
"Paman, mengapa kita disini? Mengapa kau tidak mengantar kami pulang?" Tanya Prince yang mulai cerewet pada Stevan.
Percy dan Petra juga ada disana mereka sedang asik membakar jagung. Sedangkan Sienna duduk bersama Nami dan Annie, mereka sedang membuat barbeque.
Apa yang Bella katakan padanya membuatnya harus rela membuat pesta barbeque dadakan.
Sebab Stevan tak tau akan apa ia jika menampung anak-anak sebanyak ini di rumahnya.
Dan pada akhirnya ia memutuskan untuk membuat pesta barbeque. Hal itu tentu menyenangkan Annie disini. Sebab sejak tadi ia juga ingin berpesta barbeque.
"Paman jawab aku!" Ucap Prince lagi.
Pada akhirnya hal itu membuat Stevan membuang kasar nafasnya.
"Prince, Mommy mu sedang tidak ada di rumah!" Jawab Stevan padanya.
"Bagaimana mungkin? Mommy tidak ada janji hari ini! Bagaimana bisa mendadak ada acara?" Tanya Prince lagi.
Memang anak satu ini akan sangat banyak bertanya apabila itu menyangkut Mommy nya.
Prince tau Bella membenci janji dadakan. Jadi penjelasan Stevan terhadapnya akan sangat tidak masuk akal untuknya.
"Keponakanku tercinta, hari ini hari Valentine. Bagaimana jika kita nikmati acara barbeque ini dengan riang tanpa memikirkan apapun!" Ucap Stevan lagi mencoba mengalihkan.
Nami yang tau suaminya sedang sibuk membujuk Prince pun pada akhirnya ikut campur.
Nami menghampiri Stevan disana. Sambil meneguk minuman haramnya. Nami menatap ke arah Prince.
"Keponakan pirangku! Mau kah kau bergabung bersama bibi mu ini. Ada daging Wagyu lezat disana! Sudah matang, tinggal matang. Apakah kau tak lapar?" Tanya Nami padanya.
Hal itu membuat Prince memegangi perutnya. Bunyi pertanda kelaparan itu pun mulai menggema. Pada akhirnya Prince menyerah mengintrogasi Pamannya.
Ia pun mengangguk kemudian. Prince berjalan mendekati Sienna bersama dengan Annie disana.
"Kakak, kau lapar?"' Tanya Sienna pada Prince yang duduk di sebelahnya.
"Ya, aku kelaparan!" Jawab Prince.
Sienna dengan cekatan mengambil beberapa daging yang sudah matang lalu menyerahkannya pada Prince.
"Makan kak, ini baru saja matang!" Ucap Sienna tersenyum.
Prince meraih piring itu. Lalu menikmati makanan yang Sienna berikan. Annie memperhatikan Prince yang terlihat miring disana. Sepertinya ada sesuatu yang mengganggu pikirannya saat ini.
__ADS_1
"Ada apa denganmu Prince?" Tanya Annie padanya.
"Tidak apa, aku hanya ingin pulang saja!" Jawab Prince masih menyantap makanannya.
"Begitu ya? Ah, bagaimana jika kita telepon Mommy mu saja?" Ujar Annie padanya.
Prince yang sedang menyantap makanannya pun mengangguk. Benar, ia seharusnya sudah memikirkan itu sejak tadi.
Prince meraih ponsel di sakunya lantas ia segera menghubungi Bella. Sambungan telepon mereka tersambung namun tidak ada jawaban disana.
Lagi, Prince memanggilnya lagi. Sampai pada panggilan kelima barulah ada jawaban disana.
"Hallo Sayang.." Ucap Bella mengawali pembicaraan.
"Mommy, mengapa paman Stevan yang menjemput kami? Mommy kemana?"
"Emmhh... Mommy sedang ada acara bersama dengan Daddy mu. Maaf ya!"
"Daddy?"
"Iya sayang, besok kami akan menjemput kalian! Sementara ini malam ini menginap lah di rumah Paman mu ya!"
"Tapi ini Valentine?"
"Ya sudah jika begitu! Ku pikir Mommy sedang tidak baik-baik saja tadi."
"Jaga diri baik-baik disana ya..."
Tuttttt
Panggilan seketika tertutup begitu saja. Annie yang berada di sampingnya tau apa yang terjadi disana. Sebab Prince mengaktifkan speaker nya saat telepon, ia tau benar apa yg terjadi disana.
Suara Bella yang terengah-engah itu membuatnya sedikit kesal. Memang ya, ketika Valentine tiba tiap kekasih akan se liar itu.
Ketika ia mengingat sepasang kekasih. Sontak netranya mengarah ke arah tempat Nami dan Stevan berada.
Melihat mereka tak ada disana, Annie pun menghela nafas panjang. Sepertinya hal tak senonoh juga sedang mereka lakukan sekarang.
"Sepertinya aku harus rela menjadi seorang Baby sister disini!" Lirih Annie.
Prince mengalihkan pandangannya ke arah Percy dan Petra. Keduanya terbaring di hamparan rumput sekarang. Setelah menyantap jagung bakar, mereka pun menatap ke arah langit sambil bercengkrama.
"Sienna, kau tidak ingin ikut kesana?" Tanya Prince pada adiknya, telunjuknya mengarah tepat ke arah dua saudara nya yang lain.
__ADS_1
Sienna mengalihkan netranya ke arah tempat yang Prince tunjuk. Melihat itu Sienna pun menggeleng pelan.
"Tidak kakak!" Jawab Sienna padanya.
"Mengapa?" Tanya Prince sambil menaikkan salah satu alisnya.
"Aku tidak terlalu pegang pembahasan laki-laki. Sebab aku tau, kakak mungkin akan membahas perihal latihan tembak. Atau mungkin judo atau semacamnya!" Jelas Sienna padanya.
Hal itu membuat Prince tertawa. Tentu saja itulah yang akan mereka bahas. Memangnya apalagi?
"Iya tentu saja bukan? Lagi pula kau pun juga menyukai latihan tembak bukan?" Tanya Prince padanya.
"Iya, tapi tidak... Aku sedang tidak ingin membahasnya. Kakak jika ingin kesana silahkan! Aku disini tidak sendiri, ada Bibi Annie bukan?" Ujar Sienna padanya.
Annie tersenyum mendengar itu. Prince menoleh ke arah Annie seakan meminta jawaban. Tak lama Annie hanya mengangguk sambil tersenyum.
Anggukan itupun membawa Prince pergi meninggalkan mereka berdua disana. Prince bergabung bersama dengan dua saudaranya yang lain, Percy dan Petra. Membahas sesuatu yang mereka sukai sampai larut malam.
__________
Bella yang tertidur disampingnya membuat Brian saat ini sibuk memainkan ponsel Istrinya.
Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Tepat tengah malam. Namun pria ini masih kuat terjaga.
Brian membuka riwayat panggilan. Ia tersenyum mendapati putranya yang baru saja menelpon Bella lagi.
Putranya itu memang tidak mampu jauh dari Bella. Prince sangat menyayangi Bella. Entah mengapa hatinya mendadak di ingatkan perihal Sienna.
Gadis kecil yang selama ini sama sekali tidak Brian anggap. Sekarang memang hubungan mereka cukup membaik.
Namun sejujurnya Brian masih berusaha menerima Sienna dalam keluarganya. Bella benar, Sienna sama sekali tak ada hubungannya atas tragedi yang menimpanya.
Sienna hanyalah korban. Brian sedikit mengingat kembali hadiah yang Bella minta padanya.
Bella meminta trip liburan dengan kapal pribadi mereka. Bella ingin family time bersama dengan Prince juga Sienna di atas kapal pribadi mereka.
Sebuah kapal mewah yang Brian miliki. Dengan fasilitas bintang lima. Permintaan itu sama sekali tak membuat Brian keberatan. Perjalanan itu akan dimulai besok.
Sepertinya akan menjadi perjalanan panjang untuk mereka. Sebab Bella meminta untuk berlibur ke Hawai. Brian menyarankan pada istrinya itu untuk naik pesawat saja, namun Bella enggan menerimanya.
Sebab apabila menggunakan kapal untuk kesana maka akan memakan waktu yang cukup lama.
Brian ingin keberangkatan mereka kesana menggunakan pesawat. Lalu saat disana Brian akan menyewa kapal untuk mereka bersenang-senang di atas laut. Mungkin Brian akan membujuknya lagi esok.
__ADS_1
Brian meletakkan kembali ponsel Bella. Lalu ia menarik selimut dan terlelap.