
...Hidup adalah seni menggambar tanpa penghapus...
...Setiap kali kamu bisa menemukan humor...
...dalam situasi yang sulit, kamu menang...
.......
.
Brian sedang duduk di meja makan saat ini, sembari memainkan garpu dan pisau disana dengan sabar ia menunggu kehadiran Bella nya. Butuh waktu setidaknya sepuluh menit untuk sekedar mengganti bajunya, suara langkah kaki yang turun dari anak tangga menyita netranya. Bella melempar senyum pada Brian disana lalu menghampirinya dan duduk dekat dengan Brian.
"Kau lama sekali sayang." Protes Brian.
"Aku harus berdandan di depan calon suamiku bukan?" Ujar Bella, Brian tersenyum mendengar itu. Bagi Brian, berdandan atau tidaknya Bella dihadapannya itu sama saja, kecantikannya itu natural bagi Brian.
Tangan kiri Bella mulai meraih satu piring disana, sedang tangan kirinya meraih sebilah pisau memotong daging Wagyu itu dan meletakkannya di piring, lalu memberikannya pada Brian. Dengan senang hati Brian menerima itu.
"Makanlah." Ujar Bella seraya menyeruput teh hijau di cangkirnya. Brian sedikit heran pagi ini, mengapa Bella tak ikut makan.
"Kau tak makan?" Tanya Brian sembari mengiris daging Wagyu nya, Bella hanya menggeleng mendengar itu.
"Hun, itu terlalu berlemak." Jawab Bella, Brian tersenyum mendengar itu.
"Sayang, asalkan kau tak mengkonsumsinya terlalu sering itu tak apa bukan?" Ujar Brian namun tetap saja Bella menggeleng-gelengkan kepalanya seakan menolak apa yang Brian katakan.
"Tidak mau, aku benci lipatan lemak diperutku." Brian menghela nafas mendengar itu.
"Jadi kau akan makan apa?" Tanya Brian.
"Mungkin beberapa salad buah pagi ini cukup." Jawab Bella.
"Kau sudah membuatnya?" Tanya Brian, Bella mengangguk mendengar itu.
"Sudah, aku letakkan di dalam lemari es." Ujar Bella, mendengar itu Brian bangkit dari duduknya.
"Kau akan kemana?" Tanya Bella, namun Brian tak menjawab itu ia berlalu dari sana menuju dapur. Menghampiri lemari es membukanya, satu kotak salad itu ada disana Brian mengambil itu, lalu kembali ke meja makan.
"Makanlah." Suruh Brian kembali duduk dan menyodorkan satu kotak salad itu padanya.
"Nanti saja." Jawab Bella.
__ADS_1
"Kenapa susah sekali menyuruhmu makan astaga, jika kau tak makan aku juga tidak akan makan." Ujar Brian, Bella menghela nafas mendengar itu dengan terpaksa ia pun menerima kotak salad itu, membukanya.
"Selamat makan." Ujar Bella, keduanya pun makan bersama.
Beberapa menit kemudian usai sudah mereka sarapan, terlihat beberapa pelayan mereka mulai membersihkan meja makan itu.
"Hunny, kau tidak istirahat?" Tanya Bella.
"Aku ingin berenang sebentar." Jawab Brian.
"Hei kau lelah, kau bisa melakukan itu nanti setelah bangun bukan? Sekarang lebih baik kau tidur saja dulu." Ujar Bella.
"Membersihkan diri itu yang utama bukan?" Ucap Brian seraya berdiri.
"Kau mau ikut?" Tanya Brian lagi pada Bella, mendengar itu Bella berdiri.
"Tidak mau, kau mesum." Jawab Bella asal lalu beranjak dari sana, Brian tertawa mendengar itu.
"Kau mau tidur dimana setelah berenang?" Tanya Bella.
"Di kamarmu saja." Jawab Brian, Bella mengangguk mendengar itu ia pun meneruskan langkahnya menaiki anak tangga menuju kamarnya, baru beberapa langkah Brian pun teringat sesuatu sebuah kado dari Angela.
"Sayang." Panggil Brian, Bella menghentikan langkahnya lalu berbalik.
"Apa itu?" Tanya Bella heran seraya memperhatikan kotak itu, pasalnya hari ini dia tidak berulang tahun lalu untuk apakah kotak itu Brian berikan padanya.
"Ini bukan dariku, Angela yang memberikan ini padaku." Jawab Brian.
"Kemari!" Ujar Bella manja, Brian hanya menggeleng mendengar itu sembari berjalan menghampiri Bella nya.
"Bukalah!" Ujar Brian ketika tepat berada dihadapan Bella, Bella mengambil itu.
"Kenapa kau ingin tau?" Tanya Bella.
"Ya aku heran saja, kau tidak berulang tahun, tapi mendapatkan kado." Jawab Brian.
"Kau iri?" Tanya Bella.
"Untuk apa aku iri? Aku khawatir jika nanti isinya benda mencurigakan." Jawab Brian asal.
"Hunny, kau baru saja mencurigai adik iparmu sendiri." Protes Bella, Brian tertawa mendengar itu.
__ADS_1
"Apa salahnya antisipasi!" Jawab Brian lagi.
"Keterlaluan sekali, sudahlah aku mau menyiapkan tempat tidur untukmu dulu." Ujar Bella seraya beranjak, namun sebuah cengkraman lembut di lengannya menghentikannya. Entah kali ini apa lagi yang ingin Brian katakan.
"Iya Hunny?" Tanya Bella seraya berbalik menghadap Brian. Namun satu kecupan lembut Bella dapatkan disana, satu ciuman untuk pagi ini. Refleks Bella memejamkan matanya saat itu juga, selang beberapa menit setelahnya Bella mendorong tubuh Brian pelan mencoba mengakhiri ciumannya.
"Selamat pagi!" Ucap Brian lembut, seraya mengelus lembut pucuk kepala Bella.
"Selamat pagi!" Jawab Bella tersenyum, selalu saja begini bukan. Tiap kali perlakuan lembut itu di berikan untuknya, Bella selalu saja bersemu. Tak ingin berlama-lama dihadapan kekasihnya itu ia pun segera naik ke atas. Brian hanya tersenyum melihat itu, lalu kembali turun kebawah.
Brian sedikit meregangkan otot-ototnya sebelum berenang, usai melakukan itu Brian pun meninggalkan meja makan berjalan ke arah kolam renang yang terletak di belakang rumahnya.
Sepoi angin di area pantai cukup sejuk, pagi ini ombaknya cukup tenang. Brian melepas kancing bajunya satu persatu, menanggalkan pakaiannya dan hanya menyisakan boxernya saja. Otot kekar miliknya masih sangat menawan, beberapa pemanasan ia lakukan sebentar disana, selang beberapa menit ia pun masuk kedalam kolamnya lalu berenang disana.
Kembali ke Bella saat ini yang sedang sibuk menyiapkan apa yang Brian butuhkan. Bella membuka lemari pakaiannya, mengambil handuk disana. Lemari itu bukan hanya menyimpan pakaian Bella saja, namun juga pakaian Brian. Meskipun keduanya tidak tinggal satu atap lagi, tetapi tiap hari Brian pasti mengunjunginya, entah itu pagi, siang ataupun malam.
Bella mengeluarkan beberapa pakaian santai yang cocok untuk pagi ini, meletakannya di atas ranjang. Selesai dengan aktivitasnya Bella meraih kado kecil yang ia letakkan di atas mejanya, itu kado dari Angela.
Sembari duduk di tepi ranjangnya Bella membuka kado itu. Bella terkejut melihat isi dari kado itu, benar-benar adik iparnya itu, usilkah ataukah apa. Sebuah pakaian kurang bahan yang disebut lingerie terlipat rapi di dalamnya. Bella membuang nafasnya kasar, jika Brian tau isi kadonya pikiran mesum kekasihnya itu pasti akan menggodanya. Bella mencoba menyembunyikan kado itu di satu tempat, dimana hanya dirinya saja yang tau tempat itu.
Tak lama ia pun turun kebawah menghampiri kekasihnya itu. Masih dengan aktivitasnya Brian tak menyadari kehadiran Bella disana, Bella hanya ingin menanyakan apakah Brian membutuhkan sesuatu setelah berenang. Mungkin segelas coklat hangat, atau matcha hangat.
"Hunny." Sapa Bella, Brian menghentikan aktivitasnya mendengar sapaan itu menepi ke pinggir kolam dimana dihadapannya saat ini Bella sedang berdiri. Bella berjongkok dihadapan Brian kali ini.
"Apa?" Tanya Brian.
"Kau ingin dibuatkan minuman apa setelah berenang?" Tanya Bella.
"Terserah padamu saja, aku akan menerima apapun yang kau buat nanti." Jawab Brian, Bella mengangguk mendengar itu. Ia pun berdiri dan hendak pergi dari sana, namun tiba-tiba Brian mengulurkan tangannya seperti minta ingin dibantu untuk naik.
Bella menyambut uluran tangan itu, membantu Brian naik. Ketika tubuhnya sudah berada di luar kolam, kukungan tangan kekar itu merengkuh Bella masuk kedalam dekapannya. Satu tarikan lembut itu membawa Bella berada didalam pelukan kekasihnya, dalam hitungan detik Brian menjatuhkan tubuhnya masuk kedalam kolam bersama dengan Bella.
"Hunny!!!" Pekik Bella seraya memukul-mukul pelan dada Brian, sedang yang di pukul hanya tertawa.
"Aku baru saja mandi, dan kau!" Protes Bella.
"Aku hanya ingin kau temani berenang sayang." Jawab Brian, namun yang ia dapatkan adalah cipratan air yang Bella berikan padanya. Kesal mungkin, tapi bahagia itu pasti itulah yang Bella rasakan saat ini. Keduanya pun bermain air di kolam yang sama pagi ini.
...Saat hidup tidak memberimu senyuman,...
...beri dia sedikit gelitikan...
__ADS_1
...Selalu ikuti kata hatimu...
...Tapi jangan lupa bawa juga otakmu...