
...Masalah beda dan saling membedakan dalam rumah tangga akan selalu ada...
...Bijaklah dan adillah dalam menyikapi tiap masalah...
Kedatangan surat itu membuat Sienna sama sekali tak tenang. Sebagian hatinya percaya namun sebagian lagi tidak. Merasakan kasih sayang Bella sebagai Mommy nya baginya itu bukan perasaan seorang ibu tiri. Bella begitu sangat menyayanginya.
Bahkan Bella dan Prince saja menentang Daddy nya, karena berlaku tak adil padanya. Mereka berdua adalah hal paling berharga yang Sienna miliki. Lantas jika memang Sienna bukan anak Bella lalu mengapa ia tinggal disana bersama dengan Bella. Apakah ia ini anak adopsi?
Sienna saat ini sedang duduk di kantin sendiri. Teman sebangkunya Gelanda, biasanya akan ada disini menemaninya. Namun Gelanda hari ini tidak masuk. Akibatnya demi mengusir rasa lapar pada akhirnya Sienna pun pergi sendiri ke kantin.
Ketika sedang di kantin sambil merenungi hal itu. Sienna tidak menyadari keberadaan Petra disana. Petra bersama dengan Percy sengaja datang ke kantin Sienna. Sebab disini ada penjual roti kentang yang lezat kesukaan mereka.
Percy yang sibuk mengantri demi adiknya yang lumpuh. Sedangkan Petra ia duduk menunggu kakaknya Percy selesai.
Ketika Percy mengedarkan pandangannya. Netranya tak sengaja melihat ke arah Sienna. Gadis kecil yang duduk dengan rambut sebahu yang terurai itu seperti menyimpan sesuatu.
"Kakak!" Panggil Petra pada Percy yang mengantri.
"Ada apa?" Tanya Percy menoleh ke arahnya.
"Itu Sienna, bagaimana jika kita makan bersamanya? Aku akan kesana ya!" Ucap Petra padanya sambil menunjuk ke arah Sienna berada.
Percy melihat sejenak keberadaan Sienna, pada akhirnya satu anggukan Percy berikan pada adiknya. Melihat itu, Petra sambil tertatih bersama tongkatnya ia berjalan menghampiri Sienna yang sendiri disana.
Brakkkkk
Gebrakan pelan dari Petra membuat lamunan Sienna tersadar. Saat itu, Petra sudah duduk di hadapannya sambil menopang dagunya menatapnya.
"Ada apa dengan adiknya Prince ini?" Tanya Petra bergurau.
"Aku tidak apa!" Jawab Sienna sambil memakan kembali makanannya.
Petra memperhatikan itu. Makanan yang Sienna pesan sudah tidak berasap. Yang artinya makanan itu sudah dingin.
"Sepertinya sesuatu yang kau lakukan cukup serius ya? Terlihat jela sup mu sampai menjadi dingin."
Jelas Petra tersenyum, Sienna menghentikan makannya lalu tersenyum.
"Entah itu kau ataupun kakak ku, kalian berdua sama-sama tau jika aku sedang dalam masalah." Ucap Sienna padanya.
"Kau lupa ya, kita ini keturunan dari mereka orang-orang cerdas." Ucap Petra mengingatkan kembali Sienna perihal orang tua mereka.
Mendengar itu senyum Sienna luntur seketika. Ia menatap ke arah Petra serius kali ini.
"Ada apa dengan tatapanmu Sienna? Mengapa mendadak berubah?" Tanya Petra mengkoreksi apa yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Prince, aku perlu menanyakan satu hal padamu. Apakah kau bersedia menjawabnya dengan jujur untukku?" Tanya Sienna padanya.
Petra menaikkan salah satu alisnya. Raut wajah serius itu bahkan membuat nya takut sekarang. Aura intimidasinya begitu kuat sekali bagi seorang gadis kecil.
Petra tau satu hal, Sienna ini menyimpan kharisma Pamannya, Brian. Dan wajah mereka benar-benar mirip. Hanya saja Surai mereka tak sama.
"Katakan, apa yang ingin kau tanyakan padaku?"
Tanya Petra padanya, Sienna mengangguk.
"Petra, apakah menurutmu selama ini Daddy ku membedakan diriku dan kakak ku Prince? Jika aku merasa begitu apakah salah?"
Tanya Sienna padanya. Petra terkejut mendengar itu. Bahkan Petra, Percy dan Prince sudah mengetahui bahwa Sienna bukanlah anak sah dari Brian dan Bella.
Menurut apa yang Eddie katakan Sienna adalah anak hasil konspirasi jebakan untuk Brian saat itu. Dimana ibu Sienna sangat mencintai Brian sedangkan Brian tidak. Brian saat itu sudah memiliki Bella dengan Prince di dalam rahim nya.
"Sienna, mengapa kau menanyakan hal ini tiba-tiba?" Tanya Petra padanya.
"Kenapa? Aku menanyakan apa yang aku rasakan disini." Jawab Sienna padanya.
Mereka berdua saling tatap. Percy yang baru saja datang dengan kue kentang di kedua tangannya bingung melihat apa yang terjadi di hadapannya itu.
Bahkan tatapan mereka sama sekali tak buyar ketika Percy berada tepat di hadapan mereka.
"Kalian sedang apa?" Tanya Percy pada mereka.
"Wah kau dapat?" Tanya Petra pada kakaknya.
Percy mengangguk mengiyakan apa yang Petra katakan. Kemudian ia menyodorkan roti nya ke arah Petra. Petra mengambil roti itu lalu, Percy duduk di samping Petra.
Mereka bertiga sama-sama menikmati makanannya. Ketika gigitan terakhir itu usai. Percy tersenyum lalu menunduk. Sebenarnya sejak tadi ia tau apa yang sedang Sienna dan Petra bahas disana.
"Mau kau bukan anak dari Bibi Bella atau bukan. Kau tetap bagian dari kami, kau memiliki darah Ayahmu. Kau, juga saudara kami. Mungkin tidak terlalu banyak yang menganggap mu begitu termasuk Daddy ku dan Daddy mu sendiri. Namun juga masih banyak orang yang menerima mu juga menyayangimu. Siapapun yang mengatakan kebenaran ini padamu, dia bukan orang baik, Sienna!"
Ucap Percy ketika Sienna hendak meninggalkannya. Hal itu membuat Sienna tertegun sekaligus tersentuh. Masih ada orang yang peduli padanya.
"Ayo Petra!" Ajak Percy berdiri lalu membantu adiknya ikut berdiri.
Ketika keduanya sama-sama berdiri mereka tersenyum ke arah Sienna.
"Kau tetap keluarga kami, Sienna! Itulah yang Mommy ajarkan padaku dan Petra." Ucap Percy.
Usai mengatakan itu keduanya pun pergi dari sana. Sungguh berwibawa sekali anak paman Eddie itu.
Namun jika hal itu benar, maka Sienna harus tau siapa ibu kandungnya sebenarnya. Dan dimana keberadaannya saat ini?
__ADS_1
Pelajaran sebentar lagi dimulai, sudah saat nya bagi Sienna untuk kembali ke kelasnya. Sienna pun berlalu dari sana pergi kembali masuk ke dalam kelasnya.
__________
Sembari menunggu kepulangan Sienna saat ini Annie sedang mengunjungi sel Tasya. Di dalam ia menceritakan pada Tasya perihal surat yang sudah ia berikan pada Sienna.
Terlihat Tasya nampak sangat bahagia disana. Pada akhirnya racun yang ia rencanakan sudah menyebar perlahan dalam keluarga Brian.
Dalam hatinya ia berharap bahwa masalah ini akan menimbulkan perpecahan atau pertengkaran besar yang terjadi antara Sienna dan Brian.
Hal itu harus terjadi. Sebab hancurnya mereka adalah kebahagiaan terbesar bagi Tasya. Kebahagian yang bahkan rasanya akan sulit untuk di jelaskan.
"Kenapa kau tak berhenti tertawa? Sudah cukup, tawamu itu berlebihan!" Ucap Annie padanya.
"Annie, terima kasih berkat dirimu pada akhirnya aku akan bertemu anakku. Jadi kapan kau akan membawanya kemari?" Tanya Tasya padanya.
"Entahlah, mungkin dal waktu dekat ini! Sudah kau doakan saja agar secepatnya ku bawa ia kemari menemuimu. Kali ini tahap pertamanya adalah meyakinkan dia. Mungkin besok aku akan membawanya menemuimu!" Ucap Annie menjelaskan.
Tasya mengangguk mendengar itu. Sungguh ia benar-benar tak sabar rasanya. Adalah hal yang sudah lama ia tunggu sampai saat ini.
Selain bertujuan menghancurkan Bella lagi. Disini hati kecilnya juga ada hasrat ingin bertemu dengan putrinya. Yang dipisahkan lama darinya.
Tasya ingin dengan kedua tangannya ia menyentuh wajah Sienna. Tasya ingin untuk pertama kalinya mendengar suara anaknya. Tasya ingin sekali bertemu dengannya sungguh.
"Lalu bagaimana dengan kondisi anak mereka? Prince?" Tanya Tasya.
"Anak mereka semakin membaik!" Jawab Annie.
"Kenapa tidak kau buat mati saja dia?" Tanya Tasya padannya.
Hal itu membuat Annie sontak memicingkan kedua matanya ke arah Sienna. Sungguh ia benci sekali terhadap apa yang Tasya katakan.
"Kau sadar? Urusanmu hanya pada Brian dan Bella, jangan bawa-bawa anak mereka disini. Sebab mereka tidak berdosa!" Jelas Annie.
Kebaikan hati yang masih ada dalam dirinya membuat Tasya muak sungguh. Namun tanpa adanya Annie, ini tidak akan terjadi. Tasya memutuskan untuk mengalah saja.
"Baiklah kau benar! Aku akan menerima segala rencanamu Annie." Ucap Tasya padanya.
Annie mengangguk sejenak ia memperhatikan arlojinya. Sudah saatnya baginya untuk beraksi disini.
"Sudah waktunya!" Ucap Annie padanya.
"Baiklah, semoga berhasil sebab aku menantikannya!"
Ucap Tasya, Annie mengangguk mendengar itu. Segera ia bangkit dari duduknya lalu berjalan keluar.
__ADS_1
Sebuah rencana untuk meyakinkan Sienna harus berhasil saat ini. Sebab itu penting demi membawanya untuk mau datang menemui Ibu kandungnya. Bagaimana pun caranya Sienna harus percaya, sebab memang begitu kenyataanya.