia jadikan sebagai alat untuk menemukan kebebasannya.
'Karena aku sudah mulai mengerti sifatnya itu, dia tidak akan begitu merepotkanku.' Batin Vatler lagi, merasa puas kalau wanita yang akan menjadi istrinya itu adalah wanita polos yang bisa Vatler hadapi dengan mudah.
Hanya dengan perhatian kecil, Risyella sudah akan merasakan kebahagiaannya sendiri. Karena itu Vatler pun tidak mempermasalahkan wanita dari desa itu duduk di sisinya, setidaknya hanya untuk 3 tahun kedepan.
Ya...
Vatler tidak mungkin akan membuat Risyella menjadi istrnya selamanya, sebab bagaimanapun hati milik manusia adalah sesuatu yang bisa berubah-ubah setiap waktu. Karena itu Vatler pun akan membuat surat kontrak pernikahan antara dirinya bersama dengan Risyella.
__ADS_1