Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler

Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler
123 : IPHTV : Pergi


__ADS_3

“Jadi, sebenarnya kita mau kemana? Pastinya bukan mau bulan madu kan?” Tanya Risyella, kini dia sudah ada di dalam mobil yang dikendarai oleh Vatler juga tentunya. 


Lalu tujuannya memangnya saat ini mau kemana?


Bukankah tadi Vatler mengatakan kepada semua keluarga Risyella kalau mereka berdua akan pergi bulan madu?


Dan bukankah kemarin Vatler bilang kalau rencana bulan madu mereka berdua akan diadakan di perancis?


Lalu kenapa Risyella jadi bertanya demikian kepada Vatler?


Itu karena saat ini, dengan kecepatan mobil yang dikemudikan oleh Vatler sampai di atas 100 km/jam, dan melihat arah jalan yang digunakan Vatler saat ini bukan mengarah ke bandara, maka sudah dipastikan kalau tujuan dari bulan madu itu hanyalah alasan dan sekedar omong kosong belaka untuk cepat-cepat pergi dari sana. 


“KIta tunda dulu acara bulan madu yang aku katakan kemarin.” 


“Tapi kamu bilang, semuanya karena sudah diatur oleh ibumu. Jika dia tahu kita tidak bulan madu, bagaimana?”


“Aku sudah punya solusi untuk itu, jadi jangan terlalu di pikirkan.” kata Vatler lagi.


Mendengar hal tersebut, Risyella sebenarnya sedikit kecewa karena ternyata bulan madu mereka di undur. “Lalu sampai kapan?” Tanya Risyella dengan nada lirih.


Vatler melirik sesaat. “Kalau mau, itu sekitar satu bulan lagi.” jawabnya.


Risyella mengatupkan mulutnya. Dia tidak berani berkata lebih selain, “Baiklah, aku tidak apa-apa” lain kata maka lain dengan hati. ‘Padahal aku sudah berharap sekali bisa pergi keluar negeri. Eh….tapi kan dia juga yang akan membiayai semuanya nantinya, aku tidak apa-apa ah.’ 


Risyella terus menguatkan hatinya, kalau semua itu bisa dia dapatkan di kemudian hari. 


Suara dari knalpot itu pun berhasil mengisi kesunyian dari jalanan yang sangat lengang itu. 


Saking lengangnya, Vatler pun sampai berani menaikkan kecepatan mobilnya. Dan Risyella sama sekali tidak protes dengan kecepatan setinggi itu, karena pada dasarnya Risyella suka dengan adrenalin yang sedang di pacu oleh suaminya itu.


‘Dia keren ya? Gara-gara dia, aku benar-benar tidak bisa mengalihkan pandanganku darinya. Lihat saja saat dia mengendarai mobilnya, sungguh pemandangan yang menggoda.’ Risyella pun tergoda dengan ekspresi, serta keseriusan Vatler dalam mengendarai mobilnya itu, sudah seperti seorang raja jalanan. ‘Aku tidak menyesal, bisa menikah dengannya.’ 

__ADS_1


Risyella mengulas senyuman lembut. Sorotan matanya terus saja terpaku pada cara Vatler untuk mengendarai mobil yang baginya itu cukuplah keren. 


Sebagai pecinta film action, maka Risyella benar-benar mendukung Vatler sebagai tokoh utama dalam permainan baku tembak itu. 


‘Pasti lebih keren kan?’ Satu pikiran itu pun jadi terlintas juga. 


Saat ini laju mobil itu pun langsung membelah jalanan aspal yang membelah tengah hutan. 


Kilau sore dari matahari yang hendak tenggelam mitu pun menjadi pemandangan indah. Dan setelah ditelusuri, ternyata di sebelah kiri dari hutan yang sedari tadi Risyella lihat rupanya ada harta luas yang cukup memanjakan mata. 


“Wah…ternyata di bawah sana ada pantai.” Risyella memperhatikan pemandangan dari laut yang letaknya ada di tiga ratus meter di bawah depan sana. 


Dia bawah?


Tentu saja di bawah, karena rupanya htan yang terbelah oleh jalanan ini adalah dataran tinggi, dengan kata lain mereka berdua sedang menyusuri tebing, dan keberadaan dari pantai itu sendiri ada jauh di depan, letaknya dari tebing ke pantai itu ternyata masih harus melewati hutan juga.


Tepat ketika Risyella sedang dimanjakan oleh laut yang letaknya cukup jauh, tapi masih bisa dilihat dengan jelas dengan mata telanjang, Vatler sebenarnya baru saja mendapatkan notifikasi pesan dan itu berasal dari Angie.


‘Dia akhirnya membalas pesanku. Tapi-’ Hanya saja Vatler langsung mengernyitkan matanya, saat dia ternyata dimintai sesuatu oleh Angie dan waktunya adalah sekarang juga. 


“Risyella.” Sampai panggilan dari sang suami itu berhasil mengalihkan perhatian Risyella untuk menoleh ke arahnya. 


“Ada apa?” Tanya Risyella dengan wajah polosnya.


“Apa aku bisa meminta sesuatu darimu?”


‘Minta apa? Aku pikir ini pertama kalinya dia ingin meminta sesuatu dariku.’ Yang dipikirkan Risyella memang benar. Kali ini adalah kali pertama untuk Risyella, tiba-tiba dimintai sesuatu oleh Vatler. “Minta apa?”


“Apa kamu bisa turun dari mobil?” Selepas mengatakan itu, tiba-tiba mobil yang mereka berdua naiki menepi dan berhenti juga di pinggir jalan.


“Apa alasanmu agar aku turun dari mobil?” Risyella sangat ingin tahu alasan dibalik permintaannya Vatler ini.

__ADS_1


“Aku tiba-tiba ada urusan mendesak, aku mana mungkin membawamu pergi denganku kan?”


‘Kenapa dia jadi seperti itu?’ Pikir Risyella. “Lama tidak?” 


“Tidak?”


“Ya sudah lah, jika itu karena menyangkut urusanmu yang sangat mendesak itu.” Risyella dengan senang hati turun dari mobil. 


Sampai di saat yang sama mata Vatler melebar, karena dia tidak menyangka, Risyella terbujuk alasan sebegitu mudahnya.


“Janji ya..jangan lama-lama.” Pinta Risyella. 


Vatler yang melihat Risyella saat ini masih menggunakan gaun pengantin, Vatler pun sebenarnya terbesit rasa bersalah. Demi mendapatkan sisi sebagai orang yang perhatian, Vatler mengambil jas putih yang sempat dia sampirkan di jok mobil, lalu dia pun memberikannya kepada Risyella, agar istrinya itu tidak kedinginan. 


“Pakai ini.”


Risyella mengambilnya dan segera memakainya. 


Dan hasilnya, itu benar-benar kebesaran. Sampai Vatler sendiri tanpa sengaja jadi tersenyum tipis. 


Risyella yang menyadari itu pun segera bertanya. “Apa ada yang salah denganku?” Merasa aneh karena memakai jas yang kebesaran itu, dia pun melepaskannya.


“Kenapa dilepas? Pakai saja itu.”


“Tapi kamu barusan menertawaiku.” rungut Risyella.


“Aku hanya tersenyum,”


“Tapi dimataku, kamu sedang menertawai penampilanku.” sungut Risyella, mulai kesal dengan Vatler yang pintar membuat alasan. 


“Abaikan itu, pakai itu kembali agar kamu tidak kedinginan.” Teka Vatler. 

__ADS_1


Dengan cukup menurut, Risyella kembali memakai jas putih kepunyaannya Vatler yang cukup kebesaran!


 


__ADS_2