Jembatan Dosa

Jembatan Dosa
Pembicaraan Malam Ini


__ADS_3

Makan malam seperti biasanya. Di atas meja makan hanya akan ada pembicaraan antara Bella dan Sienna. Sedangkan Brian, ia hanya akan bicara jika di tanya. Dia lebih banyak diam.


Setelah acara makan malam mereka usai. Sienna sebelum tidur akan menjenguk Prince. Kakaknya itu sudah terlelap rupanya.


Sienna duduk di samping Prince lalu memegang tangannya. Sejenak Sienna memandangi wajah Prince yang terpejam. Wajah kakaknya itu benar-benar mirip dengan ibunya.


"Kakak..." Lirih Sienna padanya.


Namun Prince masih terpejam. Sapaan lirih itu sama sekali tak membangunkannya.


"Kakak... Sienna sedang dalam masalah! Apakah kau tak ingin membantuku?" Tanya Sienna lagi padanya.


Hatinya sesak sekarang jika mengingat apa yang sudah terjadi. Tanpa ada jawaban disana, Prince mengeratkan genggaman tangannya pada Sienna.


Hal itu membuat Sienna terkejut. Lantas Sienna menatap ke arah Prince. Rupanya kakaknya itu masih terpejam.


Mungkin perasaannya sampai saat ini pada kakaknya. Sekalipun kakaknya saat ini sedang berada di pulau mimpi.


"Sienna.." Lirih Bella dari ambang pintu.


Sienna mengalihkan pandangannya ke arah Bella kemudian. Disana Bella tersenyum padanya lantas Sienna pun juga membalas senyuman itu.


Perlahan Sienna melepaskan genggaman tangannya antara dirinya dan Prince. Lalu Sienna berjalan ke arah Mommnya memeluknya.


"Hei ada apa nak?" Tanya Bella padanya.


Tak biasa rasanya Sienna bersikap semacam ini padanya. Tindakan ini sepertinya menunjukkan ada sesuatu yang sedang Sienna simpan..


Bella membelai Surai sebahu anaknya itu. Disana Sienna semakin mengeratkan pelukannya. Rasanya hatinya tak tera apabila wanita di hadapannya ini bukan ibunya.


Sienna teramat sangat menyayangi Bella. Namun apabila benar, Brian yang bersiap disini. Lantas yang harus di hukum adalah Brian bukan Bella.


"Ada apa Sienna?" Tanya Bella lagi padanya.


"Tidak apa Mommy, bolehkah hari ini jika aku ingin tidur bersama Mommy?" Tanya Sienna padanya.


Bella terkejut mendengar itu. Hari ini Brian sedang menunggunya di kamar. Di balik balutan handuk kimono ini akan ada ritual malam yang harus mereka selesaikan. Namun melihat putrinya seperti ini, rasanya hatinya tak tega.


Bella bersimpuh menyamai tinggi anaknya. Bella menyentuh wajah anaknya itu lalu tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah, Mommy akan tidur bersama mu malam ini. Tunggulah di kamar ya! Ada beberapa barang yang harus Mommy siapkan untuk Daddy mu!" Ucap Bella padanya.


Sienna mengangguk mengerti. Setelah mengecup wajah Mommy nya, ia pun berlari pergi dari sana.


Saat ini giliran Bella yang berjalan ke arah Prince. Setibanya disana Bella seperti biasa akan mengecek segala alat medis Prince.


Setelah cukup yakin semuanya baik-baik saja. Bella mengecup kening putra nya lalu pergi dari sana.


Ketika Bella berada tepat di depan pintu kamarnya. Bersamaan dengan itu Brian membuka pintunya. Melihat Bella yang berdiri terpaku menatap ke arah Brian yang bertelanjang dada dengan handuk menutupi bagian bawahnya Bella membuang kasar nafasnya.


Sepertinya malam ini sebentar saja boleh baginya memuaskan suaminya ini. Brian pun menarik tubuh Bella masuk ke dalam menuntup pintunya lalu menguncinya.


_________


Sedang di dalam kamar saat ini Sienna sedang sibuk dengan ponselnya. Ini sudah sepuluh menit ia menunggu Bella. Namun rupanya Mommy nya tak kunjung datang dan masuk kemari.


"Mommy kenapa lama sekali!" Lirih Sienna sambil tetap memainkan ponselnya.


Game adalah alternatif terbaik untuknya mengalihkan jenuhnya. Entah sudah berapa kali Sienna memenangkan pertandingan itu. Tetapi Mommy nya masih belum kemari.


Selang lima belas menit matanya sudah mulai mengantuk rasanya. Sienna pun memutuskan untuk terlelap saja. Namun ketika ponsel ia taruh di meja, lalu selimut hendak ia tarik ke atas.


"Sayang... Maafkan Mommy ya apabila lama!" Ucap Bella padanya.


Sienna memperhatikan Bella dari bawah hingga atas. Ada banyak pertanyaan dalam kepalanya saat ini. Mommy nya beberapa menit lalu bertemu dengannya penampilannya sangat rapi namun saat ini mengapa jadi begini?


"Mommy, ada apa mengapa penampilannya berantakan?" Tanya Sienna padanya.


Bella tertegun mendengar itu. Ia tak menjawab itu, segera ia berjalan ke arah Sienna lalu naik ke atas ranjangnya.


"Kenapa?" Tanya Sienna lagi padanya.


"Tidak apa sayang, mungkin ini terkena angin malam saat di balkon tadi." Ucap Bella berusaha mengalihkan topik pembicaraan nya.


Sienna mengangguk mendengar itu. Lagi pula ia sama sekali tak mengerti apapun. Baginya hal itu wajar-wajar saja tanpa kecurigaan.


"Jadi kenapa malam ini kau ingin tidur bersamaku Sienna?" Tanya Bella menghadap ke samping memandangi anaknya.


"Mommy, ada hal yang harus ku tanyakan padamu!" Jawab Sienna menatapnya.

__ADS_1


"Apa itu?" Tanya Bella padanya lagi.


Pada akhirnya Sienna memantapkan hatinya untuk bertanya perihal siapakah dirinya.


"Mommy aku menemukan surat ini di kamarku!" Ucap Sienna lalu menyerahkan sepucuk surat dari wanita yang ia temui tadi.


Bella meraih surat itu lalu membukanya. Ketika membaca paragraf pertamanya ia tidak bereaksi. Namun ketika membaca semakin kebawah rasanya Bella di buat lemas sekarang.


Bella melipat kembali surat itu lalu memasukkannya ke dalam amplop nya. Lantas ia beralih ke arah Sienna kali ini. Gadis kecil itu menatapnya, bola mata itu meminta kebenaran saat ini.


"Dari siapa ini?" Tanya Bella padanya.


Namun Sienna meraih surat itu kembali lalu meletakkannya di atas meja.


"Mommy, apakah itu benar bahwa aku ini bukan anakmu?" Tanya Sienna padanya.


Berat, ini sangat berat untuknya mengatakan demikian. Dalam hatinya Bella sangat menyayangi Sienna. Sama seperti ia menyayangi Prince. Namun kenyataan ini benar dan sepertinya harus dikatakan.


Bella membelai lembut Surai halus anaknya. Lalu kembali tersenyum ke arahnya.


"Sienna anak Mommy, akan selamanya begitu. Dan jika surat itu benar, maka kau tetap anakku. Tidak ada yang berubah!" Jawab Bella padanya.


Dari situ Sienna menyimpulkan bahwa isi surat ini adalah benar.


"Jadi apakah surat ini benar?" Tanya Sienna lagi. Hal itu membuat Bell mengangguk.


"Benar Sayang, aku mengambil mu dari Tasya ibu kandungmu saat itu. Sebab..."


"Aku lahir di dalam penjara?"


Bella tertegun ketika Sienna mengetahui kebenarannya. Namun memang begitu kenyataannya.


"Apakah Mommy selama ini merawat ku atas dasar simpati? Apakah Mommy selama ini, tidak menyayangi ku?" Tanya nya lagi.


Disini Bella meraih wajah Sienna mendekat ke arahnya lalu mencium puncak kepalanya.


"Sienna ku putriku! Dan aku menyayangi nya dengan segenap hatiku. Kelahiranmu adalah rencana jahat ibumu. Saat itu ia ingin merebut Brian, Daddy mu dariku. Dia menjebaknya, dan pada akhirnya lahir lah dirimu. Sejahat apapun ibumu, dia tetap orang tua mu. Kau boleh mengunjunginya dan saat ini segalanya tergantung pada Sienna. Sienna sudah mengetahui segalanya. Sienna berhak memilih akan ikut siapa nanti!" Jelas Bella panjang dan lebar.


Sienna memeluk Mommy nya lalu menangis disana. Sungguh ia tidak akan pernah melepaskan Mommy nya ini.

__ADS_1


Sekalipun kenyataan pahit sudah terungkap namum Bella tetap menyayanginya.


__ADS_2