Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler

Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler
79 : IPHTV : Ikatan Hati


__ADS_3

Tidak seperti kebanyakan orang yang menginginkan pernikahan yang begitu mewah untuk memperlihatkan status sosial mereka yang punya derajat tinggi dan membuat banyak orang merasa iri, maka itu tidak berlaku kepada Risyella.


Risyella, wanita yang baru saja menginjak usia 23 tahun, anak kedua dari keluuarga biasa yang dimana ayahnya hanya bekerja jadi kuli bangunan di kota, Ibunya hanyalah Ibu rumah tangga biasa, kakakaknya yang sudah menikah dan sudah memisahkan diri dari mereka, membuat Risyella benar-benar sedirian untuk mengurus rumah, membantu Ibu selagi dia memiliki usaha kecil-kecilan.


Tapi apa yang namanya keberuntungan memang pasti ada. Walaupuan jatah untuk setiap orang yang mendapatkannya pasti akan berbeda antara satu dengan yang lain.


Risyella.


Wanita yang selama ini tidak pernah berpikiran akan menikah dalam jangka waktu dekat ini, awalnya hanya melakukan keseharian dengan biasa-biasa saja.


Tetapi...


Tepat dua minggu lalu, semua rutinitasnya berubah total setelah kedatangan dua tamu tak dikenal dari kota besar.


Alasan konyolnya adalah karena ingin menikmati rasanya hidup di sebuah desa.


Tapii siapa yang akan mengetahui kalau dibalik kedatangan mereka berdua adalah awal dari semua cerita baru yang kan Risyella tulis di dalam tulisan kehidupannya.


Rasa senang itu pun akhirnya tumbuh bersamaan dengan perasaan suka yang tiba-tiba muncul karena adanya seorang pria yang berhasil menarik perhatiannya.


Itu adalah Vatler Davires Ardeal Ellistone.


Pria yang baru saja menginjak usia 27 tahun itu adalah si pemilik sejuta pesona yang tidak bisa Risyella ungkapkan lagi dengan kata-kata selian kata sempurna.


Tubuhnya tinggi berkisaran di atas 185 centimeter, punya wajah tampan merupakan andalan untuk pria ini setelah tubuh atletisnya menjadi kriteria nomor dua untuk para kaum hawa. Hidungnya yang mancung, rahang yang nampak koko, bibir yang sedikit tebal namun justru memberikan kesan seksi yang lebih mendalam adalah ciri khas dari mulut yang terlihat mampu mengatakan kalimat peuh penghakiman.


Karena itulah, terlepas dari ekspresinya yang terkesan dingin, Risyella tetap saja terpesona akan penampilan itu.


Ya...


Risyella adalah orang yang lemah jika sudah di perlihatkan pria tampan seperti Vatler.


"Sudah selesai Nona," Kata wanita ini selepas memperbaiki gaun pengantin yanng saat ini sedang di pakai oleh Risyella.

__ADS_1


Risyella pun termenung jauh saat dirinya memandangi cermin besar di depannya itu.


Dia tidak percaya, kalau orang yang ada di depannya itu adalah dirinya sendiri.


"Ini sarung tangannya," Wanita itu kembali melakukan sedikit pekerjaan tersisanya, yaitu memasangkan sarung tangan brokat berwarna putih yang senada dengan gaun penganti yang kini sudah terpakai di tubuhnya dengan cukup sempurna.


'Ah....apakah ini yang namanya buta cinta?' Benak hati Risyella saat tangan kanannya menyentuh permukaan cermin itu dengan penuh perasaan.


Wajah biasanya itu saat ini sudah dihiasi make up tipis, dan rambutnya yang biasaranya hanya di ikat jadi satu, kini benar-enar sudah di tata oleh penata rias ini. Setelah itu di atas kepalanya persis pun dihiasi tiara kecil untuk menjepit kerudung yang digunakan sebagai penutup kepalanya.


Baginya, itu adalah penampilan yang sang baginya, cukuplah mengagumkan. Setidaknya dia akan menilah dirinya sendiri cantik.


Dia tidak akan mengharapkan siapapun memujinya, hanya itu saja yang ada di benak hatinya saat ini.


"Apa anda sudah siap?" Menawari sebuah persiapan, kalau tirai akan dibuka dan menunjukkan penampilan klien nya yang sudah dia make over total.


Risyella menoleh ke belakan untuk melihat wanita itu yang saat ini sudah memegang kendali tirai itu.


"Iya." Risyella langsung menyambar buket bunga yang sudah di siapkan dari tadi. Dan dengan wajah malunya itu, Risyella menutupi wajahnya dengan buket bunga itu, barulah tirai tersebut terbuka.


Kedua sisi tirai itu pun secara otomatis terbuka dan memperlihatkan seorang pria, kini tengah berdiri memunggunginya karena pria itu sedang memakai setelah jas berwana putih juga, senada dengan apa yang Risyella pakai.


Risyella melirik kearah penata rias itu untuk memberikannya kode agar diam. Dan setelah memberikan kode untuk tutup mulut, Risyella pun keluar dari ruang ganti, dan berjalan keluar menghampiri Vatler.


Vatler, dialah pangeran yang membawa Risyella keluar dari rasa kesepiannya. Pria yang akan membawanya masuk kedalam dunia untuk mereka berdua.


Romantis?


'Aku tidak tahu bagaimana caranya bersikap romantis. Lagi pula dia kelihatannya tidak begitu tertarik padaku. Yah...walaupun aku sadar dengan perjodohan ini, aku tidak akan menyia-nyiakan apa yang tuhan berikan kepadaku, karena aku mendapatkan calon suami seperti Vatler ini.' Pikir Risyella.


Dengan perlahan dia mengkondisikan kedua kakinya yang saat ini sedang memakai sepatu dengan hak yang cukup tinggi, jadi dia pun sedikit kesulitan untuk sekedar berdiri saja, apaagi peralan seperti saat ini.


Tapi demi menghampiri calon suaminya, dia akan berjalan terus ke depan sana.

__ADS_1


Sampai akhinya Vatler yang awalnya berdiri memunggunginya, tiba-tiba saja berbalik. "Kamu sudah selesai?" Tanya Vatler, hingga pertanyaan yang baru saja Vatler ucapkan, justru berakhir dengan ekspresi terpegun.


"Aku sudah selesai." Jawab Risyella dengan wajah masih ditutupi oleh buket bunga mawar berwarna putih itu.


Vatler yang merasa risih karena wajah Risyella dihalangi oleh buket bunga, lantas membuat sepasang kakinya pun bergerak dua langkah ke depan. Vatler menghampiri Risyella sambil mengulurkan tangan kanannya ke depan, lalu menangkap pergelangan tangan Risyella.


"Kenapa wajahmu ditutup?"


"Aku sedikit risih," Risyella menjawabnya dengan wajah malu-malu. Sampai wajah yang awalnya Risyella sudah dia halangi dengan buket bunga, kini buket bunga itu berhasil di singkirkan oleh Vatler, membuangnya dengan sembarangan ke sofa.


"Apakah karena make up?" Tebak Vatler.


"Hmmm....." Dehem Risyella. Meskipun tadi dia memiliki nyali untuk menghampiri calon suaminya, tapi sayangnya sekarang hatinya sudah ciut lagi. Membuatnya tidak berani untuk menatap Vatler yang terus saja menatapnya, seakan dia sedang menagih hutang padanya.


"Risyella," Panggil Vatler. Dia terus termenung dengan tatapan yang terlihat dingin, namun sebenarnya dia sedang memperhatikan ekspresi dari calon istrinya yang terlihat malu-malu itu.


'Kenapa dia terus menatapku? Aku tahu aku ini memang tidak cantik jika di lihat dari mata orang, tapi meski begitu aku akan memuji diriku saja sendiri kalau diriku ini cantik.' Batin Risyella mencoba memuji dirinya sendiri di dalam hatinya. "Apa?" Sahut Risyella dengan pelan, tapi di tetap dalam posisinya untuk tidak melihat wajah maut itu. Karena jika dirinya melihat wajah itu secara langsung, maka yang ada adalah dia tidak akan tahan lagi untuk cepat-cepat memilikinya.


Hatinya selalu saja mengatakan itu. Tapi sayangnya Risyella tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya kepada Vatler.


Sebab apa, karena Risyella merasa kalau Vatler adalah pria yang tidak membutuhkan hati berisi cinta, tetapi sesuatu yang bisa Vatler manafaatkan dengan baik.


Walaupun tahu akan sedikit keyataan itu, mengingat Ibunya Vatler pernah memberitahunya kalau Vatler sudah menolah puluhan wanita dalam kencan buta, sayangnya hati yang sduah mengerti akan rasa suka itu tidak bisa Risyella hilangkan dengan mudah.


Dan itu adalah hati untuk mencintai Vatler yang sebenarnya terlihat sama-sama kesepian.


"Siapa yang menyuruhmu menunduk?" Kata Vatler, sukses menghapus segala pikiran Risyela tentang Vatler sendiri.


"Aku sendiri," Sahut Risyella.


Tapi karena Risyella keras kepala tidak mau melihat lawan bicaranya itu, Vatler pun menggapai wajah calon Istrinya itu agar menatapnya.


'Ah~ Tuh kan....aku jadi ingin menciumnya.' Detik hati Risyella, ketika dia melihat manik mata Vatler yang begitu hitam pekat itu menatap tajam kearahnya, layaknya tatapan dari sebuah kemarahan yang sedang Vatler tekan. Dan bibir yang diam itu, benar-benar menggoda Risyella yang sebenarnya memiliki rasa haus untuk merasakan apa itu ciuman.

__ADS_1


Vatler yang melihat wajah Risyella begitu tersipu malu, jusrtu membuat ada satu dalam iri Vatler jadi merasakan aneh, saat pemandangan dari wajah calon Istrinya ternyata begitu begitu imut juga cantik?


'Padahal dia tidak pernah sekalipun memakai make up. Kenapa di saat seperti ini, dia malah terlihat cantik? Ada apa dengan hatiku ini? Padahal aku sudah janji pada diriku agar aku tidak begitu memperhatikan hal kecil seperti ini. Terutama hati ini, aku seharusnya tidak meiliki perasaan seperti ini, karena pernikahan ini nantinya akan berakhir tiga tahun kemudian. Tapi aneh, kenapa aku jadi merasa kasihan? Padahal belum juga mulai, Apa yang sebenarnya terjadi kepadaku?' Pikir Vatler saat dirinya kini memperhatikan terus wajah mungil dari Risyella.


__ADS_2