
Jam menunjukkan tepat pukul delapan malam.Pada akhirnya mereka pun berhenti latihan. Mereka duduk tepat di atas bangku panjang di sana. Sambil menatap ke depan tepat ke arah target. Prince memikirkan sesuatu perihal adiknya.
Kedua saudaranya itu menatap tepat ke arah Bridge. Sepertinya sesuatu sedang mengganggu kepalanya.Namun di sana Petra tahu apa yang sedang mengganggu pikiran Princes saat ini.
Jika Petra hendak menanyakan perihal hal itu. Edi selaku kaya mereka menghampiri mereka menepuk bahu mereka. Sehingga hal itu mengurungkan niatnya untuk bertanya.
"Baiklah anak-anak sekarang sudah malam Waktunya kita untuk pulang. Kalian sudah cukup berada di sini dan kalian sudah menerima banyak sekali pelajaran di sini." Ucap Eddie memperingati.
"Aku harap pada kalian untuk tidak menggunakan bagan kalian ini di luar. Gunakan itu ketika dalam keadaan Genting gunakan itu ketika sesuatu mengancam nyawa kalian." Tambahnya lagi.
"Baiklah Paman Ed, terima kasih. Aku juga sudah cukup lapar Lebih baik aku pulang sekarang." Ucap Prince padanya.
"Apakah kamu ingin pulang bersama kami Prince. Masih di mobil kami masih kosong kau bisa ikut bersama kami Kami akan mengantarmu pulang." Percy menawarkan tumpangan pulang pada Saudaranya itu.
Tawaran itu tidak buruk sehingga Prince mengganggu setelah mendengarnya.
"Baiklah aku akan pulang bersama kalian. Jadi Mari kita pulang sekarang Sebab aku rindu rumah. Mommy pasti akan sangat mengkhawatirkan aku."
Eddie mengangguk mendengar hal itu. Segera ia mengajak mereka bertiga keluar dari sana. Mereka berjalan tepat ke arah parkiran.
Setibanya disana mereka pun masuk kedalam mobil Limosin. Ada banyak pertanyaan yang ingin Prince ajukan saat ini. Terutama pada Pamannya. Prince yakin bahwa Pamannya itu tau perihal mengapa Sienna adiknya itu di bedakan.
Jalanan kota tidak sepadat waktu pagi. Jalan Nya sudah tidak terlalu ramai. Warna warni lampu kota itu sejenak menyita perhatian Prince. Prince menggelengkan kepalanya pelan mencoba mengingat kembali apa yang ingin ia tanyakan.
"Paman, aku memiliki pertanyaan dalam hatiku! Bolehkah aku menanyakan nya?"
Dari atas spion mobilnya Eddie tersenyum lalu mengangguk.
"Tentu saja, apa yang ingin kau tanyakan padaku? Utarakan saja!"
Jawaban itu membuat Prince mengangguk. Lega rasanya mendengar apa yang Pamannya katakan.
__ADS_1
"Ini perihal adikku Sienna!"
"Huh!"
Nama Itu sejenak membuat Eddie tertegun. Dengan mudahnya Prince menganggap Sienna sebagai adiknya. Memang benar mereka ini sedarah namun berbeda ibunya.
"Ada apa?" Tanya Eddie berpura-pura tak tau.
Padahal ia sendiri tau apa latar belakang Sienna. Tidak lain dan tidak bukan adalah anak tidak sah dari Brian dan Tasya.
"Aku merasa ada perbedaan di antara kami!" Ucap Prince padanya.
"Perbedaan Semacam apakah itu?"
Tanya Eddie padanya mencoba mencari tau apa yang sedang Prince rasakan. Percy dan Petra menatap Prince yang berada di tengah mereka.
Mereka hanya diam sambil terus mendengarkan apa yang Prince katakan. Masalah ini serius sepertinya bagi Prince.
Pertanyaan itu sejenak membuat Eddie diam. Kedua tangannya yang memegang setir menguat. Bukan hal nya memberitahu Prince perihal hal ini. Sebab pasti nantinya akan menimbulkan konflik dalam keluarga Brian.
Tapi mau sampai kapan hal ini ditutupi, toh nantinya suatu saat pasti akan terbongkar juga. Kejujuran memang pahit tapi hal itu harus dilakukan demi realita dan kebenaran.
"Tentang Sienna, sepertinya Mommy mu menutup rapat-rapat perihal asal usulnya!" Ucap Eddie mulai berbicara.
Prince menaikkan salah satu alisnya mendengar itu. Asal usul katanya, itu adalah satu kalimat yang menjadi tanda tanya besar bagi seorang Prince.
"Asal usul? Memangnya dia darimana? Kami saudara sejak lahir bukan?" Tanya Prince lagi padanya.
"Prince kau terlalu baik sehingga menganggapnya sebagai saudaramu. Kalian bertiga ini darah sah, darah murni! Keturunan juga pewaris kami yang asli."
Ketiga anak itu dibuat terkejut rasanya. Bukankah ini sebuah pengecualian. Lalu Sienna ini siapa? Mengapa gadis kecil itu tidak dianggap?
__ADS_1
"Apa maksudnya itu Paman? Jangan kau bilang jika adikku bukan anak Daddy?"
Tanya Prince, Percy dan Petra diam disana. Mereka berdua juga masih memperhatikan apa yang Daddy nya katakan.
"Dia anak Daddy mu, tapi bukan anak Mommy mu!"
Deggggg
Penjelasan itu sekejap membuat Prince memicingkan matanya. Sungguh apa yang Eddie katakan rasanya tidak mampu ia percayai. Prince menundukkan kepalanya mencoba menyangkal segala kenyataan pahit yang baru saja Eddie lontarkan.
"Jadi apakah Daddy ku pernah berselingkuh dengan wanita lain?"
Lagi pertanyaan itu membuat Eddie naik pit rasanya. Kakaknya tidak akan pernah mengkhianati Bella. Tapi rentetan masalah yang datang menjebaknya lalu menjadikannya seorang bajingan.
Wanita murahan beberapa tahun lalu benar-benar membuatnya muak rasanya. Rasa syukur sebab teringkusnya Tasya dan Reiner masih lah ada.
"Prince, apapun yang saat ini terjadi kau hanya perlu tau satu hal!" Ucap Eddie serius.
"Apapun yang terjadi Daddy mu tidak pernah bermain kotor. Dan dia adalah manusia yang di jebak! Daddy mu bukanlah seorang pria brengsek disini, kau harus tau itu ya!" Jelas Eddie lagi.
"Lantas jika dia tak brengsek, mengapa ia punya anak dari wanita lain Paman? Mommy adalah hal terbaik yang ku miliki. Selama yang ku lihat Mommy sangat mencintai Daddy, lantas mengapa Daddy mengkhianatinya?" Ucap Prince.
"Anakku, bukan begitu! Bukankah sudah kubilang Daddy mu tidak bersalah disini. Dia di jebak! Dan Prince atas permintaan dari Bella Mommy mu, Sienna berada di antara kalian. Sebab Mommy nya Sienna adalah penjahat paling berbahaya saat itu. Ketika mengandung mu mereka merencanakan satu konspirasi yang membawa Mommy mu jauh dari Daddy mu. Tepat di atas kapal pesiar, Daddy mu melawan segala konspirasi yang berusaha memisahkan dia dan Mommy mu."
Jelas Eddie kembali menceritakan perihal masa lalu kelam.
"Tapi Sienna sama sekali tak bersalah disini Paman! Mengapa ia dibedakan semacam ini? Tanpa sadar kita memberinya tekanan, dan membuat nya sangat sedih. Apakah perintah dari Daddy juga bahwa Sienna tidak pernah di perbolehkan masuk ke dalam markas besar?"
Tanya Prince lagi meminta penjelasan. Hal itu membuat Eddie mengangguk. Prince diam kali ini, sepertinya informasi yang ia dapatkan sudah cukup. Sekarang yang ada dalam pikirannya adalah bagaimana caranya membuat Sienna di terima kehadirannya oleh Brian.
"Tolong simpan rahasia ini baik-baik ya Prince! Sebab Sienna tak tau, dan Mommy mu berusaha menutupinya. Percayalah, Mommy mu adalah wanita berhati malaikat. Maka jangan kecewakan dia ya!"
__ADS_1
Tutur kata Eddie membuat Prince mengangguk. Tentu saja Prince tidak akan mengatakannya. Tetapi Prince akan terus berupaya mendekatkan Brian dan Sienna. Sebab mau bagaimana pun lagi, Sienna tetaplah anak Brian. Sekalipun Brian menyangkal nya.