
Seketika suasana langsung berubah drastis. Yang awalnya berisi lelucon yang dibawakan oleh Robert, saat ini kesan yang mereka dapat adalah nuansa yang cukup romantis.
Sebab dua orang yang akan terikat satu sama lain dengan tali pernikahan, kini sang calon mempelai wanita yang sedang di tunggu-tunggu oleh mereka akhirnya datang bersama dengan pria paruh baya yang merupakan Ayah dari Risyella.
Tidak seperti penampilan sebelumnya yang terlihat sederhana dan biasa-biasa saja, saat ini perempuan yang Vatler anggap sebagai perempuan ceroboh itu, justru terlihat lebih cantik, apalagi gaun putih yang baru dikerjakan kurang dari tiga hari itu benar-benar cocok, selepas gaun tersebut melekat di tubuh Risyella.
Tap….Tap…Tap…
Mereka berdua melangkah dengan cukup perlahan, sebab Risyella benar-benar harus ekstra hati-hati untuk setiap satu langkah yang dia ambil tidak menyebabkan dirinya jauh.
Angkah dari kedua pasang kaki itu pun menyususri jalan setapak yang dilapisi karpet bewarna merah.
Ya..itu adalah jalan menuju ke tempat yang membawanya pergi untuk menemui pangerannya.
‘Kenapa aku bisa segugup ini?’ Pikir Risyella di tengah-tengah dirinya sedang menjadi pusat perhatian banyak orang.
Sampai perasaan gugup itu membuat cengkraman tangannya untuk memegang buket bunga, semakin erat.
Apalagi di tambah dengan…
__ADS_1
‘Kenapa Vatler menatapku seperti itu? Apakah penampilanku jelek, makannya dia memperingatkanku dengan tatapan sengitnya?’ Risyella yang merasa isi kepalanya semakin kosong, menjadikan kedua kakinya jadi berhenti di tengah jalan. ‘Eh….kenapa aku berhenti?’ Bertambah takutlah Risyella saat sepasang kakinya tidak mau bergerak.
“Kenapa dia berhenti berjalan?” Bisik orang pertama.
“Mungkin saja dia akhirnya sadar, kalau dia tidak pantas dengan keluarga seperti kita.”
Bisikan demi bisikan yang masih bisa Risyella dengan, berhasil menarik perhatian sang Ayah yang melihat anaknya terlihat ketakutan.
“Jangan dengarkan mereka. Dengarkan kata hatimu sendiri. Kira-kira apa yang ingin kamu lakukan saat ini?” Bisik ayahnya Risyella, dia mencoba untuk membuat Risyella terpancing dengan tekad yang sudah Risyella miliki itu agar tidak terpengaruh oleh orang luar.
‘Benar- tujuanku kan cuma satu, aku akan menikah dengan laki-laki disana.’ Kata-kata yang diberikan Ayahnya kepadanya pun sukses untuk Risyella agar berpikir lebih jernih.
Dengan begitu, Risyella yang sudah punya tekad akan dirinya sendiri yang ingin memiliki pria itu menjadi miliknya, membuat Risyella mampu menggerakkan sepasang kakinya untuk berjalan lagi.
“Wah..ayo..ayo..jangan terpengaruh dengan ucapan tamu undangan yang kurang bermanfaat, ikuti kata hati sendiri saja.” Ucap Robert secara terang-terangan, sampai beberapa orang tadi segera menutup mulut mereka, sekalipun jelingan yang cukup tajam segera menghujam ke arah Robert yang cukup blak-blakan, menjadi seorang MC.
Ayahnya Risyella pun sudah melepaskan Risyella untuk berjalan seorang diri menuju pelaminan, untuk menjemput calon suaminya yang sudah menunggu dari tadi.
‘Hah..dia juga jadi terlihat seperti orang yang tidak sabar.’ Ledek Vatler terhadap calon istrinya sendiri yang akhirnya mampu berjalan penuh dengan semangat, sampai melupakan bahwa sepatu yang sedang dipakai itu harus digunakan secara hati-hati atau..
__ADS_1
“Akh..” Saking semangatnya Risyella dalam berjalan agar bisa sampai di atas panggung yang tidak seberapa tinggi itu, berhasil membuat Risyella secara tidak sengaja menginjak gaunnya sendiri dan akhirnya terhuyung ke depan. ‘Waduh…aku jatuh, aku jatuh! Ini akan jadi akhir yang memalukan!’ Teriak Risyella didalam hatinya.
Karena takut dengan akhir yang bagi Risyella sudah ketebak seperti apa, dia pun memejamkan matanya.
BRUK...
'Eh..kenapa tidak sakit?' Risyella yang bingung, kenapa tidak sakit sama sekali setelah hendak terjatuh, ketika dia membuka matanya, rupanya..
"Kenapa kamu selalu saja ceroboh?" Lirih Vatler ketika kedua tangannya sudah berhasil menangkap tubuh Risyella itu, sebelum benar-benar terjatuh dan mempermalukan acaranya itu.
'Vatler?! Dia lagi-lagi menangkapku?!' Dan hal sepele yang seperti itu selalu mendatangkan perasaan aman kepada Risyella. Dimana saat ini, hatinya jadi lebih merasakan akan cinta yang semakin dalam.
"Wowww...secara mengejutkan kita jadi melihat adegan romantis dari kedua mempelai nih." Goda Robert pada dua orang yang terlihat mabuk cinta.
"...........!"
Malu mendengar ucapan dari sebuah godaan yang dibuat oleh Robert, Vatler buru-buru membantu Risyella untuk berdiri, dan Risyella sendiri berusaha untuk kembali berdiri dengan sepatu ber hak tinggi yang cukup merepotkan itu.
"Terima kasih untuk yang tadi." Bisik Risyella sambil menatap ke arah depan.
__ADS_1
"Hmm.." Dan deheman singkat seperti biasa menjadi jawaban Vatler.
"Hahah...baiklah, karena kedua mempelai sudah berada di atas panggung, maka kita saksikan acara utama hari ini." Kata Robert.