Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler

Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler
102 : IPHTV : Kebersamaan


__ADS_3

DRAP….DRAP….DRAP….


Sepasang kaki itu terus mengambil langkah yang cukup cepat demi menghindari sesuatu?


“V-vatler..tunggu, aku lelah, hah…berhenti…hah sebentar.” Pinta Risyella terhadap seorang pria yang dia yakini sebagai Vatler yang asli. 


Vatler yang mendengar permintaan kecil dair Risyella pun segera menghentikan aktivitas mereka dalam berlari. 


“Hah…hah….hah….” Risyella mulai mencoba mengatur nafasnya sendiri yang sudah memburu, gara-gara di ajak berlari oleh pria yang punya kaki panjang itu, sedang dirinya punya kaki pendek layaknya bebek. “Apa yang terjadi? Maksudku, orang tadi…itu, orang yang menyamar jadi kamu. Kenapa dia menyamar jadi kamu?”


“Apa kamu baru saja menanyakan pertanyaan yang jawabannya simpel itu?”


“Eh?” Risyella langsung terkesiap dengan perkataan Vatler barusan. 


“Jelas, karena dia menginginkanmu.”


“Hee?” Risyella seketika mengambil langkah mundur ke belakang. “T-tapi kenapa? Kan aku tidak punya kenalan dan menyinggung siapapun, kenapa orang itu menginginkanku?” Tanyanya lagi. 


“Untuk itu, aku tidak tahu. Tapi kedepannya, sebaiknya kamu lebih hati-hati lagi. Kejadian seperti tadi saja, bisa terulang kembali jika kamu sendiri lengah dengan sekitarmu.” Kata Vatler memperingatkan Ovin. 


Apa yang dikatakannya memang benar. Ada kemungkinan kejadian seperti tadi itu bisa terulang lagi. 


Tapi permasalahannya ada di mana?


Risyella tentu saja memiliki segala pertanyaan yang masih dia sembunyikan di dalam otak kecilnya. Tapi sayangnya dia tidak mampu untuk membuat itu sebagai pertanyaan untuk menanyakannya langsung kepada Vatler. 


Seperto. ‘Apakah dia punya musuh? Biasanya kan di Tv itu, seorang musuh akan terus mencari kelemahan dari musuhnya sendiri, dan akan mempergunakan kelemahan itu sebagai alat untuk mengalahkannya. Jadi…..’ Risyella kembali melirik pada Vatler yang tidak terlihat seperti orang yang kelelahan, pada baru saja berlari cukup jauh. ‘Sebenarnya dia punya pekerjaan apa ya? Dari tampang, dan….’ Risyella tanpa sadar jadi memberikan tatapan selidik pada calon suaminya sendiri. ‘Sepatu, kalung yang dia pakai, serta tatapan matanya yang penuh dengarn perasaan untuk selalu waspada, apakah dia seorang tentara?’ Pikir Risyella. Tapi pikiran itu segera Risyella hilangkan, ‘Mana mungkin. Apapun pekerjaannya, bisa membuat tubuh sebagus itu, bukankah tetap saja menakjubkan?’ 


“Lap air liurmu itu,” Peringat Vatler secara tiba-tiba.


Risyella yang baru saja di berikan sebuah peringatan, langsung menyeka air liurnya?


“Tidak ada,” Cicit Risyella, merasa tertipu. 


Melihat kekecewaan dari wajah Risyella, karena baru saja di tipu, Vatler sedikit menyunggingkan senyuman tipis yang hampir tidak terlihat itu. 


‘Padahal jelas sekali dia menatapku sampai bola matanya mau keluar, dasar.’ Pikir Vatler, merasa asing dengan tingkah Risyella yang berbeda dengan wanita lain. 


“Maaf, karena aku tidak sopan menatapmu.” rungut Risyella sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.


“Tidak usah dipikirkan, yang penting sekarang kita harus cepat pergi dari sini.” Pinta Vatler, mengajak Risyella untuk segera pergi dari sana.

__ADS_1


“Maksudnya pulang?” 


Vatler menatap Risyella yang banyak tanya itu. “Iya, kita pulang.”


“Lalu Ibumu?” 


Risyella yang lagi-lagi bertanya pada Vatler yang punya sifat tidak sabaran itu tidak menjawabnya sama sekali, dan memilih untuk berjalan pergi lebih dahulu, meninggalkan Risyella yang masih di lahap kebingungan. 


“Eh…tunggu,” Risyella langsung berlari demi mengejar laki-laki yang punya kaki panjang itu. Dan karena itu pula, membuat Risyella benar-benar harus berusaha ekstra keras, sebab Vatler dalam sekejap mata sudah jauh di depan sana. “Vatler! Tunggu, jangan cepat-cepat.” Teriak Risyella 


‘Dia….cukup merepotkan.’ batin Vatler. 


Tapi meskipun hatinya berkata demikan, seperti yang di inginkan oleh Risyella, dia pun sedikit melambatkan langkah kakinnya agar perempuan itu bisa menyusulnya dengan bebas. 


____________


“Hei..hei…hei…apa yang sedang kamu lakukan?” Senyuman miring itu tersungging ketika seorang wanita dengan penampilan yang memperlihatkan tubuhnya yang sexy itu sedang merangkak naik ke atas kursi santai yang sedang pria ini gunakan untuk tiduran.


“Menurutmu?” Suara lembut penuh godaan itu pun langsung menyeruak masuk kedalam indera pendengaran dari pria ini.


Sampai wajah dari mereka berdua saat ini benar-benar cukup dekat hingga dapat menjadi awal mereka untuk saling berciuman. 


BRUK…


Tubuh dari wanita itu, yang tidak lain adalah Angie pun langsung mendarat di atas tubuh laki-laki yang sedang dia dekati. 


“Memangnya apa yang harus di takuti oleh pria sepertimu?” Goda Angie. Dengan penampilannya yang mampu untuk menarik perhatian banyak laki-laki, maka peran Angie saat ini pun tentu saja menggoda laki-laki ini.


Dan untuk apakah tujuannya?


Tujuannya tidak lain adalah untuk menjalankan misinya itu, yaitu..


“Apa kamu benar-benar tidak tahu siapakah aku?” 


“Entahlah, aku hanya tahu kalau kamu adalah laki-laki tampan yang pasti menyimpan banyak kekayaan. Ya kan?” Ucap Angie lagi. Disaat dirinya sedang ada di atas tubuh pria bernama Galih ini, Angie pun menangkap wajah Galih agar tidak mellihat kemanapun selain dirinya.


Pria ini tersenyum lebar saat melihat wajah cantik Angie saat ini benar-benar ada di depan matanya. Wajah putih, mulus, bibir merah ranum yang mampu mengikat banyak hasr*at dari segala pria yang ada, Galih saat ini benar-benar tertarik untuk menciumnya. 


Ya..


Bahkan karena pakaian bikini yang dipakai Angie benar-benar memperlihatkan tubuhnya yang tak kalah menggoda itu, tanpa disadari adik juniornya mulai bangkit. 

__ADS_1


Angie yang merasakan area di bawah sana terasa ada satu tekanan yang cukup familiar, dia langsung mengumpat dalam diam, ‘Sial, dia baru di goda seperti ini, dia langsung bereaksi.’


“Ada apa?” Tanya Galih dengan wajah sudah tersipu malu, karena dia melihat belahan dada milik Angie yang cukup menggairahkan. 


“Kamu ternyata tidak sopan sekali ya, baru segini tapi sudah mau bangkit saja ini.” Goda Angie lagi, selagi tangan kanannya menyentuh harta berharga milik Galih yang sudah ingin keluar dari tempatnya. 


“Ukh…wanita, namamu siapa?” Tanyanya sambil menahan sesuatu yang terasa akan keluar itu, gara-gara Angie dengan berani menyentuh dan sampai mengelusnya, walaupun masih tersimpan di dalam celana. 


“Memangnya namaku begitu penting?” Tanya Angie. Dia menatap manik mata berwarna hitam milik Galih ini. 


Tidak seperti kebanyakan laki-laki yang sudah banyak Angie temui, laki-laki yang sedang Angie dekati ini termasuk masih pemula untuk digoda. 


“Penting dong. Kalau aku tidak tahu namamu, bagaimana aku bisa memanggilmu?” Tanya Galih balik. 


“Hm…kamu bisa memanggilku Gina.”


“Gina? Namamu ternyata secantik wajahmu.” Galih yang tidak tahan itu, langsung memeluk tubuh Angie dengan kedua tangannya, sampai dimana kedua gunungan kembar milik Angie langsung menghimpit di dada bidang Galih yang kebetulan sedang dalam kondisi bertelanjang dada. 


“Tentu saja,” Angie tersenyum manis di depan Galih yang baru saja memujinya. Padahal di dalam hatinya, ‘Cantik-cantik..aku memang cantik. Tapi jika itu keluar dari mulutmu, rasanya aku sangat ingin muntah.’ Rutuk Angie.


Jika bukan karena misi yang dia ambil karena harus menggantikan Vatler, saat ini Angie tidak mungkin ada di sini. Tiduran bersama dengan Galih, orang yang menjadi target dari misi mereka berdua, yaitu Angie dengan Freddy.


Lalu dimanakah Fraddy saat ini?


________________


"Angie, cepat dapatkan sidik jari dan retina matanya." Ucap Freddy kepada Angie yang saat ini sedang berusaha menggoda galih demi mendapakan tujuannya, yaitu mendapatkan sidik jari juga retina mata milik Galih.


-"Bagaimana jika kita minum dulu? Kebetulan aku sedang haus."- Kata Angie kepada Galih yang ada di ujung telepon sana.


'Tunggu sebentar lagi, aku akan segera mendapatkannya.' Itulah yang Angie maksud sebagai jawaban atas permintaan Freddy yang terkesan tidak sabaran itu.


'Wanita ini, ternyata pandai menggoda pria. Pantas saja Vatler merekomendasikan dia padaku. Tapi...dia memang cantik, tapi apakah dia bukan kekasihnya? Sampai melempar pekerjaannya kepada seorang wanita seperti dia?' Freddy kembali menatap layar PC miliknya.


Saat ini dia sedang berusaa untuk mendapatkan sandi yang harus di isi dengan mendapatkan sidik jadi serta retina mata milik Galih. Dengan begitu, gudang penyimpanan senjata yang kebetulan di simpan di salah satu tempat di pelabuhan bisa dia buka.


Hanya tinggal dua hal itu saja yang harus mereka dapatkan. Dan Angie adalah bagian dari aset untuk melancarkan misi kali ini.


'Apakah aku harus bersyukur karena rekanku hari ini adalah seorang wanita? Karena jika laki-laki, untuk mendekati target saja sudah pastinya lebih susah. Ok, Vatler. Aku akui, kali ini rekan rekomendasimu cukup menguntungkan.' Batin Freddy lagi.


Dia pun terus meringkuk di dalam sebuah peti kemas sambil memantau CCTV yang berhasil dia retas lewat PC miliknya.

__ADS_1


__ADS_2