Jembatan Dosa

Jembatan Dosa
Family Time 2


__ADS_3

Sudah sekitar satu jam Prince dan Sienna menunggu kedua orang tua mereka datang.


Saat ini seluruh manusia di dalam rumah itu sudah bangun. Mereka sedang berada di meja makan untuk sarapan.


Koki pagi ini adalah Nami dan Annie, juga Sienna yang saat ini membantu menyuguhkan hidangannya.


Para lelaki duduk manis di atas kursi menunggu makanan datang.


"Kau akan kemana bersama orang tuamu?" Tanya Percy pada Prince.


"Entahlah, aku juga tidak tau akan kemana? Mereka mengatakan semalam akan menjemput kami, sudah itu saja!" Jawab Prince pada Percy.


"Enak sekali kalian akan liburan sepertinya! Andai saja Mommy dan Daddy ku tidak sibuk pasti kami juga akan liburan." Jawab Petra menimpali.


"Paman Eddie juga Bibi Angela selalu sibuk ya!" Jawab Prince pada mereka.


"Jika mereka tidak sibuk, mereka tidak akan mampu membesarkan kalian sampai sebesar ini. Terkadang kita harus memaklumi kesibukan mereka!" Jelas Stevan.


Benar, apa yang dikatakan Stevan itu benar sekali. Mereka terdiam setelah mendengar apa yang Stevan katakan.


Tak beberapa lama sajian lezat sarapan pagi sudah tertera di atas meja mereka. Sienna, Nami dan Annie pun duduk.


"Sebelum makan kita berdoa dulu ya!" Ucap Nami.


Anak-anak mengangguk menanggapi itu. Stevan mulai mengatupkan tangannya memimpin doa. Ketika doa mereka usai, segera mereka pun menyantap makanannya.


Sembari mereka menyantap makanannya mereka juga bercengkerama. Membahas apa saja yang ada di dalam kepala mereka.


Sesekali Stevan menengok ke arah jam. Tepat pukul sembilan, dirinya Nami juga Annie harus ada di kantor.


Sebab berkas kasus masih banyak yang belum di selesaikan, itu membuat mereka tidak bisa bersantai sepenuhnya.


Mungkin setelah makan pagi ini selesai, Percy dan Petra akan ia pulangkan terlebih dahulu.


Ditengah acara makan pagi itu, suara klakson mobil di halaman rumah mereka membuat Stevan tersenyum. Ia tau, kakaknya Bella sudah datang.


"Itu pasti Mommy mu!" Ucap Stevan mengusap mulutnya dengan selembar tissue.


Prince tersenyum mendengar itu ia mengangguk. Ia sangat mengenali bunyi mesin mobil miliknya. Namun ia tidak beranjak dari duduknya ia masih sibuk menikmati makanannya.


"Kau tidak keluar menyambutnya?" Tanya Stevan padanya.


Namun dengan mulut yang penuh Prince menggeleng pelan. Baginya, biar saja kedua orang tua nya datang masuk ke dalam. Sienna tersenyum melihat itu.

__ADS_1


"Bukankah kakak semalam sangat merindukan Mommy? Kau bahkan menelponnya beberapa kali!" Ucap Sienna.


"Wahhh, rupanya kau manja sekali ya Prince?" Canda Percy.


Prince menaikkan salah satu alisnya sambil menatap ke arah Percy.


"Itu wajar bukan? Lagi pula aku anaknya, tak apa bagiku bersikap semacam itu asalkan tidak sampai dewasa." Jawab Prince membela dirinya sendiri.


"Aku tidak pernah menyangka itu hahaha..." Ucap Percy lagi sambil tertawa.


Melihat perdebatan anak kecil di meja makannya Stevan tersenyum. Rasanya ia kembali di ingatkan pada masa itu. Masa dahulu ketika ia masih kanak-kanak seperti mereka.


Saat itu akan ada banyak perbincangan antara Bella dan Ayahnya Drew. Mereka pasti membicarakan perihal kasus dan apalah itu. Sampai Stevan juga mengingat, ia sering sekali menyelat perkataan keduanya.


Stevan juga ingat bagaimana ia berusaha mengungguli kakaknya hingga menciptakan kekesalan. Namun sungguh, Bella jika kesal tidak akan berkepanjangan.


Pada akhirnya kakak tersayangnya itu juga akan melupakan semuanya. Masa kecil yang sangat indah bagi Stevan.


Jarang sekali melihat rumah miliknya ramai seperti ini. Beberapa tahun berlalu sejak pernikahannya dan Nami, namun mereka masih belum di karunia seorang anak.


Itulah mengapa sejak kelahiran Prince dan Sienna hingga saat ini. Mereka sangat dekat dengan keduanya. Bahkan tak jarang mereka menyebut kedua anak itu anak mereka juga.


Stevan menundukkan kepalanya. Terharu rasanya sungguh. Hatinya mendambakan seorang anak, namun jika memang itu masih belum di karunia. Maka mau apa lagi bukan? Lagi pula mereka juga sudah berusaha.


Sentuhan kecil dari istrinya itu membuat Stevan menoleh ke samping menatap ke arah istrinya yang sedang tersenyum begitu tulus ke arahnya.


"Aku tidak apa sayang, kau tenang saja! Aku hanya bahagia sekali melihat kehadiran mereka di rumah kita. Setidaknya sehari ini kita bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi orang tua." Jelas Stevan pada Nami.


Nami mengangguk kembali mereka menyantap makanannya. Dan suara langkah kaki yang masuk ke dalam mengalihkan perhatian mereka.


"Selamat pagi semuanya!" Ucap Bella riang pada penghuni rumah ini.


"Pagi!" Ucap mereka bersamaan menyambut dengan senyuman.


"Kakak!" Ucap Stevan berdiri menyambut kakaknya lalu berjalan ke arahnya dan memeluknya.


"Selamat datang, kakak sudah makan?" Tanya Stevan padanya sambil melepas pelukannya.


"Iya, aku sudah makan Stev! Ah iya, aku ada buah tangan sedikit untukmu dan Nami." Ucap Bella.


Bella menyerahkan bungkusan yang ia bawa sejak tadi pada Stevan. Dengan senang hati Stevan pun menerimanya.


"Wah kue coklat sepertinya ya?" Tanya Stevan girang.

__ADS_1


Bella mengangguk ia tau benar Stevan sangat menyukai kue coklat ini.


"Iya ini kue coklat, kau bisa memakannya dengan Nami malam nanti!" Jawab Bella padanya.


"Lalu kami Bibi?" Tanya Percy dan Petra.


Brian tersenyum mendengar itu. Anak-anak dari adiknya itu juga tak kalah menggemaskan daripada anak-anak nya.


Brian melambaikan tangannya ke arah mereka. Memberi mereka isyarat untuk mendekat ke arahnya.


Melihat itu Percy lah yang berjalan mendekati Brian. Lantas dari sakunya, Brian mengeluarkan kartu akses VIP milik Kaneki Corps.


Percy berbinar melihat itu. Dalam hatinya ia berkata, dengan ini ia bisa mengakses time zone yang ada di usaha baru Daddy nya.


"Wah Paman, benarkah kau memberi ku ini?" Tanya Percy tak percaya.


"Iya, bermainlah sepuasnya di usaha baru Daddy mu!" Ucap Brian padanya.


Percy berbalik memamerkan itu pada adiknya disana. Petra disana juga cukup senang melihatnya.


"Aku tidak bisa lama ya disini! Prince, Sienna mari kita pergi!" Ajak Bella pada kedua anaknya.


Mendengar itu, keduanya pun langsung beranjak dari duduknya. Mengambil barang-barang mereka, lalu pergi bersama Mommy dan Daddy nya.


"Kita akan kemana Daddy?" Tanya Prince pada Brian di mobil.


Brian yang sibuk menyetir pun tersenyum.


"Kita akan pergi liburan! Ini Valentine bukan? Jadi mari kita bersenang-senang!" Ucap Brian.


Sejenak Sienna dan Prince bertatapan sebentar lalu bersorak senang.


"Yeayy liburan!" Ucap keduanya senang.


"Coba tebak kita akan kemana?" Tanya Bella pada kedua anaknya.


Prince sedikit berpikir begitupun dengan Sienna. Dari kaca spion atas Bella memperhatikan kedua anaknya itu.


"Entahlah Mommy, kau bisa memberitahu kami?" Tanya Prince pada Bella.


"Kita akan ke Hawai!" Jawab Bella.


"Wahhh itu indah dan seru pastinya!" Ucap Prince.

__ADS_1


__ADS_2