Jembatan Dosa

Jembatan Dosa
Siapa Kau? #1


__ADS_3

Pembicaraan semalam bersama dengan Bella membuat Sienna saat ini yakin, bahwa ia akan menemui ibu kandungnya.


Bella juga mengatakan padanya bahwa Sienna tidak akan sendiri. Akan ada beberapa bodyguard nya yang akan mengawasinya.


Sienna sudah menelpon orang yang kemarin ia temui. Disana Sienna mengatakan bersedia dan ingin menemui ibu kandungnya.


Orang itu pun mengatakan pada Sienna bahwa tempat pertemuannya masih sama. Dan ketika pulang ia akan datang kesana menjemputnya.


Saat ini masih jam istirahat dan Sienna seperti biasa ia akan berada di kantin bersama dengan Gelanda teman dekatnya.


Disana ia sama sekali tak melihat keberadaan Percy dan Petra. Biasanya mereka akan berada di kantin Sienna. Sebab roti kentang disana adalah yang terenak disini.


"Aku tidak melihat kedua saudaraku!" Ucap Sienna sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah.


Gelanda yang sedang mengunyah makanannya pun juga memperhatikan itu. Rasanya hampir setiap hari mereka melihat keberadaan Percy dan Petra namun hari ini mereka sama sekali tak menemukan barang hidung mereka.


"Kira-kira dimana mereka?" Tanya Gelanda padanya.


"Entahlah..." Jawab Sienna pasrah.


"Memangnya kau ada apa mencari mereka?" Tanya Gelanda pada Sienna.


"Ini masalah keluarga, kau tidak boleh tau!" Jawab Sienna padanya.


Gelanda mendengus kesal mendengar jawaban yang Sienna lontarkan. Akibatnya ia kembali fokus pada makanannya.


Sienna meraih ponsel miliknya di saku. Lalu menghubungi Percy disana. Ketika ia mengetuk satu pesan rupanya ponsel Percy sedang mati.


Beralih lah Sienna ke Petra kemudian. Disana ia juga mengirimi Petra pesan. Beruntungnya ia Petra sedang online rupanya.


Sienna pun memutuskan untuk menelponnya. Sebab pesan singkat yang ia kirim sama sekali tidak di balas oleh Petra.


"Hallo Petra, kau dimana?" Tanya Sienna mengawali pembicaraan.


"Ya Sien, aku sedang berada di auditorium."


"Kau sedang apa disana?"


"Mengantar Percy mendekati murid baru pindahan."


"Astaga, itukah alasan mengapa ponselnya mati?"

__ADS_1


"Ya, sepertinya begitu! Jadi, ada apa?"


"Aku akan ke tempatmu sekarang. Ini tidak bisa di bicarakan di sembarang tempat. Sebab ini rahasia!"


"Ahh.. baiklah, kami akan menunggumu datang ya!"


"Ya.."


Tutttttt


Ketika panggilan itu berakhir. Sienna pun memutuskan untuk pergi meninggalkan Gelanda seorang diri disana.


"Sien, ini belum habis!" Teriak Gelanda padanya.


"Habiskan saja, aku sudah cukup kenyang!" Jawab Sienna pergi sambil melambaikan tangannya.


Gelanda mendengus kesal mendengar itu. Sambil menatap kepergian Sienna yang semakin menjauh Gelanda pun juga pergi dari sana.


Sienna setengah berlari menuju auditorium. Sebab lima belas menit lagi bel masuk akan segera berbunyi.


Tibalah Sienna di depan pintu masuknya. Ketika membukanya auditorium kosong. Hanya ada tiga orang disana. Percy, Petra dan seorang gadis cantik keturunan Vietnam sepertinya.


"Hai, Sienna!" Sapa Petra padanya.


"Aku tidak mengundangnya! Dia kemari sebab ingin membicarakan sesuatu." Jawab Petra jujur.


"Tresya, aku akan menemuimu lagi nanti ya! Akan ku ajarkan padamu bahasa Perancis. Juga beberapa tempat-tempat di Perancis yang menyenangkan." Ucap Percy pada gadis bernama Tresya.


"Baiklah, terima kasih ya Percy!" Jawab Tresya lali pergi melambaikan tangannya ke arah Percy.


"Cantik sekali dia!" Puji Sienna sambil menatap kepergiannya.


"Dia memang cantik! Oke, Sienna karena kau sudah mengganggu kencanku jadi katakan padaku ada keperluan apa?" Tanya Percy padanya.


Sienna mengangguk mendengar itu. Lalu ia mengeluarkan sebuah ponsel dari dalam sakunya. Itu bukan ponsel miliknya. Itu adalah ponsel yang di berikan Mommy nya padanya sebelum pergi.


"Mommy berpesan padaku untuk menyerahkan ini pada kalian! Ia bilang kalian akan tau apa ini fungsinya. Sebab aku akan pergi menemui seseorang setelah ini!" Jelas Sienna padanya.


Petra dan Percy menatap sejenak ponsel itu. Itu bukan ponsel biasa. Alat mata-mata. Dimana ponsel itu nantinya mampu melacak keberadaan Siena.


"Wahhh sepertinya akan ada kejadian seru sebentar lagi!" Puji Percy mengambil ponsel itu dan memandanginya.

__ADS_1


"Jika Bibi Bella sampai berbuat demikian. Mungkin sesuatu yang akan kau temui akan membahayakan nyawamu!" Jelas Petra pada Sienna.


"Tidak, aku sudah tau semuanya. Perihal diriku yang bukan anaknya."


"Huh!"


Baik Petra dan Percy keduanya terkejut mendengar itu.


"Darimana kau tau itu?" Tanya Petra padanya.


"Ada sebuah surat datang dalam kamarku menjelaskan segalanya. Lalu kemarin aku menemui seseorang di belakang sekolah. Orang itu tau segalanya tentang ibuku lalu mengajakku bertemu dengannya. Semalam aku berbicara serius dengan Mommy perihal ini. Dan dia mengijinkan ku menemuinya, dia juga memberiku alat itu." Jelas Sienna pada mereka.


"Bibi menyadap ponselmu!" Jawab Percy.


Tingg


Tingg


Suara bel masuk sudah berbunyi. Pembicaraan mereka pun terhenti. Petra menatap Sienna lalu mengangguk menepuk pelan bahunya.


"Semoga kau baik-baik saja! Kami akan berusaha membantumu!" Ucap Petra padanya.


Sienna tersenyum ke arah mereka lalu memutuskan untuk segera pergi dari sana mengikuti pelajaran selanjutnya.


___________


Bella sudah berada tak jauh dari sekolah Sienna. Ia sengaja memakai mobil biasa agar tidak terlalu mencolok. Biasanya ia akan menggunakan mobil Ferrari atau Limosin.


Tetapi, tidak hari ini. Ia ingin menyamar sambil memantau. Putrinya sedang dalam bahaya. Dan dia harus menjaganya. Sebab ia tidak tau siapakah lawan mereka kali ini.


Siapa yang datang dalam keluarga bahagianya, membawa lagi benalu disana? Bella harus memastikan dulu, siapa lawannya kali ini?


Lama menunggu disana, sebuah mobil sport berwarna merah berhenti di hadapannya.


Beruntungnya kaca mobil miliknya ini dari luar terlihat petang. Dari dalam mobil Bella memperhatikan orang itu.


Seorang wanita keluar dari dalam sana. Pakaiannya sungguh elegan bak orang berpendidikan tinggi.


Wanita itu berkacamata hitam. Dengan rambut hitam sebahu. Wanita itu berjalan masuk ke dalam sekolah Sienna.


Penjaga sekolah itu dengan mudahnya memperbolehkan wanita itu masuk ke dalam.

__ADS_1


Sepuluh menit lagi Sienna akan pulang. Bella pun memutuskan untuk tetap disana dan menunggu. Tak lupa dari dalam iPad miliknya ia memantau pergerakan Sienna. Rupanya anaknya itu masih di dalam sekolah.


__ADS_2