
...Yang terpenting dalam sebuah perang adalah menyerang strategi musuh...
Reiner menatap tajam ke arah Bella sungguh ia sangat membenci wanita ini saat ini. Padahal seperti yang kita tahu dulu dia sangat mencintai Bela awalnya.
Perasaannya hilang begitu saja ketika Eddie membuatnya bangkrut. Harta Bendanya sudah tak ada. Saat ini jika dibandingkan dengan Brian dan Edi rasanya Rainer sama sekali tidak pantas untuk bersaing dengan mereka.
Angela benar-benar tidak habis pikir. Mengapa Bella berani melakukan ini, padahal Bella tahu sendiri bahwa dia sedang mengandung saat ini. Nyawa yang saat ini sedang bersemayam dalam perutnya, adalah penerus dari Kaneki korps.
Reiner menatap benci ke arah Bella sungguh ia ingin murka saja rasanya.
"Apa yang sedang kau lakukan Reiner berani sekali kau menyentuhnya. Apakah kau lupa Siapakah yang sedang kau tangkap ini?"
Ucap Bella, Reiner tertawa mendengar itu. Ketika sedang terdesak saja bila masih berani mengancamnya. Iku semacam ini mengingatkannya kembali pada perilaku Edie padanya.
"Rupanya sifat semacam ini adalah karakter kalian! Memuakkan karena kalian diliputi kekuasaan kalian menganggap remeh apa yang ada di bawah kalian. Bahkan saat itu bedebah itu mengatakan padaku bahwa dia adalah seekor singa. Sedangkan aku hanyalah seekor tikus, Oh sungguh betapa Sombongnya kalian!"
Geram Reiner padanya. Lah tersenyum ketika Rainer menjelaskan tentang apa yang sudah terjadi padanya. Perkataan Edi itu benar sekali Reiner hanyalah seekor tikus biasa.
Sejujurnya mereka bukanlah orang-orang yang sombong hanya saja ketika orang-orang tidak tahu diri datang kepadanya melawannya maka mereka akan menjadi buas saat itu juga.
Siapa di sini yang ingin ditindas sedemikian rupa juga disiksa sedemikian rupa tanpa adanya perlawanan. Manusia juga mudah lelah bukan lelahnya mereka mungkin akan membuat mereka menjadi liar dan itulah yang ditunjukkan Edi.
Ingin Reiner sadar bahwa Bella sudah bersuami. Sungguh muak rasanya melihat Reiner mengejar-ngejar Bela Padahal dia sendiri tahu bahwa Bella sudah memiliki Brian.
Yang paling membuat Eddie muak adalah. Ketika saat itu Reiner membawa Bella pergi dari Perancis menggunakan kapal pesiar. Kalian bisa melihat betapa lancangnya Reiner.
"Sadarlah kau ini, kau yang salah disini? Jadi jangan mera menjadi korban. Padahal petaka berulang kali datang padaku juga suamiku. Itu semua, penyebabnya adalah kalian! Tau lah malu sedikit, kalian ini masih mampu mencari pasangan lain selain diriku juga suamiku!"
Sungguh Reiner semakin naik pitam dibuatnya. Tangan kekar itu melesat ke arah Bella mencengkram rahangnya. Akibatnya Bella merasa sangat kesakitan sebab tangan itu mencengkeramnya sangat kuat.
Brian n saja tidak pernah memperlakukan dirinya semacam ini namun mengapa orang lain justru berani melakukan hal ini padanya.
__ADS_1
Bella meringis kesakitan ia berontak namun rupanya tenaganya tak cukup kuat untuk melawan Reiner. Biadab satu ini benar-benar membuatnya murka sekarang sungguh lancang sekali tangannya ini.
"Lepaskan aku! Apa yang kau lakukan?" Ujar Bella setengah meringis kesakitan.
Kedua tangannya berusaha melepas cengkraman tangan Reiner. Saat ini tangan itu berpindah tepat di antara leher Bella mencekiknya.
Rasanya Bella mulai kehabisan nafas sekarang. Angela menggila disana, ia semakin kuat memberontak. Sementara Tasya disana hanya menikmati apa yang sedang Reiner lakukan.
"Kau berani menolakku, lalu sekarang kau mengancamku, lalu menolakku lagi! Sadarlah, berapa tidak berdayanya dirimu sekarang! Ini lah akibatnya jika kau melawan Reiner!" Murka Reiner padanya.
Dukkk
Bella menendang begitu saja pusaka Reiner. Akibatnya pria itu memekik kesakitan dan sedikit mendorong Bella hingga terjatuh.
Demi Tuhan, rasanya perutnya sakit sekali. Pertama rasa sakit di rahangnya. Lalu sekarang, rasa sakit tepat di perutnya.
Tasya menghampiri Bella kali ini, wanita itu bukannya menolong justru malah menendang Bella begitu saja.
"Hmmm...hmmmmm!!!" Pekik Angela.
Dari dalam sakunya, Tasya mengeluarkan sebilah pisau. Angela membulatkan kedua matanya. Sungguh dua orang manusia disini benar-benar tidak waras.
Dorrrr
Satu tembakan tepat mengenai bahu Tasya. Tasya memekik kesakitan ketika terkena tembakan itu. Bella tau, itu adalah tembakan dari orang yang ia percaya tadi. Syukurlah, rupanya orang itu menempati janjinya.
Reiner bangkit kembali lalu menoleh kebelakang. Netranya mencoba mencari tau, timah panas dari pistol siapakah yang sudah menyakiti Tasya disini.
Reiner mengambil pistolnya lalu menodongkan itu tepat ke arah Bella. Sambil berdiri Reiner berseringai, dalam kepalanya setelah melakukan ini, ia juga akan bunuh diri.
Brian sudah mengambil segalanya miliknya. Maka saat ini, Bella juga adalah segalanya bagi Brian. Maka Reiner akan membuat Brian merasakan kehilangan hal itu. Sama seperti yang ia alami.
__ADS_1
"Aku akan membunuhmu saja! Lagi pula, jika kau tidak mampu ku miliki. Maka tidak siapapun boleh memilikimu!"
Ucapan itu membuat Bella membulatkan kedua matanya. Sorot mata Reiner itu serius. Segera dari dalam sakunya Bella mengeluarkan senjata mata-mata nya.
Sejujurnya ia benar-benar tak ingin melakukan hal ini. Namun ini genting, ini juga menyangkut hidup buah hatinya.
Dorrrr
Suara timah panas pistol itu menembus kulit punggung Reiner.
**Dorrr
Dorrr**
Dua kali tembakan itu tepat mengenai kedua kaki Reiner. Akibatnya Pria itu terjatuh, pistol yang ia pegang jatuh begitu saja. Bella pun langsung mengambil pistol itu lalu membuangnya.
Nafasnya terengah-engah sekarang, bulir-bulir keringat bercucuran. Itu adalah ekspresi menahan sakitnya. Perutnya benar-benar sakit sungguh.
Tembakan itu berasal dari Eddie, Themo dan Brian. Mereka sampai tepat waktu pada akhirnya. Bella meringkuk memegangi perutnya. Kesadarannya mulai menghilang sekarang.
Sebelum ia benar-benar kehilangan kesadarannya. Ia hanya mendengar suara langkah kaki menghampirinya. Kedua tangan menopang tubuhnya memeluknya. Lalu suara Brian yang memanggil namanya.
"Sayang... Bella.." Panggil Brian ketika Bella kehilangan kesadarannya.
Eddie melepas ikatan yang melilit tubuh Angela. Detik kemudian ketika lilitan itu terlepas. Angela berhambur ke arah Brian. Dokter cantik itu menatap lekat ke arah Bella.
Angela meminta ponsel Eddie. Dengan segera ia pun menghubungi tim medis menyuruh mereka menyiapkan satu ruang rawat VIP.
Brian membawa tubuh Bella masuk kedalam mobil lalu membawanya ke rumah sakit. Didalam mobil, Brian terus saja memeluk istrinya itu. Hatinya benar-benar kalut, ia tak ingin Bella meninggalkan nya sungguh.
Tak lupa, Angela juga memanggil beberapa ambulance. Sebab Tasya dan Reiner terluka disana. Beberapa menit ambulance pun sampai. Kedua penjahat itu di angkut ke dalam ambulance guna mendapat pertolongan pertama.
__ADS_1
Brian benar-benar merasa bersalah disini. Jika sesuatu pada Bella nya, Brian benar-benar tidak akan memaafkan Tasya juga Reiner. Bahkan Brian tidak akan memaafkan dirinya sendiri, sebab lalai dalam melindungi istrinya.
...Gagalkan kekuatan musuh, paksa dia untuk menampilkan wajah asli mereka...