Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler

Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler
138 : IPHTV : Hari baru


__ADS_3

"Hmm..." Risyella berdehem pelan. Dia mengantuk, tapi satu pikiran yang terlintas itu adalah pikiran yang terjadi karena kejadian malam tadi. Dimana pria yang sudah menjadi suaminya itu, rupanya melakukan kesepakatan dengannya dengan sebuah surat kontrak atas pernikahan mereka berdua.


'Jadi hanya tiga tahun saja ya? Aku hanya bisa bersamamu selama tiga tahun saja?' Risyella mencoba memejamkan matanya lagi. Padahal Risyella berharap statusnya sebagai Istri dari pria itu bisa bertahan lebih lama lagi. 'Bahkan jika ajal memang menjemputku, aku ingin statusku sebagai Istrinya tidak pernah hilang.' Harap Risyella.


Apakah harapan itu bisa tewujud atau tidak, Risyella hanya bisa berdia. Dan dikarenakan sduah menandatangani surat dari kontrak pernikahannya, maka Risyella tahu kalau dia hanya akan menjalankan perannya itu di waktu-waktu tertentu saja?


Harusnya memang begitu. Tapi Risyella berharap akan menjalankan perannya sesuai dengan statusnya saat ini.


Yaitu Istrinya Vatler, dan melayani pria yang sudah menjadi suaminya itu.


'Walapun aku sudah menandatangani surat kontraknya, aku hanya akan berharap kalau suatu hari nanti, dia bisa merubah pikirannya untuk tidak menceraikanku.' Batinnya lagi.


Setelah berpikir demikian, Risyella pun benar-benar terlelap lagi dalam tidurnya.


Dia memang berharap kalau soal kontrak pernikahan itu hanyalah sekedar mimpi belaka, tetapi karena itu memang fakta yang cukup nyata, mau tidak mau Risyella akan mencoba menerimanya dengan lapang dada.


----------------""------------------


...Sesungguhnya kisah dari rumah tangga tidak selalu berawal dari dua ornag yang menjalani kehidupan merka berdua bersama-sama berdasarkan dari hati, yang namanya tidak lain adalah Cinta....


...Dan dua orang itu adalah salah satu pasangan dari jutaan pasangan yang ada di seluruh dunia, yang menikah karena di jodohkan, yaitu Vatler dan Risyella....


...Kisah apakah yang akan mereka berdua jalani setelah mereka berdua resmi menikah?...


...Maka itu akan di ceritakan di kisah ini....


...Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler....


...__________________...


Setelah empat hari berlalu dari hari pernikahan mereka berdua, Vatler dan Risyella pun menjalani peran merkea berdua masing-masing dalam posisi seadanya.


Pagi itu.


Jika biasanya vatler bangun pagi untuk melakukan olahraga paginya sampai dua jam lamanya, maka tidak dengan hari ini. Saat ini pria tampan, bertubuh tinggi, dengan tampang wajah seperti tembok, serta penampilannya seperti seorang preman jalanan, berhasil menyiita perhatian Risyella yang sedang tiduran di sifa.


Yang awalnya Risyella niatnya untuk menonton Tv tapi berakhir dengan Tv yang menonton dirinya.

__ADS_1


Akan tetapi rasa kantuknya tentu saja menghilang selepas dia melihat pria yang sudah berstatus suaminya itu turun dari lantai dua dan berjalan mengarah ke dapur untuk mengambil air dingin di kulkas.


"Apa kamu mau jadi preman untuk memeras orang di jalanan?" Tanya Risyella tiba-ttiba, tanpa merubah posisinya yang sedang berbaring di sofa dengan tubuh miring ke arah kiri dan tangan kiri dia luruskan untuk di jadikan sebagai bantalan.


Mendengar Istrinya bertanya, Vatler langsung menjeling kearah kiri, dan menemukan Risyella sedang tiduran dengan penampilan masing menggunakan Lingerie tipis berwarna biru Navy dengan desain kimono. Sehingga sepasang mata Vatler pun melihat tanktop hitam yang mempunyai panjang selutut yang di pakai oleh Risyella tersebut.


"Jika kamu berpikiran seperti itu, anggap saja memang benar. Kalau aku akan memeras seseorang di tengah jalan. Dengan penampilanku, dia akan segera menyerahkan uang dan harta benda yang dia bawa kepadaku." Jawab Vatler dengan serta merta.


Risyella mengerjapkan matanya beberapa kali, karena dia cukup tertegun akan jawaban Vatler yang cukup konyol.


"Tapi, dari pada preman yang menakutkan, justru kamu lebih terlihat seperti model kelas atas yang senagaja mau mengambil gambar di jalan." Ucap Risyella di detik berikutnya.


Tentu saja sebenarnya Risyella bisa berkata demikan karena penampilan Vatler itu tidak akan pernah ada bedanya dengan seorang model ataupun aktor terkenal. Sekalipun Vatler akan memakai pakaian compang camping, itu tidak akan ada bedanya juga.


Lalu apa yang membuat hari ini Risyella dan Vatler terlihat seperti pasangan akur?


Untuk Risyella sendiri, dari pada terlihat bersedih terus memikirkan nasib pernikahannya yang hanya berjalan tiga tahun itu, Risyelal saat ini sudah mencoba menerima kenyataan pahit itu dengan lapang dada.


Dia justru akan menikmati statusnya saat ini sebagai nyonya rumah.


Apalagi bisa merasakan rasanya jadi orang kaya, walau hanya sebentar, itu tidak akan menjadi persoalan yang akan di bawa rumit.


"Aku terima pujianmu itu." Jawab Vatler dengan singkat. Setelah minum, Vatler pun meraih kunci motor yang tergeletak di atas meja tadi.


Risyella tersenyum simpul. Sekarang mereka berdua tidak ada bedanya seperti dua orang asing yang terpaksa tinggal bersama.


"Hati-hati di jalan."


"Ya." Vatler pun pergi begitu saja tanpa melihat reaksi wajah dari lawan bicaranya itu.


KLEK..


Pintu tertutup. Garasi mobil yang terletak di samping villa nya persis langsung Vatler buka.


Deretan mobil mewah dan dua motor sport terjejer cukup rapi, dan kunci yang Vatler bawa adalah kunci motor berwarna ungu gelap itu.


Vatler memakai helm nya, dan memauskkan kuncinya kedalam lubang kunci motor, hingga bunyi kenlapot itu berhasil mengisi keheningan.

__ADS_1


BRRMMM.....BRMM......


Vatler memainkan gas motornya, agar mesin motor yang sudah lama tidak dia panaskan bisa dia gunakan dengan mudah lagi.


Sedangkan Risyella yang mendengar deru dari suara knalpot itu, membuatnya langsung beranjak dari sofa dan berlari menuju pintu utama rumah.


'Aku harus melihatnya.' Pikir Risyella.


Tepat di saat Vatler menaikkan gas motor setelah memasukkan gigi motor pertama, Vatler pun segera pergi dengan kecepatan tinggi.


BRMMMM......


Dan meninggalkan Risyella yang baru saja keluar rumah.


'Jadi seperti itu ya, jika dia mengendarai motor sport?' Tatap Risyella. Walaupun hanya melihat punggung Vatler yang kian menjauh, Risyella pun menganggap itu sebagai sebuah keberuntungannya, karena dia bisa melihat suaminya pergi dengan naik motor yang keren.


Sungguh kekanakkan, kan?


Tapi itulah Risyella, dia tidak begitu menuntut banyak untuk mendapatkan kebahagiannya sendiri dari Vatler, "Karena hanya dengan hidup di sisinya saja, itu sudah membuatku bahagia." Lirih Risyella dengan senyuman lemahnya.


Di samping Risyella terus berdiri sambil menatap kepergian Vatler yang terus kian menjauh, sesungguhnya, Vatler pun menyadari akan keberadaan Risyella yang sedang berdiri untuk melihat kearahnya .'Kelihatannya dia suka menatapku saat aku pergi.'


*


*


*


BRRMMMM........


Tidak mau fokus terus pada istrinya yang Vatler tinggal itu, Vatler kembali menatap ke arah depan, menyalakan lampu sen kanan dan dia pun mengambil ke arah kanan.


"Yah... Sudah pergi." Gerutu Risyella, sebab pemandangan untuk melihat aksi Vatler menendraai motor dengan cepat, sudah tidak ada lagi. 'Kalau sudah begini, aku harus apa? DIa bekerja dan aku?'


Risyella pun benar-benar bingung berada di rumah sebesar itu dan sendirian pula.


'Mending masak dulu saja kali ya?' Karena diirnya benar-benar tidak tahu harus apa, Risyella hanya punya satu niatan, yaitu masak untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2