Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler

Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler
55 : IPHTV : Imajinasi nakal


__ADS_3

BYURR...


Air itu seketika membasahi seluruh tubuhnya. Tidak seperti kehidupannya yang sebelumnya dimana mereka mandi sengan air hangat yang langsung keluar dari shower, ataupun berendam di dalam bathtup, saat ini dia harus menggunakan gayung sebagai alat mandi.


Vatler, dia berdiri sambil melamun memandangi dinding berwarna putih itu. Dengan tubuh telanjangnya yang saat ini sudah basah semua, tidak menjadikan dia mengeluh akan situasi tak masuk akalnya sendiri karena tiba-tiba hidup di desa.


'Sebelum ini Ibu sudah pernah menyuruhku untuk segera menkah . Tapi karena aku selalu mangkir dari kencan buta yang sudah Ibu atur, apakah ini jadi rencana Ibu untukku agar aku bisa berhubungan dengan perempuan yang sudah ibu pilih secara pribadi ini?' Pikir Vatler, sedang mencari tahu alasan dibalik semua tindakan dari Ibunya.


Ketika tangan kanannya terangkat untuk mengambil handuk, Vatler akhirnya sadar kalalu dia lupa membawa handuknya, sampai dua ketukan pintu tiba-tiba terdengar.


TOK....TOK.....


"Handukmu." Ucap Risyella, orang yang membawakan handuk milik Vatler ke depan pintu kamar mandi. "Aku taruh di knop pintu." Setelah mengatakan itu, Risyella langsung kabur dari sana.


Seperginya Risyella dari sana, Vatler sedikit membuka pintu untuk mengambi handuk yang tadi Risyella bawakan untuknya.


Setelah selesai mandi, Vatler pun keluar begitu saja dengan pakaian sudah melekat ditubuhnya.


Begitu tahu Vatler sudah selesai melakukan ritual sore hari, kini giliran Risyella pula yang masuk ke dalam kamar madni.


BRAK...


Dengan degupan jantung yang kian berdetak kencang, Risyella buru-buru melepaskan pakaiannya. Tapi tepat setelah dia melepaskan pakaian terakhirnya, Risyella yang hedak megambil air untuk mengguyur tubuhnya, tiba-tiba saja dia tahan. 'Kenapa jadi seperti ini? Tiba-tiba dimah ini ada pria seperti dia.' pikirnya denga kepala menunduk. Menatap tubuhnya sendiri yang sudah telanjang bulat. 'Kalau seperti ini kan, aku jadi punya imajinasi liar.'


Risyella pu dalam diam memunculkan imajinasinya sendiri yang cukup nakal. Meskipun, diluar dia adalah perempuan baik-baik, tetapi tetap saja sebagai perempuan ajang dan tidak pernah sekalipun banyak berinteraksi dengan orang bahkan dengan laki-laki, Risyella yang merupakan perempuan normal, saat ini pun jadi unya imajinasi liarnya.


Sejujurnya sebagai perempuan, dia langsung jatuh hati kepada pria yang saat ini menumpang dirumahnya. Karena dirinya lematerhadap penampilan Vatler, yang baginya cukup rupawan, maka dari itu Risyeylla pun benar-benar dibuat tidak sanggup menghadapi kenyataan itu.


Kenyataan kalau baru saja kamar mandi yang sedang Risyella pakai, juga baru dipakai oleh pria itu.


'Yah, walaupu aku tidak bisa berbuat apapun, membayangkannya saja sudah cukup memuaskan.' Risyella terkekeh saat dia perlahan membuat siritan mata penuh gairah. 'Seandainya dia dibelakangku? Seperti apakah perasaannya? Dua nafas yang saling berbagi dalam satu ruangan sempit, dia kemudian menarikku kedalam pelukan. Dua kulit yng menempel ini seketika aku rasakan, antara hangatnya suhu dari tubuhnya yang kekar dan besar itu serta dinginnya air yang terbasuh dari tubuhnya. Tangannya yang kuat melingkar diperutku dan dan dia...' Kalimat di dalam pikirannya pun berhenti ketika kedua tangan Risyella sudah di tempatnya masing-masing antara perutnya dan satunya lagi di dadanya.


Sebuah imajinasi nakal membayangkan Vatler yang ikutan mandi bersamanya, saat ini sudah memeluknya dari belakang dan mengukungnya dalam ciuman manis di bahunya.


"Ahahaha....." Risyella jadi bisa menahan tawanya sendiri akibat imajinasi nakalnya sendiri.


"Risyella! Apa kau tidur?!" Teriak Ibunya Risyella karena Risyella tidak kunjung keluar dari kamar mandi.


'Ah~! Imajinasiku jadi hilang kan?' Setelah mendapat panggilan dari sang Ibu, Risyella akhirnya tersadar dari lamunannya sendiri dan memutuskan untuk melanjutkan niat awalnya, yaitu untuk mandi.


************


Malam pertama dimana dua orang asing itu masuk kedalam kehdiupannya Risyella.

__ADS_1


Saat biasanya hari-hari akan dipenuhi dengan keheningan, saat adanya dua orang tambahan itu, semuanya menjadi sedikit ramai. Terutama ibunya Vatler yang bisa tertawa terbahak-bahak, seolah ada kejadian lucu.


"Ahahaha....anta ternyata suka sinetron itu? Ternyata selera kita sama ya?" Ucap Marlina, tengan menonton sinetron yang kebetulan sedang ditonton oleh Ibunya Risyella.


"Begitukan?" Ibunya Risyella tersenyum canggung pada Ibunya Vatler, karena Marlina ini adalah tipe perempuan yang cukup blak-blakan.


"Tentu saja. Kita berdua akan jadi geng paling klop." Imbuh Marlina.


Melihat keakraban dari dua orang ibu-ibu membuat Risyella menghela nafas pelan.


"Hah~ Bagaimana aku harus menghadapi orang seperti dia?" Gumammnya. Risyella yang tidak begitu akrab dengan orang lain, tiba-tiba dihadapi orang cerewet seperti Ibunya Vatler, maka Risyella pun angkat tangan.


"Kau abaikan saja semua ucapannya." Hingga suara berat dan seksi milik Vatler, langsung membuat bulu kuduk Risyella meremang karena kemunculan Vatler yang sangat senyap.


'Kenapa dia bisa muncul tanpa suara begitu sih? Mengagetkanku saja.' Rutuk Risyella, dengan jantung kembali berdebar kencang. 'Ahh~ Ini sangat tidak bak untuk jantungku.' Sambil mencengkram baju bagian dada, Risyella sangat tersiksa dengan keberadaan Vatler. Sampai suara ketukan pintu rumah depan, tiba-tiba terdengar.


TOK....TOK...TOK......


Vatler dan Risyella pun sama-sama menoleh ke sumber suara. Karena ada tamu, Risyella pun berjalan pergi untuk membukakan pintu, sedangkan Vatler pergi masuk kedalam kamarnya lagi.


KLEK.


Seorang wanita yang lebih muda dari Risyella, memiliki rambut pendek dengan memakai kacamata bundar, kini menjadi tamunya.


"Kak, apakah disini bisa transfer uang?" Tanyanya.


"Kalalu transfer tunai 10 juta, ada?"


Risyella seketika tersenyum tawar, karena di dalam saldo rekening miliknya ti kada uang sampai 10 juta. "Maaf kak, keetulan lagi banyak uang cash, jadi tidak ada saldo sampai 10 juta." Jawab RIsyella, meminta maaf tidak bisa melayani pengunjung yang ingin transfer tunai kepadanya.


Ya...


Selama tidak bekerja, dirinya memiliki usaha lain, yaitu ATM mini, dengan kata lain, menerima jasa penarikan uang atau trasfer uang tunai. Jadi selama dirumah, dia pun masih memiliki penghasilan sendiri.


"Oh, begitu. Ma-"


"Ris?" Panggil Ibunya vatler.


"Ya?" Sahutnya.


"Dia bilang 10 juta kan?" Tanya Marlina lagi, setelah acara kesenangannya terganggu dengan tamu yang ingin ber transaksi uang dengan Risyella, tapi gara-gara Risyella membuat alasan tidak ada uang, jadi tidak bisa menerima pengunjung itu.


"Iya."

__ADS_1


"Kebetulan. Kamu yang ada disana." Marlina menunjuk pada tamu tersebut lalu bertanyalagi, "Bawa uang 10 juta kan?" Imbuhnya.


"Iya, saya sudah bawa uangnya." jawabnya, sambil menepuk tas slempang yang dipakainya.


"Mana nomor rekeningmu?" Pinta Marlina.


"Ini." Memberikan secarik kertas kecil berisi nomor rekening kepada Marlina.


Setelah mendapatkan nomor rekeningnya, Marlina membawanya masuk kedalam kamar sambil berkata : "Kamu hitung uangnya, nanti aku transfer."


Mendengar pesan itu, Risyella pun mempersilahkan tamu itu masuk kedalam rumah. "Mari masuk dulu."


"Permisi." Dengan langkah hati-hati, perempuan ini masuk kedalam rumah dan duduk di sofa. Setelah itu dia mengeuarkan segepok uang dalam jumlah besar.


Risyella menghitungnya, dan setelah sduah dihitung dan benar sebanyak 20 juta, Risyella pun membawa uangnya ke dalam kamar yang dihuni oleh Vatler dan Ibunya itu, karen uang 10 juta itu adalah milik mereka.


TING.


"Sudah masuk." Beritahu perempaun berkacamata ini, setelah medapatkan pesan notifikasi dari bank, bahwa uang sejumlah 10 juta sudah masuk kedalam rekeningnya. "Biayanya berapa?"


"25 ribu."


"Makasih kak." Setelah memberikan uang kepada Risyella sebagai jasa, perempuan ini pun pergi.


"Sama-sama."


Setelah kepergian dari tamu itu, Marlina pun kembali keluar dengan membawa uang tadi, "Ini untukmu."


"Eh? Ini kan uang anda. Kenapa diberikan pada saya?"


"Anggap saja sebagai biaya kami menginap disini. Ambillah." Marlina menyerobot untuk mengambil tangan kanan Risyella, lalu meletakkan uangnya diatas tangan Risyella.


"Tidak, ini terlalu banyak!" Risyella mencoba menarik tangannya, tapi tetap tidak bisa, karena tenaga yang dimiliki pleh Marlina benar-benar cukup kuat.


"Kurang banyak? Baiklah, akan aku tambah."'' Marlina kembali masuk kedalam kamar untuk mengambil uangnya lagi. Tapi sebelum itu terjadi, Risyella pun berjalan mengikutinya dan masuk kedalam kamar juga.


"Saya tidak bisa menerimanya, ini terlalu berlebihan." Ujar Risyella. Benar-benar merasa tertekan dengan tindakannya.


Risyella pun meletakkan uangnya tadi di atas kasur yang saat ini sedang ditiduri oleh Vatler. Dan karena itu juga, Vatler yang sedang berbaring dalam posis tengkurap, tangn itu tiba-tiba menangkap tangan Risyella yang hendak pergi itu, lalu Vatler pun memberikan tatapan sengit kepada Risyella.


Awal tidur yang hendak Vatler pun terganggu karena ternyata Risyella berani masuk ke wilayahnya.


"Kau pikir aku dan Ibuku disini hnaya menumpang makan dan tidur dengan gratis? Ambil itu. Kau punya hak untuk mendapatkannya karena sudah mau menuruti kemauan Ibuku untuk tinggal disini." jelas Vatler, berhasil membuat Risyella bungkam karena tidak bisa menyangkalnya.

__ADS_1


Sedangkan Marlina selaku Ibu Vatler, langsung memuji dalam hati. 'Vatler1 Bagus sekali kau, mau berinisiatif lebih dulu untuk membantu ibumu ini.' Karena ada kesempatan, Marlina memberikan uang 10 juta itu kepada Risyella semua. '"Ini, ambillah."


"................!" Risyella pun semakin tercengang dengan uang 10 juta itu kini sudah berada di tangannya.


__ADS_2