Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler

Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler
133 : IPHTV : Surat Kontrak Pernikahan


__ADS_3

Setelah menutup pintu kamar mandi dengan kasar, Risyella buru-buru pergi menuju cermin yang ada di dekat dengan bathup, karena disana ada cemin besar yang cukup digunakan sebagai cerminan Risyella yang saat ini sedang dilanda kekhawatiran akan rasa malunya yang kembali datang.


'Apa yang barusan aku lakukan tadi? Hari ini benar-benar kacau, aku sampai tidak tahu harus apa lagi. Selain aku sudah menikah dengan Vatler, menciumnya di acara reseps idi depan banyak orang, aku yang di tinggal di tengah jalan, tadi aku juga sempat menciumnya lagi, dan yang terakhir dia membantuku melepaskan resleting gaunku.


Kira-kira aku sudah dipandang wanita seperti apa ya di mata Vatler?'


JDERR....


Kembali di hadapi oleh petir yang menggelegar dan cukup mengganggu itu, Risyella pun buru-buru melepaskan gaun itu, sampailah dimana dia akhirnya bisa telanjang bulat di depan cermin.


Dan satu hal lagi, Risyella kembali di buat untuk melihat bekas luka miliknya yang ada di punggungnya persis.


'Dia pasti melihat ini juga.' Setelah berpikiran demikian, Risyella berjalan ke arah keran yang dimana di atasnya adalah shower .


Dan air hangat yang cukup menyegarkan itu pun akhirnya berhasil mengembalikan rasa dingin yang sempat dirasakannya selama beberapa jam tadi, karena Vatler sungguh-sungguh berani meninggalkannya.


ZRASSSHH....


"Hahhh....." Helaan nafas kasar itu pun menandakan kalau Risyella sudha mewakili rasa penat yang ada di dalam tubuhnya, fisik, batin, semuanya..tidak ada yang dikecualikan.


Risyella menatap air yang saat ini sedang mengguyur wajahnya persis. Karena cukup deras, maka dia pun merasa wajahnya seperti sedang di pijat.


'Aku sekarang sudah meninggalkan semuanya. Ayah, ibu, Kakak, para saudaraku. Ini benar-benar akan menjadi pengalaman baruku, untuk melayani orang lain, sendirian tanpa bantuan siapapun. Tapi...kira-kira aku berguna tidak ya? Selain aku hanya di pergunakan sebagai tameng atas kencan buta yang biasanya Vatler lakukan?' Pikir Risyella.

__ADS_1


Tidak mau berlama-lama di dalam kamar mandi, karena seseorang saat ini sungguh ada yang sedang menunggunya, maka Risyella pun menyingkirkan semua pikiran itu lebih dulu dari dalam kepalanya.


'Hanya saja apa yang sebenarnya ingin dia bicarakan denganku ya? Aku jadi semakin penasaran.'


___________


Vatler yang saat ini sedang menunggu didalam kamar mandi, hanya diam sambil melihat-lihat kamar yang akan di gunakan oleh Risyella itu.


'Dia memilih di tempat ini? Apa dia mengira aku melarang dia memilih kamar di lantai dua? Padahal asal beda kamar, aku tidak mempermasalahkan dia tinggal dikamar lantai dua.' Kata hati Vatler.


KLEK...


Sampai waktu untuk dirinya menunggu Risyella keluar dari kamar mandi, selesai sudah .


Menepis pikiran kalau ekpresi dari wajah Risyella sedang lucu, karena pipinya merona, Vatler pun mengajak Risyella untuk duduk di sampingnya.


"Duduk sini."


'Dia mau apa, membuatku duduk disitu. Ini seperti awal untuk mengajaku melakukan itu.' Dan tentu saja Risyella langsung menuruti perintah ringan dari suaminya itu, untuk duduk di sampingnya persis, dan sama-sama duduk di tepi tempat tidur.


"Ini..baca," Vatler tiba-tiba saja memberikan satu amplop coklat kepada Risyella.


Sontak melihat Vatler memberikannya amplop coklat, hatinya jadi gelisah.

__ADS_1


"Ini apa?" Risyella cukup penasaran.


"Buka dan baca, aku ingin kita membuat kesepakatan."


DEG....


"Kesepakatan?" Risyella buru-buru membuka amplop itu, dan ketika dia mengeluarkan isinya, yang dia dapatkan adalah dua lembar surat berisi berbagai tulisan dan dimana di bawah semua kalimat yang tertera diatas kertas putih, ada dua buah materai, yang mengartikan kalau itu harus di tandatangani oleh dua belah pihak, dan disanalah Risyella menemukan nama mereka berdua sebagai tanda kesepakatan mereka berdua untuk saling tanda tangan?!


Dan kalimat paling menonjol di antara yang lainnya adalah Kontrak pernikahan.


"T-tunggu, kenapa kamu memberikan ini?" Risyella jadi gelisah sendiri melihat surat kontrak pernikahan itu benar-benar di tunjukkan untuk mereka berdua, yang padahal hari ini saja mereka berdua baru saja menjalin pernikahan dan baru juga menjadi sepasang suami istri.


Tetapi setelah segala situasi, rasa lelah, pikiran, tubuh, dia langsung disuguhi pemandangan yang cukup merusak hati juga mata.


"Kamu tahu sendiri kan, kita berdua bisa menikah karena tuntutan dari ibuku. Hati seseorang selalu berubah setiap waktu yang berlalu. Aku menyarankan untuk membuat surat ini agar kita punya aturan masing-masing yang setidaknya membuatmu bebas dalam satu hal."


"Apa?"


"Kita tidak saling terikat peraturan akan kata suami dan istri itu tugasnya untuk apa. Kamu bisa bebas melakukan apa yang ingin kamu lakukan, dan sebaliknya, aku juga akan melakukan yang ingin aku kerjakan." Jelas Vatler.


Tapi semua penjelasan itu hanyalah awal dari kalimat untuk memulai pembicaraan mereka berdua agar bisa lebih serius lagi.


Dan itu adalah...

__ADS_1


__ADS_2