Jembatan Dosa

Jembatan Dosa
Berusaha Membawamu Pulang


__ADS_3

...Kau tidak perlu menundukkan kepala...


...Kau Hanya perlu memiliki hati yang peduli pada orang lain...


...Kau tidak perlu menundukkan kepala...


...Kau Hanya perlu memiliki hati yang peduli pada orang lain...


Brian dan Rey sudah berada didalam kapal. Kapal pesiar ini cukup besar, mungkin ada sekitar seratus lima puluh orang disini. Brian mencari-cari keberadaan Bella disini, namun ia sama sekali tak menemukannya.


"Bagaimana ini?" Tanya Rey pada Brian ia juga dibuat pusing rasanya.


Pasalnya kapal tidak seperti pesawat. Dalam pesawat kita hanya disediakan tempat duduk dan kelas. Namun ini kapal, mereka memiliki kamar. Penumpang akan menetap didalam kamar sesuai dengan nomor tiket mereka.


"Sial!" Umpat Brian rasanya tak karuan saat ini.


Lima menit lagi kapal mereka akan segera berangkat.


"Tuan?" Tanya Rey lagi pada Brian. Biasanya Tuannya ini akan memiliki banyak ide brilian.


Ke khawatirannya pada Bella membuat Brian bahkan tak mampu berpikir jernih saat ini. Ia begitu takut, Reiner akan berbuat macam-macam dengan istrinya itu.


"Rey, coba periksa data kapal ini! Cari tau ada berapa kamar yang disediakan disini?" Perintah Brian pada Rey disampingnya.


"Baik Tetua!" Jawab Rey bergegas pergi meninggalkan Brian.


Berputar-putar didalam kapal pesiar tanpa tau tujuan sama saja membuang waktu. Brian mendekati salah seorang petugas disana, sebelum kemari ia memiliki foto Reiner. Itu ia dapatkan dari Themo dan Rey saat mereka ditugaskan olehnya untuk mengintai Bella.


"Tuan, apakah saya boleh bertanya?" Ucap Brian pada salah satu petugas laki-laki.


"Ya Tuan, tentu saja! Apa yang bisa saya bantu disini?" Petugas itu balik bertanya dengan nada ramah.


"Apa kau melihat pria ini? Aku sedang mencarinya sebab koperku ada padanya, aku menitipkannya tadi. Aku takut dia pencuri disini, bisa tolong temukan Tuan?" Ucap Brian seraya menunjukkan foto Reiner disana.

__ADS_1


Petugas itu sedikit terkejut. Bagaimana bisa ada pencurian di kapal Pesiar semewah ini.


"Boleh ku tau siapa namanya Tuan?" Tanya petugas itu lagi, namun disana Brian menggeleng.


"Bagaimana saya tau Tuan? Saya disini, tadi sedang ingin pergi ke toilet. Barang bawaan saya cukup berharga, itu menyangkut hidup dan matiku. Karena dia berada disebelahku, itulah mengapa aku menitipkannya. Hanya sebentar, namun nyatanya pria itu pergi setelah aku keluar dari dalam toilet. Mohon beri aku kebijakan fasilitas kapal ini!"


Brian berusaha meyakinkan petugas itu.


"Lantas darimana kau dapatkan fotonya jika kalian baru saja saling mengenal!"


Brian tersenyum mendengar itu, petugas ini cukup waspada dan teliti. Beruntungnya sebelum kemari, lencana Stevan ia ambil begitu saja.


Dari dalam sakunya Brian menunjukkan lencana resmi mata-mata Perancis. Petugas kapal itu seketika tercengang, sekarang ia tau masalah Brian ini serius. Petugas itu mengatupkan kedua tangannya seraya meminta maaf.


"Maafkan aku Tuan, tetapi memang kami harus waspada pada tiap penumpang. Aku tidak tau bahwa kau salah satu aparat negara yang paling penting. Mari ikut aku ke ruangan CCTV, barangkali disana anda menemukan sesuatu." Ucap Petugas itu.


Bahagia rasanya, seperti mendapatkan tiket Lotre. Brian mengekori petugas itu, langkah mereka mengarah ke suatu tempat. Kali ini Brian berdiri tepat dihadapan pintu ruangan berwarna putih.


"Ini adalah ruangan CCTV kami Tuan! Kami mengontrol segala inci kapal kecuali kamar melalui ini. Didalam ada tiga orang pemantau, kau bisa masuk tunjukkan saja lencamu. Mereka pasti akan mengikuti perintahmu." Jelas Petugas itu.


Klekkk


Ketika petugas itu pergi, Brian mulai membuka pintu ruangan itu. Terlihat disana tiga orang manusia langsung menatapnya. Mereka menatap aneh ke arah Brian, sebab Brian buka salah satu pegawai kapal.


"Anda siapa?" Tanya salah satu pria disana.


"Aku Agen CIA!" Ucap Brian sambil menunjukkan lencana Stevan.


Ketiga pria disan saling tatap sekilas lalu kembali menatap ke arah Brian di ambang pintu.


"Silahkan masuk Tuan, ada perlu apa?" Tanya salah satu dari mereka.


"Tolong tunjukkan padaku rekaman masuknya para penumpang kemari hari ini. Sebab ada buronan, membawa barang penting milik negara disini. Dia menyusup, ilegal, dengan tiket yang juga ilegal." Jelas Brian.

__ADS_1


Perkataan itu sekejap membuat salah satu pria disana mulai sibuk dengan keyboard nya. Ia mengotak atik layar pemantaunya.


Klikkkk


"Sudah Tuan, silahkan anda lihat!" Ucap salah seorang pria itu.


Brian mendekati layar komputer pria itu. Jeli netranya mulai memperhatikan tiap manusia yang masuk kedalam kapal yang ia tumpangi. Tibalah netranya menemukan dimana saat itu, Reiner sedang menggendong Bella.


"Berhenti!" Ucap Brian. Pria itu menjedanya, Brian memperhatikan dengan seksama. Gambar disana sedikit buram.


"Bisa kau perjelas sedikit bagian ini?" Brian kembali memerintah pria dihadapannya itu.


Pria itu menuruti apa yang Brian katakan. Ia mulai memperjelas gambar dalam layar komputernya. Tembakan Brian benar, itu adalah Reiner.


"Pria ini, di menculik istri seorang Pengusaha kata di Perancis. Kalian tau Kaneki Corps?" Tanya Brian pada mereka.


Sebuah nama perusahaan besar di Perancis disebutkan. Mereka yang berada di kapal ini adalah orang-orang Perancis. Tentu saja mereka mengenal siapakah pemilik perusahaan berlian terbesar ketiga di Perancis itu.


"Perusahaan milik mantan mafia itu! Mereka sudah banyak membantu Perancis. Jalur udara kami, juga jalur laut kami. Perdagangan juga segala ekonominya, mereka ikut serta. Tentu saja kami tau itu!" Jawab salah satu pria disana.


Brian tersenyum, sepertinya kemenangan berada dipihaknya kali ini. Tanpa membuang waktu lama. Brian mulai menjelaskan pada mereka bahwa ia harus menangkap Reiner disini.


Ketiga pria disana menyetujuinya. Pada akhirnya mereka memberikan data-data penumpang, namun rupanya data Reiner tak ada disini. Tandanya Pria itu masuk secara ilegal sama sepertinya.


Namun ada harapan bagi Brian disini. Bella dibawa masuk ke dalam kamar area kabin F. Dimana area itu terletak di lantai tiga kapal ini. Para pemantau itu mengatakan ada sekitar lima puluh kamar di kabin itu.


Brian mengangguk, ia pun segera keluar dari dalam ruang pemantau. Sambil berjalan menuju kabin F, Brian berulang kali menghubungi Rey.


"Tunggu aku sayang, aku pasti akan membawamu pulang! Tidak akan kubiarkan, bedebah gila itu menyentuhmu. Tubuhmu hanya milikku begitupun dengan hatimu!" Lirih Brian.


Rasanya kedua tangannya sudah tidak sabar menghajar Reiner disini. Ia harus menunjukkan pada Reiner, bahwa Bella adalah miliknya. Menyentuh kepunyaannya artinya ia menantang Brian disini.


...Di masa lalu dan masa kini, aku harus berubah, atau tidak akan ada yang berubah...

__ADS_1


...Aku sangat mencintainya sehingga aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan dengan diriku sendiri...


__ADS_2