
"M-mobil dari mana ini?" Risyella jadi gelagapan sendiri karena tiba-tiba dirinya digendong oleh Vatler dan masuk kedalam mobil.
Mobil sedan berwarna hitam itu pun menjadi tempat perlindungannya saat ini dari para ratusan pasang mata yang saat ini sedang menatap kearah mereka berdua.
Setelah insiden tadi, Risyella pun mendapatkan banyak bantuan, dan pelayanan dari para staf.
Seperti barang belanjaan Risyella yang beberapa diantaranya hancur karena merupakan barang pecah, langsung diganti dengan yang baru tanpa perlu membayar. Dapat perlakuan khusus seperti dirinya menjadi salah satu member VVIP, jadi apapun barang yang Risyella beli ke depannya akan mendapatkan potongan banyak, dan banyak keuntungan lainnya yang membuat kepala Risyella sendiri sudah pusing tujuh keliling.
"Sebentar! Bagaimana dengan motorku?!" Risyella refleks jadi mencengkram tangan Vatler yang hendak mengambil air mineral di sebelah kursinya.
"Aku sudah mengurusnya. Motormu akan pulang dengan selamat." jawab Vatler dengan lirikan mata tertuju pada tangan kirinya yang saat ini kembali dipegang oleh tangan Risyella yang terlihat kecil itu. 'Tubuhnya sampai seringan itu, apa yang sebenarnya selama ini dia makan?' Pikir Vatler terheran, karena dimatanya itu, tubuh fisik Risyella terlihat kurus dari wanita lainnya.
"Maaf!" Risyella buru-buru melepaskan cengkraman tangannya. 'Huh~ Kenapa tatapan matanya cukup menakutkan? Yah...padahal dia tidak mengatakan apapun selain menjawab pertanyaanku tadi, tapi rasanya itu seperti aku tidak boleh menyentuhnya.'
Tapi ada satu hal yang salah.
Itu hanya untuk Risyella seorang. Setelah masuk kedalam mobil, dia justru semakin merasa pusing. "Aku sudah baik-baik saja. Lebih baik aku pulang naik motor saja, ya?"
"Apa?" Lagi-lagi Vatler menjeling Risyella dengan tatapan yang dingin. Alhasil Vatler yang hendak menginjak pedal gas itu langsung Vatler urungkan. "Kau lebih memilih motormu ketimbang kesehatanmu sendiri? Kau lihat kan? Di luar masih hujan lebat?" Tegas Vatler, memberikan didikan kepada Risyella yang terlihat tidak tahu diuntung, karena sudah susah payah mendapatkan mobil, tapi dengan tiba-tiba Risyella memilih pulang dengan motornya?
Dengan perasaan takut, Risyella menjawab dengan penuh kehati-hatian, takut salah bicara. "Aku sudah merasakannya dari tadi. Aku tidak leluasa naik mobil. Ac nya, aku tidak kuat aroma Ac mobil ini. Itu membuatku semakin pusing."
'Pantas saja wajahnya terlihat lebih pucat ketimbang sebelum naik mobil. Jadi dia bukan tidak mau naik, tetapi karena dia tidak suka dengan aroma Ac mobil ini? Dengan kata lain, dia bisa naik mobil tertentu saja asal Ac mobilnya sesuai dengan tubuhnya?' Vater tiba-tiba tersenyum mencibir. 'Ada juga orang yang seperti dia.'
"Jadi ak- Huek..." Belum juga berbicara, Risyella buru-buru keluar dari mobil meninggalkan Vatler sendirian disana.
BRAK.
Perempatan siku di dahi Vatler pun muncul juga. 'Dia mual, bukan karena sesuatu yang berhubungan dengan itu kan?'
"Nona? Apakah anda sakit?" Salah satu Scurity perempuan yang kebetulan berjaga di depan pintu masuk langsung berlari menghampiri Risyella.
__ADS_1
"Aku rasanya sangat pusing dan eneg." Keluh Risyella terhadap wanita tersebut.
"Anda yang tadi kan? Apa anda sedang hamil?"
JDERR....
Kilatan dari dentuman petir yang menggelegar pun berhasil memecah akal sehat Vatler karena sedang di tatap oleh banyak orang disana.
'Apa yag baru saja aku dengar? Hamil? Dia sudah punya suami?' Pikir Vatler.
Tapi lain hal dengan orang lain yang justru suaminya adalah Vater sendiri.
"Tuan, anda kan suaminya, bagaimana kalu sebaiknya Istri anda dibawa ke rumah sakit. Takutnya Istri anda kenapa-kenapa."
'Apakah mereka semua bodoh tanpa melihat apakah di jarinya ada cincin nikah atau tidak?' Kutuk Vatler, tidak mau menanggapi kebodohan yang sedang dilontarkan oleh wanita yang bertugas sebagai Scurity itu, Vatler segera menyambar tangan Risyella.
"Apa? Aku tidak mau masuk kedalam mobil itu." Tegur Risyella dengan wajah lelah.
'T-tuan Vloris meminjamkan mobilnya kepada orang ini? Sebenarnya mereka berdua itu siapa?' Pikirnya, ketika harus merelakan semua pertanyaannya tidak bisa terjawab dalam waktu dekat.
_____________
"Kenapa mereka berdua belum pulang juga?" Ibunya Risyella bertanya dengan wajah khawatir.
Marlina yang saat ini sedang makan buah pisang, segera menjawab. "Tenang saja. Mereka berdua pasti pulang dalam kondisi utuh. Anakku itu tidak akan melakukan apapun kepada Risyella, dan justru Vatler akan melindunginya."
'Padahal aku tidak bertanya soal itu. Tapi kenapa dia seperti sedang mengkonfirmasi kalau Vatler adalah pria yang baik dan bisa di andalkan?' Pikir Ibunya Risyella.
BRRMMM....
Sampai suara dari knalpot mobil tiba-tiba terdengar tepat di depan rumah.
__ADS_1
Marlina yang sedang asik sendiri makan pisang sambil menonton Tv tidak menghiraukan keberadaan mobil yang memang behenti di depan rumah persis.
"Itu mobil siapa?" Ibunya Risyella yang penasaran, dibuat pergi mencari tahu.
BRAK....
Suara dari pintu mobil yang ditutup.
"Kenapa kalian berdua jadi pulang dengan mobil? Risyella? Motornya dimana?" Deretan pertanyaan itu langsung menghujani Vatler dan Risyella yang baru saja keluar dari mobil.
Bukannya dijawab, Risyella langsung kabur masuk kedalam rumah lalu kedalam kamar mandi.
"Huek~"
"............." Marlina yang saat itu memang sedang bersantai menoton Tv, tapi tiba-tiba mendengar Risyella sedang muntah, dia langsung bergegas pergi ke depan kamar mandi dan bertanya. "Risyella? Ada apa? Kenapa kamu mual?"
"Huek~" Risyella lagi-lagi muntah, yang mana dia akhirnya mengeluarkan segala makanan yang sempat Risyella makan. 'Kenapa mereka sangat mengkhawatirkan aku yang sedang muntah karena mabuk darat?'
Di luar..
"Maaf merepotkanmu, dia memang selalu mabuk darat. Risyella itu hanya bisa naik mobil tanpa mabuk, asalkan Ac dari aroma mobilnya tidak begitu menyengat." Jelas Ibunya Risyella. Dilihat dari tindakannya tadi yang tiba-tiba menyerobot masuk kedalam rumah tanpa berkata apapun adalah karena ingin muntah.
"Tidak masalah juga, karena seharusnya aku lebih memperhatikan lagi mobil yang aku pilih." Beritahu Vatler, membuat Ibunya Risyella merasa kalau Vatler memang orang yang mampu untuk mendapatkan apa yang dia mau dengan mudah.
Buktinya adalah...
'Mobilnya itu.... darimana anak ini bisa mendapatkan mobil?' Pikirnya dengan memperhatikan baik itu penampilan Vatler maupun mobil sedan hitam yang dikendarainya, 'Anak ini, dair penampilannya saja, dia memang terlihat cocok untuk mengendarai mobil mewah itu. Hanya saja-' Ibunya Risyella menoleh kebelakang, dimana Marlina masih saja berdiri di depan pintu kamar mandi.
"Risyella? Kamu tidak apa-apa kan? Apa kamu ingin sesuatu yang kiranya enak dimakan?" Tanya Marlina. Benar-benar memperhatikan Risyella yang sedang dalam kondisi genting.
"Tidak. Aku hanya ingin istirahat saja." Jawabnya. 'Pusing dan mual seperti ini, memangnya ada selera untuk makan?'
__ADS_1