
Tirai-tirai mulai dibuka memunculkan empat orang penerus Kaneki Corps. Suara melodi penyambutan mulai datang mengiringi.
"Sambutlah penerus tertua utama, Kaneki Corps, Prince Alexander Drew!"
Seorang pengisi acara mulai mengumandangkan satu nama. Mendengar itu Prince pun maju ke depan berdiri disana memberi hormat atas sorakan itu.
"Terima kasih atas sambutannya!" Ujar Prince tersenyum.
"Sudah lama kita tidak tinggal serumah lagi dengannya! Dan saat ini, dia tumbuh melebihi aku tinggi nya!" Ucap Bella sambil menatap ke arah putranya.
Brian terkekeh mendengar itu. Tinggi Prince setara dengan Brian. Mereka sama, bahkan surai mereka juga sama warnanya. Hanya saja wajah Bella lah yang melekat pada Prince disana.
"Sambutlah penerus kedua Kaneki Corps, Percy Jackson."
Pengisi acara mulai menyebut lagi satu nama. Itu adalah nama Percy, hal itu juga membuat Percy datang menghampiri Prince berdiri tepat di sampingnya.
"Terima kasih banyak atas sambutannya! Aku cukup senang, ini sangat meriah." Ucap Percy memberi hormat.
Eddie dan Angela tersenyum melihat itu. Tak lupa Percy juga menatap kedua orang tuanya, memberi mereka hormat. Melihat itu, Eddie menyodorkan satu gelas wine ke arah Percy lalu meminumnya.
"Penerus ketiga, sambutlah Petra Jackson."
Mendengar nama Petra disebut, Sienna pun tersenyum. Ia kemudian mengarah ke arah Petra yang sedikit berupaya mendorong kursi rodanya.
Sienna membantunya mendorong kursi roda Petra ke arah kedua kakaknya. Tibalah ketika Petra disana, kemudian ia tersenyum.
"Terima kasih banyak, atas sambutannya!"
Ucap Petra pada para hadirin. Kemudian sang pengisi acara mengumumkan nama penerus terakhir Kaneki Corps da itu adalah Sienna.
Seperti biasa ia akan berterima kasih pada seluruh penyambutan itu. Ketika seluruh nama sudah disebutkan.
Brian dan Eddie pun di panggil untuk maju ke depan. Mereka berpidato disana perihal penerus. Sekitar setengah jam kemudian. Barulah upacara peresmian penerus.
Ketika penerus Kaneki Corps sudah di umumkan itu adalah hari dimana Brian dan Bella mengakhir tugas mereka. Sudah waktunya bagi mereka bersantai.
__ADS_1
Beberapa tahun setelah itu sebuah pesta barbeque di gelas. Dan mereka para orang tua, Brian dan Bella juga Eddie beserta Angela duduk mengitari satu meja.
Rambut mereka mulai beruban, waktu sudah cukup lama berjalan. Saat ini dari ambang pintu berjalan kaki-kaki kecil ke arah mereka.
Kaki-kaki kecil itu berlari ke arah mereka sambil merentangkan kedua tangannya. Dibelakang pemilik kaki-kaki kecil itu ada Prince juga Sienna.
Melihat anak-anak mereka pergi ke arah orang tua mereka, hati mereka menghangat. Pemandangan yang luar biasa. Tak lama di susul dengan Petra dan Percy, mereka menatap ke depan melihat Daddy dan Mommy mereka yang menyambut anak-anak mereka.
"Cucuku sudah besar!" Ucap Brian sambil menggendongnya meletakkan Robert anak dari Prince di atas pangkuannya.
"Surainya sama seperti Hunny.." lirih Bella sambil memainkan Surai Robert.
"Grandma, aku ingin es krim! Bisakah aku mendapatkannya?" Tanya Robert dengan nada polosnya.
Tak lama sebuah tangan kecil menarik baju Bella pelan. Itu adalah Neil, anak dari Sienna.
Sienna menikah dengan salah seorang pengusaha besar juga di Perancis. Saat ini suaminya tidak bisa ikut serta dalam perkumpulan ini. Jadi hanya Sienna saja yang ikut disini.
"Neil ya!" Ucap Bella menggendong nya.
Tak lupa kedua anak Petra dan Percy masing-masing juga duduk manja di atas pangkuan Eddie dan Angela.
"Aku hampir mengingat masa kecil kita!" Ucap Percy menangis terharu.
"Rupanya kita tumbuh secepat ini ya!"
Petra, Prince dan Sienna menatap heran ke arah Prince. Ia menangis, adalah hal jarang sekali mereka saksikan.
Tak lama Ryan datang sambil membawa belanjaan nya. Di belakang mereka ada Themo dan Rey selaku orang kepercayaan Daddy mereka.
"Hei anak-anak kenapa kalian masih disini? Sudah waktunya bagi kalian berpesta!" Ucap Themo dan Rey memamerkan barang bawaannya.
"Ayo kita kesana!" Tambah Ryan.
Mereka pun mengangguk menghampiri orang tua mereka. Memeluk mereka sebagai ungkapan rasa rindu yang teramat.
__ADS_1
Dewasa menjadikan mereka sangat sibuk sehingga jarang bagi mereka bertemu dengan kedua orang tua mereka.
Adalah hal yang sangat membahagiakan bagi mereka menikmati pertemuan ini. Luar biasa, kehangatan ini masih sama. Tak ada yang berubah. Keluarga mereka tetap yang terbaik.
Bahkan sampai generasi baru mereka terlahir pun, kehangatan nya masih sama. Tidak ada satupun yang berubah.
Themo, Rey dan Ryan sibuk memasak jamuan. Sedangkan Percy,Prince, Sienna dan Petra mereka membuat minuman mengiris beberapa buah untuk di suguhkan.
Sienna ingat bahwa Mommy nya ini vegetarian. Itulah mengapa ia memesan banyak buah untuk Mommy nya.
Kebahagian sederhana tercipta. Gema tawanya membuat siapa saja yang mendengarnya ikut bahagia.
Saat ini di usia senja yang hampir mendekati maut itu mereka dilimpahi banyak kebahagian.
Hal itu membuat mereka tak henti-hentinya bersyukur. Tangan para mafia ini memang masih kotor, tak akan pernah bersih sebab nyawa tidak akan mampu di kembalikan.
Tetapi, pertobatan mereka lah yang menciptakan ini terjadi. Kesempatan kedua yang Tuhan berikan pada mereka pada akhirnya berbuah indah sekalipun jalan menujunya pahit.
Selesai sudah perjalanan juga kisah cinta antara Brian dan Bella menuju kebahagian yang di dambakan.
Mereka pada akhirnya duduk di kelilingi dengan putra-putri mereka menikmati masa tua mereka dengan tenang tanpa adanya gangguan lagi.
Adalah hal terindah bagi mereka merasakan ini. Keduanya tetap di persatuan, keduanya usai melalui jembatan dosa mereka masing-masing. Keduanya usai menghadapi karma-karma dunia.
Keduanya sudah menghadapi pertobatan terbesar juga masalah-masalah besar. Takdir itu adil bukan, sangat adil.
Percayalah pada rencana Tuhan, sebab beliau adalah pengatur jalan cerita terbaik. Dan itulah yang terjadi. Ketika kita berada dalam situasi yang sangat sulit, terkadang kita berpikir bahwa kita tak mampu menyelesaikan hal itu.
Namun nyatanya, ketika Tuhan memberikan beban seberat gunung di atas pundakmu. Artinya kau adalah manusia terkuat yang ia pilih, kau mampu dan kau bisa.
Jadi jangan pernah khawatir terhadap masalah yang ada di depan mataku. Tugas Adalah berjalan melewatinya jangan lari ataupun menghindarinya.
Karena ujian akan semakin mendewasakan kita. Ujian, akan semakin membuat kita paham perihal Lika liku dunia. Dan manusia selalu berjalan dengan tumpukan dosa.
Maka jangan menabung dosa dalam dunia ini. Sebab selain bertobat atas dosa itu, kau pun nantinya juga akan di tampar oleh karma-karma hasil perbuatan mu.
__ADS_1
Jembatan dosa, menyuguhkan arti dari karma. Arti dari dosa-dosa dunia. Arti dari hal-hal kecil yang wajib kita syukuri sekalipun sederhana.
Manusia adalah Pendosa dengan Pensil dan Penghapus di antara pundaknya. Itulah manusia!