
Undangan sudah di sebar. Undangan itu sampai tepat ke orang-orang yang memang ada hubungannya dengan Kaneki Corps.
Tepat pukul tujuh malam adalah acaranya. Satu jam sebelum hal itu terjadi para penerus Kaneki Corps sedang berada di dalam satu ruangan.
Panggung megah di dalam aula besar markas sudah di penuhi lautan manusia. Kalian pasti tau, rata-rata mereka yang ada disini adalah para mafia.
Brian dan Bella duduk berbincang bersama beberapa rekannya yang lain. Seperti Themo beserta keluarganya juga Rey.
"Tetua, aku tak percaya pada akhirnya perusahaan besar ini akan menunjuk penerusnya." Ucap Themo padanya.
Tak lupa di atas meja mereka adalah jamuan mewah. Tentunya wine juga ada disana. Brian memperhatikan putra Themo yang ikut duduk bersamanya.
"Pewaris tentu saja akan selalu berganti-ganti! Sebab harus ada kepala yang selalu siap berpikir memajukan usaha besar kita. Ah, iya, ini anakmu ya?" Tanya Brian pada Themo.
Themo yang sedang menyeruput wine nya pun mengangguk. Badannya besar sama seperti Themo berotot. Dan kelihatannya ia lebih cerdas daripada Themo.
"Hai, siapa namamu?" Tanya Brian mengajaknya berkenalan.
"Saya Ryan, Tuan!" Ucap Ryan anak Themo berdiri memperkenalkan diri.
"Iya silahkan duduk kembali Ryan!" Ucap Brian padanya.
Mendengar itu Ryan pun duduk kembali. Brian masih memperhatikan Ryan disana. Bella di sampingnya tau sejak tadi suaminya memperhatikan Ryan. Lantas ia pun menyenggol sedikit suaminya.
Brian menoleh ke samping ke arah Bella. Brian bertanya padanya ada apa.
"Mengapa kau memperhatikan dia sampai seperti itu Hunny?" Tanya Bella padanya.
Brian tak menjawab itu kemudian ia beralih ke arah Themo disana.
"Themo, bisakah anakmu menjadi pengawal kedua anak ku?" Tanya Brian padanya.
Themo terkejut mendengar itu begitupun dengan Rey. Namun kemudian mereka berdua tersenyum. Themo beserta istrinya menatap tepat ke arah anak nya mencoba meminta jawaban.
__ADS_1
Disana terlihat Ryan tersenyum lalu mengangguk. Adalah jawaban yang sangat memuaskan bagi Themo disini. Anaknya meneruskan abdi nya pada Brian disini.
"Yah, aku bersedia!" Ucap Ryan padanya.
"Bagus! Besok datanglah ke kantorku, aku akan menjelaskan padamu apa saja tugasmu." Ucap Brian sambil menepuk pelan bahu Ryan.
Tak lama datangnya Eddie dan Angela. Mereka berjalan mendekati Brian dan Bella yang sedang bercengkrama satu sama lain.
"Kakak!" Panggil Eddie padanya.
Brian menoleh ke arah Eddie dan ia terkejut. Terkejut sebab Eddie baru saja pulang dari negara orang. Sudah hampir setahun.
"Eddie?" Ucap Brian berdiri lalu memeluk adiknya.
"Kau ini lama sekali pulangnya?" Tanya Brian menepuk-nepuk punggung adiknya.
"Ya kakak, terlalu banyak yang harus di selesaikan disana. Namun sekarang tidak lagi setelah ini. Giliran anak-anak kita yang akan menyelesaikan ini." Ucap Eddie padanya.
Brian mengangguk mendengar itu. Mereka pun duduk di meja yang sama. Tak lama datanglah lagi Stevan bersama dengan Nami, tak lupa Annie juga di belakangnya ikut datang juga.
Lampu-lampu mulai meredup. Lampu sorot mulai mengiringi langkah pembawa acara. Berbagai hiburan di selenggarakan disana. Mulai dari nyanyian sampai dengan tarian.
Musisi-musisi besar ikut serta memeriahkan acara penobatan itu. Tentunya di butuhkan biaya yang cukup besar untuk membuat acara ini.
Namun bagi seorang pengusaha semacam Brian dan Eddie hal seperti ini tidak masalah. Kekayaan mereka sangat banyak.
Bahkan mereka memiliki pesawat pribadi. Tak lupa kapal pribadi juga. Beberapa rumah yang bahkan hanya di beli namun tidak di tinggali. Belum lagi beberapa apartemen yang mereka beli di negara orang.
Beruntung sekali rasanya yang menjadi bagian dari mereka disini. Mewarisi kekayaan mereka.
"Keponakan ku, sebentar lagi akan di nobatkan! Tak ku sangka mereka tumbuh begitu cepat!" Ucap Stevan sambil menatap ke arah panggung menikmati hiburan yang ada.
"Pertemuanku dengan seorang mafia, rupanya hasilnya tidak terlalu buruk ya?" Ucap Bella di samping Stevan.
__ADS_1
"Perjalanannya menyusahkan, namun pada akhirnya membahagiakan. Dan kau di karunia dua anak yang cantik dan tampan. Aku iri jujur kakak! Sebab sampai saat ini aku masih belum memiliki keturunan." Ucap Stevan lagi.
Bella mengacak-acak rambut adiknya itu lalu terkekeh.
"Mereka juga anak mu katamu! Anggaplah seperti itu!" Ucap Bella padanya.
Stevan mengangguk mendengar itu. Netranya kembali menatap ke arah area hiburan itu.
"Senang bisa mengenalmu Bella! Terima kasih sebab kau membesarkan Sienna dengan baik tanpa pilih kasih selama ini." Ucap Annie pada Bella sesekali ia melirik ke arah Brian.
Brian yang memperhatikan itu tersenyum. Ia tau ia sedang di sindir oleh Annie disini. Namun memang kesalahannya dahulu pilih kasih terhadap Sienna dan Prince. Sampai saat ini ia berusaha memperbaiki kesalahan itu.
Tidak bisa dihapus lagi memang. Namun bisa di gantikan dengan banyak momen-momen indah.
"Ya, aku tau aku memang salah! Aku sudah memperbaiki nya. Sekalipun masa lalu tidak mampu di hapus, namun aku yang sekarang berusaha bersikap adil untuk mereka. Kebahagiaan mereka adalah segalanya buat ku!" Jelas Brian.
"Memang harus seperti itu sejak dulu!" Jawab Annie.
"Terima kasih juga untuk mu Annie. Sebab dirimu tidak terjerumus dalam ucapan saudaramu. Kau memiliki nurani juga simpati yang kuat daripada Tasya. Dan aku senang sekali! Terima kasih ya, sudah mempercayakan Sienna pada kami. Kami mencintainya sama seperti kami mencintai Prince!" Jelas Bella padanya.
Annie mengangguk, rasanya hangat sekali hatinya mendengar itu. Bella benar, ia tidak salah memercayakan Sienna padanya.
Pada akhirnya Sienna tumbuh menjadi gadis dewasa yang baik juga bijaksana. Gadis yang begitu sabar.
Itu adalah pengaruh juga ajaran Bella. Dan Annie sangat bersyukur keponakannya itu di rawat di tangan orang yang tepat.
Seandainya dulu kebenaran atas Tasya tidak datang. Maka mungkin ia dan Bella akan tetap menjadi musuh. Dan ia akan terus berusaha membalaskan dendam Tasya.
Namun Tuhan itu baik, beliau adil dan beliau mengerti. Itulah mengapa kebenaran saat itu di datangkan. Sebab memang karma milik Bella dan Brian telah usai durasinya.
Banyak penebusan yang sudah mereka lakukan. Dan saat ini yang tertinggal adalah kedamaian. Kedamaian berkat pertobatan yang sudah mereka jalani.
Kedamaian sesuai mereka melewati jembatan dosa mereka masing-masing. Dimana karma-karma terhunus menyiksa menyayat tubuh dan batin mereka satu sama lain.
__ADS_1
Pada akhirnya mereka sampai sudah di ujung nya. Ujung dimana disana ada kedamaian setelah penderitaan. Tak ada masalah yang tanpa solusi. Datangnya mereka komplementer dan saling melengkapi, saling menyelesaikan.
Sebab segalanya sudah di atur bukan. Maka tenanglah kalian sebagai manusia. Tak perlu mengkhawatirkan segalanya di masa depan. Cukup lakukan yang terbaik mulai saat ini.