Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler

Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler
142 : IPHTV : Kesepian


__ADS_3

Di sisi lain.


"Freddy bawakan aku minum." Pekik Angie.


"Sebenarnya aku mau di gaji berapa banyak sih? Aku ini punya pekerjaanku sendiri."


"Lah itu pekerjaanmu sekarang." Kata Angie, sambil meunjuk Freddy yang saat ini sedang memasak makanan untuknya.


"Pekerjaan yang aku maksud itu, bukan ini!" Ucap Frreddy dengan nada geram, tangannya tidak boleh di biarkan menganggur, karena ada tiga masakan yang sedang dia kerjakan dalam waktu yang sama.


"Tapi Vatler sudah menyuruhmu untuk merawatku loh, berarti secara tidak langsung saat ini pekerjaanmu sudah ganti jadi pelayanku." Pungkas Angie. "Tapi tenang saja, dia dan aku itu kaya, jadi masalah gaji, kamu tidak perlu khawatir lagi. Dan pekerjaan utamamu itu, tidak akan terpengaruh juga, soalnya Vatler sendiri sudah membuatmu izin cuti." Imbuhnya,


Mendengar penjelasan dari Angie, Freddy sontak langsung terkejut. "Kenapa dia melakukan itu semua keapadaku? dan kenapa juga harus aku yang merawatmu?" Tanya Freddy.


"karena aku ini berharga. Sudah ... Awal kalau masakanmu ada yang tidak enak atau gosong, kamu harus makan itu." Tegas Angie kepada Freddy.


Freddy menatap Angie yang sedang asik duduk selonjor di atas sofa sambil makan Popcorn dan menonton tv di saat yang bersamaan. 'Apakah dia punya hubungan dekat atau lebih dengan Vatler? Tapi jika begitu, harusnya dia sendiri yang merawatnya, bukan orang luar sepertiku.' Pikir Freddy.


"Kenapa melirikku begitu? Suka ya?" Tanya ANngie kepada pria yang saat ini ada di depan dapur dengan penampilan sedang memakai celemek. Dan Angie saat itu juga memasukkan popcorn keadalam mulutnya dengan cara di lempar, dan percobaannya selalu saja berhasil. Tidak ada lemparan yang tidak akurat, semuanya masuk kedalam mulutnya itu.


Freddy tentu saja langsung menyeringai, "Siapa yang tidak suka wanita cantik sepertimu?"


"Oh...pujian lagi? Makasih. Tapi aku sudah bosan di bilang cantik oleh pria lain kecuali Vatler." Ungkap Angie, lagi-lagi memasukkan popcorn nya ke dalam mulut.


"Sayang sekali, aku bukan dia." Kata Freddy, menyahuti ungkapan kata dari Angie yang sesaat tadi terlihat memiliki tatapan penuh harap.


Bagaimana tidak berharap, karena selama hampir empat hari ini, pria yang Angie tunggu-tunggu itu tidak pernah muncul, dan hanya bertanya kabar lewat telepon ataupun pesan singkat saja.


"Tapi-"


"Tapi apa? Masih ada pujian lagi untukku kah?" Tanya ANgie dengan begitu entengnya.


Tentu saja sorotan mata Freddy semakin dingin, apalagi saat dia melihat pakaian yang sedang di pakai oleh Angie saat ini. "Apa kamu tidak pernah punya pikiran kalau aku bisa saja melakukan sesuatu kepadamu?"

__ADS_1


"Apa kamu bertanya seperti itu, karena aku hanya memakai ini dan ini saja di depanmu? Tertarik?" Tanya Angie dengan sorotan mata yang berani itu kepada Freddy, si pria jomblo.


Freddy pun menyipitkan kedua matanya, saat dia akhirnya melihat sesuatu yang ada di antara kedua kaki milik Angie itu.


Sepasang kaki jenjang, putih, mullus, dan terlihat kencang yang hanya di balut oleh rok jeans pendek, sependek dua puluh enti meter di atas lutut itu, membuat Freddy tentu saja melihat kain tipis yang membungkus aset milik Angie itu.


"Kamu cukup bernyali juga, membuatku melihat itu." Kernyit Freddy.


"Tentu saja harus bernyali, kalau tidak seperti ini, aku tidak akan bisa menggoda pria. Memangnya salah ya dengan nyali yang aku miliki ini?"


"Tidak salah, itu hak mu ingin apa dan mau melakukan apa. Tapi jangan pernah berpikir aku akan tergoda oleh penampilanm itu.


"Tidak perlu khawatir, aku tidak punya pikiran seperti itu kepadamu kok, hanya mengujimu yang terus saja jomblo, padahal punya penampilan dan tampan yang aku akui sebelas dua belas dengan Vatler.


Dan aku puji ketahanan mental dari birahimu itu, bisa menghadapi wanita sepertiku yang bisa melakuan apapun agar kau bisa melakukan sesuatu kepadaku.


Jangan-jangan kmu sudah sering melihat lebih dari apa yang aku perlihatkan kepadamu ya?" Ucap Angie panjang lebar.


Freddy hanya terdiam, sebabitu bukanlah hal yang bsia Freddy sangkal dengan mudah, sebab apa yang dikatakan oleh Angie ini memang sduah sepenuhnya benar.


Freddy hanya mengabaikan apa yang dilakukan oleh Angie dan memilih untuk melanjutkan pekerjaannya seraya menjawab : "Itu memang benar, tapi dalam situasi bebeda."


"Halah, ngaku saja. Pasti banyak mencoba dengan wanita lain, makannya hal seperti ini saja tidak membuatmu penasaran denganku atau menggodaku balik." Balas Elda.


"Terserah apa katamu." jawab Freddy singkat.


"Ah! Kamu tidak menyenangkan sama sekali. Bilang saja iya atau tidak, kan aku jadi penasaran." Pungkas Angie.


"JIka aku dipandang tidak menyenangkan, lalu bagaimana dengan Vatler? Dia tidakk lebih menyenangkan dariku kan?" Kata Freddy, mematikan kompor, menyiapkan piri dan memulai menuangkan masakan yang sudah Freddy masa itu.


"Jelas karena aku menyikanya, maka aku tidak mempermasalahkannya." Jawab Angie. "Dari tadi banyak bcara saja, dan kamu belum meyanaiku. Sini minumku dulu." Angie pun menagih pelayanan dari Freddy.


Dengan gerakan cepat, Freddy sudah meletakkan gelas di atas meja di depan Angie persis.

__ADS_1


"Hei...aku ini tidak bisa banyak bergerak, berikan padaku langsung. Jangan meletakkannya di meja." Tuntut Angie lagi kepada Freddy.


Freddy yang di buat untuk melayani kekurangan yang Freddy lakukan tadi, jadi terpaksa berbalik dan mengambilkan gelas berisi air itu kepada Angie langsung.


Walaupun saat ini rok jeans pendek yang dipakai oleh Angie cukup menyita perhatian dari jati dirinya yang merupakan seorang pria, akan tetapi Freddy yang mampu untuk menagan godaan yang ada itu, mengalihkan pandangannya pada satu kaki milik Angie yang saat ini sudah di gips.


Berapa lama lagi waktu yang dibutuhkan agar gips itu dilepas, yang artinya pekerjaan Freddy yang dipekerjaan sebagai pelayan pribadi Angie ini berakhir juga?


'Kelihatannya masih sangat lama.' Detik hati Freddy saat itu juga.


"Makanannya." Angie kembali menagih Freddy untuk memberikannya makanan kepadanya.


Dan karena kebetulan semua makanannya sudah siap untuk di sajikan serta untuk di santap, maka Freddy pun membawa semua hasil kerjanya itu di meja dari ruang tamu itu.


Dan Angie yang melihat hasil dari kerja keras oleh Freddy pun ternganga.


"B-bagaimana bisa kamu bisa buat semua ini dengan cantik seperti ini? Jangan-jangan kamu mantan koki ya?" puji Angie.


"Tidak. Aku memang punya hobi memasak, dan inillah hasil hobiku." Jawab Freddy.


PLAK...


Tangan Angia yang cukup ringan itu langsung memukul lengan kekar milik Freddy sambil memberikan bumbu pujian. "Wah..bagus-bagus, aku akan menaikkan gajimu nanti, asal kamu bisa membuat masakan ini setiap hari untukku."


'Yang benar saja. Masa aku di perlakukan jadi pelayan seperti ini oleh wanita ini?' Batin Freddy.


Dan mereka berdua yang memang kebetulan sudah merasa lapar, akhirnya menyantap makanan itu bersama-sama.


_____________


Sedangkan di rumah Vatler.


"Hmmmm.........ini membosankan." Keluh Risyella, dimana saat ini Risyella ada di depan meja panjang, dan dirinya adalah satu-satunya orang yang duduk di sana dengan dua piring berisi makanan yang berhasil dia masak seorang diri.

__ADS_1


CUS...


"..........." Dengan tatapan datar, Risyella menusuk sosis bakar miliknya dan memasukkannya ke dalam mulut. 'Padahal aku ingin sekali bisa makan bersama dengan Vatler.'


__ADS_2