Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler

Istri Pembelenggu Hati Tuan Vatler
135 : IPHTV : Merenung atas kesalahannya


__ADS_3

Setelah Risyella berhasil mengusir beruang madu itu pergi dari kamarnya, Risyella pun menutup pintu kamarnya rapat-rapat.


Beruang madu?


Tentu saja karena Vatler terlihat seperti beruang yang cukup besar, apalagi mengingat rambut hitamnya itu cukup sama dengan salah satu beruang itu, dan terlebih lagi ketika Vatler juga terlihat suka yang manis, tetapi jika hal manis itu direbut, maka akan menjadi ganas.


Dia melakukan itu karena saat ini dia ingin sendirian.


Setelah mendapatkan pengalaman pahit di hari pertama pernikahannya, Risyella pun benar-benar ingin sendirian saja, dan tidak boleh ada satu pun yang mengganggunya?


Lagipun tidak ada orang lain selain mereka berdua, jadi hal seperti di ganggu oleh orangg lain, tidak akan pernah ada.


Sekarang....


'Aku benar-benar sendirian. Ini cukup menyakitkan, ternyata rencana lain dari pernikahan ini hanya demi mendapatkan status saja, dan setelah tiga tahun berlalu, ini akan berakhir begitu saja? Bagaimana dia bisa punya pikiran sampai seperti itu sih?


Haa..dia benar, aku terlalu polos, sampai aku hanya memandang dia sebelah mata. Karena dia punya penampilang yang lumayan, di samping beberapa hari ini dia memberikanku cukup perhatian yang menggugah hatiku, aku jadi merasa dia itu baik, sekalipun aku sering kali di tinggal dan dibuat menunggu.


Tapi yang kali ini, dia cukup keterlaluan. Dia membuat pernikahan ini sebagai mainannya?'


Memikirkan hal itu, Risyella langsung terduduk di lantai, meringkuk untuk memeluk lututnya dan membenamkan wajahnya dalam isak tangis yang tidak akan bisa terdengar oleh siapapun.


"Hiks...hiks....Vatler...kenapa pernikahan yang aku pikir akan terus berlangsung cukup lama, ternyata adalah alat untuk permainanmu?" Gerutu Risyella di dalam isak tangis yang sedang dia lakukan dalam diam.


JDERR....


Dan hujan deras serta pertir yang terus saja berdentum cukup keras itu menjadi saksi bisu atas langit yang melihat para makhluk hidup menjalani drama mereka dengan kisah pahit dan manis mereka semua.


Dan kali ini, Risyella sedang menelan pahitnya hidup dalam awal pernikahannya, sebab dia dinyatakan menjadi istri kontrak yang memiliki batas sampai tiga tahun saja.


___________


Sedangkan diluar, Vatler masih berdiam diri di depan pintu kamar Risyella yang baru saja tertutup dengan cara yang cukup kasar itu.


Dia menatap dua lembar kertas kontrak yang berhasil mendapatkan tanda tangan dari Risyella langsung.


Dengan sedikit membuat ancaman, Vatler benar-benar bisa mendapatkan apa yang dia mau dengan cukup mudah.


Walaupun caranya cukup licik, karena memberikan ancaman bahwa kedua orang tua Risyella akan Vatler apa-apakan, tapi demi mendapatkan apa yang dia mau, maka itu tidak akan menjadi masalah.

__ADS_1


'Kelihatannya, dia juga tidak akan berani memberitahu Ibuku soal ini.' Benak hati Vatler, seraya memandani tandatangan milik Istrinya itu benar-benar simpel.


Karena merasa sudah mendapatkan apa yang Vatler mau, dia pun pergi menuju dapur untuk memasak.


Ya..saat ini dirinya merasa lapar.


Sekalipun sudah melakukan kesalahan yang cukup besar dan akan membuat Risyella trauma karena mendapatkan kejutan tidak terduga di hari pertama pernikahan mereka berdua tadi, bukan berarti dengan begitu Vatler akan mengbaikan posisinya sebagai Suami.


Dia akan melakukannya, berperan sebagai Suami dalam kondisi tertentu saja. Dan kali ini yang akan dia lakukan adalah melayani istrinya yang pastinya sedang merengek nangis itu untuk makan malam.


*


*


*


"Ris..." Panggil Vatler, tanpa merasa bersalah sedikitpun atas perbuatannya yang dia lakukan beberapa waktu lalu kepada Risyella.


Tok...Tok...Tok.....


"Aku sudah membuatkanmu makanan, mkan ini, aku taruh di meja makan." Tanpa kata panjang lagi, Vatler pergi meninggalkannya.


Demi menghilangkan kesedihannya yang tidak akan berguna itu, Risyella memilih berendam diri untuk mneghangatkan tubuhnya yang rasanya dingin itu.


Dan tentu saja dia mendengar ucapannya Vatler yang ternyata sudah membuatkannya makanan?


'Aku sudah makan tangisanku sendiri, aku sudah tidak lapar lagi.' kata hati Risyella seraya menyandarkan tubuhnya di teli bathtup dan meletakkan kepalanya di atas tumpukan satu handuk yang dia letakkan di belakang leherya persis agar tidak sakit.


Sampai waktu terus berlalu, dimana Risyella akhirnya tertidur di dalam bathtup.


______________


Esok paginya.


Seperti biasanya, kegiatan dari pria berbadan atletis itu setelah bangun pukul empat pagi, dia akan berolahraga untuk memmbuat tubuhnya tetap sehat juga bugar. Dia setidaknya akan berlari mengelilingi Villa miliknya sampai lima putaran lebih.


DRAP.....DRAP......DRAP.......


Setelah hujan yang terjadi malam tadi, maka udara yang ada di sekitarnya pun jadi lebih segar. Apalagi di tambah dengan lokasi tempat tinggalnya itu cukup berjauhan dengan pusat kota, maka saat ini tidak akan adanya yang namanya kebisingan.

__ADS_1


Semuanya tenang, dan damai.


"Hah....hah....hahh...." Dengan ekspresi yang terbilang cukup bsia di tahan karena mampu mempertahankan waut wajahnya agar tidak membuat ekspresi lain selain datar, Vatler terus melakukan aktivitas fisiknya.


Pip...pip....pip.....


Dan sedari tadi, suara alarm yang berasal dari jam tangan milik Vatler menjadi pengingatnya, kalau sekarang detak jantungnya benar-benar cukup cepat.


Tapi dari pada itu, ternyata waktu yang dia lakukan untuk berlari, sudah terbuang sebanyak satu setu jam, dan pagi hari dimana mentari pagi itu sduah mulai muncul dari arah timur.


'Aku sudahi dulu latihanku.' Vatler kemudian memperlahankan larinya, dan berakhir dengan berhenti di depan rumah persis.


Setelah itu, dia pun melakukan pendinginan pada badannya, dengan membuat gerakan ringan pada badannya yang sudah cukup berkeringat itu.


'Hahh...terpaksa aku akan memakai hari cutiku sampai habis.' pikirnya, karena Vatler memang merasa perlu istirahat lebih mengingat banyak kejadian yang Vatler dapatkan dalam beberapa hari ini.


Lalu, saat sudah melakukan gerakan pendinginan pada tubuhnya, Vatler pun pergi masuk kedalam rumah.


Vatler tentu saja celingukan melihat ke sekelilingnya, namun sayangnya orang yang diharapkannya, yaitu Risyella untuk menampakkan dirinya di depannya, ternyata tidak terjadi.


Saat melihat ke atas meja makan, dia pun masih melihat makanan yang ada di atas piring, benar-benar masih utuh.


'Dia tidak mau makan? Apa dia sampai sebegitunya memikirkan surat kontrak itu? Padahal itu hanya untuk jaga-jaga saja, agar baik dia dan aku bisa punya privasi masing-masing. Apakah aku seketerlaluan itu terhadapnya. Dia memang bodoh, tapi kenapa dia sebodoh ini sampai tidak mau makan?'


Vatler yang tidak begitu mengerti perasaan wanita itu, hanya bisa berpikiran secara rasional, kalau tubuh tidak boleh tidak makan.


Karena Vatller punya pemikiran yang seperti itu, dia pun memasak lagi untuk sarapan pagi. Dan seperti yang dilakukannya saat malam tadi, dia pun memberitahu Risyella lagi untuk makan.


"Ris...waktunya sarapan," Dan lagi-lagi keheningan yang terjadi di dalam kamar yang dihuni oleh Risyella membuat Vatler penasaran, sampai tahap mana wanita itu akan merenung di dalam kamar terus?


Tok...Tok...Tok...


Vatler pertama-tama mengetuk pintunya lebih dulu, tetapi karena lagi-lagi tidak mendapatkan sahutan sama sekali, maka dia sebagai pemilik rumah, sekaligus orang yang bertanggung jawab atas diri Risyella itu, dia pun membuka pintu itu dengan menggunakan kunci cadangan.


KLEK....


Satu hal pertama yang dia lihat saat ini adalah kamar yang tetap menyala, serta tempat tidur yang masih rapi.


Yang kedua adalah, lampu kamar mandi yang sebenarnya masih menyala.

__ADS_1


"Ris...apa kamu mau seperti ini terus? Dengarkan aku, jika kamu tidak makan, siapa yang akan susah?" Vatler tiba-tiba mengerutkan keningnya. 'Kenapa aku berkata begitu?'


__ADS_2