Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler

Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler
119 : IPHTV : Ikatan janji 2


__ADS_3

Suasana tiba-tiba menjadi hening. Tidak seperti tadi yang berisik dengan bisikan-bisikan kecil, suara yang sekarang bisa mereka semua dengar tentu saja aalah angin sepoi yang membuat ranting dari pohon pinus, saling bergesekan satu sama lain.


Suasana tegang pun menjadi peneman dalam diri Risyella yang kembali di landa gugup.


Karena itu, Risyella pun jadi kembali menundukkan kepalanya.


"Baiklah, Tuan dan Nyonya, anda hanya perlu menjawab iya atau tidak, apakah anda paham?" Beritahu pria paruh baya ini yang akan memimpin jalannya akad nikah antara Risyella dengan Vatler.


"Paham" jawab Vatler.


"Aku mengerti." Sahut Risyella.


Pengulu itu pun menatap Risyella dan Vatler secara bergantian, seteahnya, dia membuka sebuah buku, dimana disanaa tertulis rangkaian pertanyaan yang harus di jawab oleh kedua mempelai.


"Kepada Tuan Vatler, apakah anda akan terus mencintai Nyonya Risyella?"


"Iya."


"Baik itu suka maupun duka, dalam keadaan sehat ataupun sakit, senang dan sedih, apakah anda akan selalu berada disisinya?"


"Iya." Jawab Vatler singkat. Sampai segala pertanyaan yang sudah dia jawab, dia tidak pernah mengalihkan perhatiannya kepada Risyella yang sudah terlalu gugup, hingga buket bunga mawar yang sedang di genggam itu, sudah gemetar.


"Lalu, untuk Nyonya Risyella, apakah anda akan senantiasa mencintai Tuan Vatler sebagai suami anda?"


"Iya."

__ADS_1


"Baik itu suka maupun duka, dalam keadaan sehat ataupun sakit, senang dan sedih, apakah anda akan selalu berada di sisinya sampai ajal menjelang?"


'Apa? Ajal?' Mendengar kata ajal, Risyella pun akhirnya kembali menatap lurus ke depan, lalu menoleh ke arah samping kanannya, dimana Vatler saat ini sedang menunggu jawabannya. 'Ajal? Walaupun ini hanyalah pernikahan karena perjodohan, selama hati ini terus menyukai dan mencintainya, aku tidak jadi tidak mempermasalahkan kalau suatu hari ajal akan menjemputku.'


Oleh karenanya, saat itu, Risyella pun mejawab..


"Ya. Aku akan selalu mencintainya, entah keadaan apa yang sedang suamiku ini dapatkan, aku tidak akan pernah meninggalkannya." Jawab Risyella, akhirnya dia jadi menjawab sesuai dengan isi hatinya secara terbuka di depan mereka semua. Hingga Vatler yang kala itu penasaran kenapa Risyella agak lama menjawab pertanyaan tadi, langsung dibuat terkejut sendiri. "Bahkan jika ajal menjemputku, hati ini akan selalu ada untuknya." Imbuh Risyella seraya menatap Vatler yang rupanya langsung terpancing dengan kata-katanya tadi.


'Dia...benar-benar berani mengatakan itu disini?' Vatler tertegun, sebab Risyella yang mempunyi sifat pemalu, dan lebih memilih untuk diam serta memendam rasa, saat ini dia benar-benar di perdengarkan isi dari luapan hatinya yang terdengar cukup tulus itu.


"Dengan begini, akan saya umumkan, kalau Tuan Vatler dan Nyonya Risyella resmi untuk menjadi sepasang suami istri."


Dan suara tepuk tangan itu langsung memecah keheningan.


'Apakah dia benar-benar akan menciumku?' Risyella sudah menelan salivanya sendiri.


Sedangkan Vatler sudah menatap Risyella dengan cukup lekat, dan di tambah Vatler akhirnya mulai sedikit membungkuk ke arah Risyella.


Semua itu dia lakukan agar dia bisa menyamai ketinggian Risyella.


Melihat Vatler sudah mulai membungkukkan tubuhnya ke arahnya, dan di tambah Vatler saat ini mulai mendekatkan wajahnya kearahnya, maka Risyella yang sangat malu dan tidak kuat menahan godaan dari wajah pria yang sudah menjadi suaminya itu, baginya sangatlah tampan, membuat sepasang matanya segera dia pejamkan dengan cukup rapat.


Sampai apa yang Risyella dapat, itu adalah sesuatu yang cukup mengejutkan untuk Risyella sendiri.


*

__ADS_1


*


*


Ketika jarak wajah diantara mereka berdua hampir menghilang semuanya, satu bisikan kecil tiba-tiba saja datang menghampiri.


"Risyella, aku memang bersyukur karena kamu mau menikah denganku. Tapi apakah kamu tidak masalah karena aku benar-benar tidak bisa memberikanmu hati ini kepadamu?" Bisik Vatler tepat di samping telinga Risyella persis.


Risyella menoleh ke samping kiri, dimana wajah suaminya itu saat ini ada di sampingnya persis. Sehingga karena posisi kepala Vatler membelakangi mereka semua, yaitu para tamu undangan, maka jadi terlihat seperti sedang berciuman persis, padahal kenyataannya adalah mereka berdua saat ini hanya sedang bertatap mata.


Tapi apa balasan atas ucapan yang Vatler katakan tadi? Itu adalah sebuah senyuman yang lembut.


Risyella meraih wajah Vatler, dan saat itulah Risyella menjawab. "Dari awal aku juga sudah tahu, kalau aku hanya bisa memiliki cinta sepihak saja. Tapi sayangnya....entah kenapa aku tidak mempermasalahkan posisimu itu."


"..............."


Karena sudah mengungkapkan perasaannya itu, dan dikarenakan Vatler saat ini adalah suaminya sendiri, maka dengan berani, Risyella pun menarik wajah Vatler ke arahnya, hingga kedua bibir mereka pun pada akhirnya jadi saling bertemu, dan membuat sebuah ciuman.


Walaupun bukan ciuman yang dibumbui perasaan yang sama, sebab Vatler hanya diam dan memberikan kebebasan kepada Risyella untuk menciumnya, tapi bagi mereka semua yang saat ini sedang melihatnya, itu adalah ciuman yang cukup dijadikan sebagai bekal tanda cinta dari satu pasang pengantin baru.


CKREK...CKREK.....


Robert yang tidak ingin ketinggalan dengan pemandangan yang sanga memanjakan mata itu, segera mengambil gambar sebanyak mungkin.


Setiap detik, pasti akan tertangkap kamera.

__ADS_1


__ADS_2